13.02.24       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, lampauilah badan dan ingatlah Sang Ayah. Selalulah stabil dalam agama asli Anda, maka Anda akan menerima kekuatan. Anda akan selalu bahagia dan sehat, dan baterai Anda akan terus menjadi penuh.

Pertanyaan:
Dengan mengetahui hal yang sudah ditakdirkan di dalam drama, bagaimana Anda anak-anak bisa terus-menerus tak tergoyahkan?

Jawaban:
Anda tahu bahwa bom-bom dan lain-lain yang sudah diproduksi orang pasti akan digunakan. Hanya sesudah penghancuran terjadi, barulah dunia baru kita bisa terwujud. Ini sudah ditakdirkan secara abadi dalam drama. Semua orang harus mati. Anda merasakan kebahagiaan karena Anda akan meninggalkan badan lama Anda dan dilahirkan kembali di kerajaan. Anda menyaksikan drama ini sebagai pengamat tanpa keterikatan. Tidak perlu berfluktuasi. Tidak perlu menangis.

Om Shanti.
Sang Ayah duduk di sini dan bertanya kepada Anda, anak-anak, “Mengapa agama ilahi yang asli dan abadi disebut agama Hindu?” Anda harus menemukan jawabannya. Pada awalnya, hanya ada agama ilahi yang asli dan abadi. Kemudian, setelah manusia mengenal sifat-sifat buruk, mereka tidak bisa lagi menyebut diri sebagai manusia ilahi. Jadi, bukannya menyebut diri sebagai manusia-manusia ilahi yang berasal dari agama ilahi yang asli dan abadi, mereka mulai menyebut diri sebagai umat Hindu yang asli dan abadi. Mereka tetap menggunakan istilah “asli dan abadi”. Mereka hanya mengubah sebutan “manusia ilahi” dan menyebut diri sebagai Hindu. Pada saat umat Islam datang dari luar, mereka menyebutkan nama agama Hindu. Pada awalnya, nama “Hindustan” bahkan tidak pernah ada. Jadi, Anda harus memahaminya sebagai agama Hindu ilahi yang asli dan abadi. Umumnya, mereka adalah jiwa-jiwa yang benar. Namun, tidak semuanya berasal dari agama yang abadi. Jiwa-jiwa yang datang belakangan tidak mungkin disebut berasal dari agama ilahi yang asli dan abadi. Di antara umat Hindu pun pasti ada sebagian jiwa yang datang belakangan. Anda harus memberi tahu umat Hindu yang asli dan abadi bahwa agama mereka dahulu adalah agama ilahi yang asli dan abadi. Jelaskanlah, “Anda dahulu adalah manusia satopradhan yang asli dan abadi, kemudian selagi menjalani kelahiran kembali, Anda menjadi tamopradhan. Sekarang, Anda harus menjadi satopradhan kembali dengan melakukan perziarahan ingatan.” Mereka akan menyukai obat ini. Baba adalah Sang Ahli Bedah. Anda harus memberikan obat ini kepada mereka yang menyukainya. Anda harus mengingatkan jiwa-jiwa yang berasal dari agama ilahi yang asli dan abadi mengenai hal ini, sama seperti Anda anak-anak sekarang diingatkan. Baba telah menjelaskan tentang bagaimana Anda berubah dari satopradhan menjadi tamopradhan. Anda sekarang harus berubah dari tamopradhan menjadi satopradhan. Anda anak-anak sedang menjadi satopradhan melalui perziarahan ingatan. Umat Hindu yang asli dan abadi akan menjadi manusia-manusia ilahi yang sejati dan nantinya mereka juga akan menjadi jiwa-jiwa yang memuja manusia-manusia ilahi tersebut. Dalam hal itu pun, para pemuja Shiva, Lakshmi dan Narayana, Radhe dan Krishna, serta Rama dan Sita adalah para pemuja manusia-manusia ilahi, dan mereka berasal dari marga ilahi. Anda sekarang sudah ingat, bahwa jiwa-jiwa yang berasal dari dinasti surya selanjutnya memasuki dinasti chandra. Oleh sebab itu, Anda harus menemukan pemuja-pemuja itu. Jika ada yang datang kemari untuk memahami ini, Anda harus meminta mereka mengisi formulir. Harus ada formulir di center-center utama untuk diisi oleh orang-orang. Anda harus menyampaikan pelajaran sejak awal kepada siapa pun yang datang. Karena mereka tidak mengenal Sang Ayah, maka hal yang pertama dan utama yang harus Anda jelaskan kepada mereka adalah: “Anda tidak mengenal Ayah Senior Anda. Aslinya, Anda adalah milik Sang Ayah parlokik. Anda datang kemari dan sekarang Anda menjadi milik seorang ayah lokik. Anda sudah melupakan Ayah parlokik Anda. Sang Ayah yang tak terbatas adalah Sang Pencipta Surga. Tidak ada satu pun dari agama-agama di sini yang tak terhitung jumlahnya itu, ada di sana.” Jadi, segalanya tergantung pada formulir yang mereka isi. Meskipun sebagian anak menerangkan dengan sangat jelas, mereka sama sekali tidak beryoga. Mereka tidak melampaui badan maupun mengingat Sang Ayah. Mereka tidak mampu terus mengingat Baba. Sekalipun mereka tahu bahwa mereka menerangkan dengan sangat jelas dan bahkan membuka museum dan sebagainya, mereka sangat sedikit mengingat Baba. Menyadari diri sebagai jiwa dan terus mengingat Sang Ayah memang perlu upaya. Sang Ayah memberikan peringatan kepada Anda. Jangan beranggapan bahwa Anda mampu meyakinkan orang lain dengan sangat baik. Apa manfaatnya? Baiklah, bahkan seandainya mereka menjadi pemutar-pemutar chakra kesadaran diri, apa hebatnya itu? Di sini, Anda harus melampaui badan. Selagi melakukan perbuatan, sadarilah diri sebagai jiwa. Jiwa-jiwalah yang menjalankan semua tugas melalui badan mereka. Mereka yang tidak mengetahui cara untuk mengingat ini, atau bahkan tidak tahu cara untuk memikirkan hal-hal ini, disebut buddhu. Anda tidak mampu mengingat Sang Ayah. Anda tidak memiliki cukup kekuatan untuk melakukan pelayanan. Bagaimana mungkin jiwa bisa menerima kekuatan tanpa mengingat Baba? Bagaimana baterainya bisa terisi penuh? Bukannya menjalani kehidupan spiritual, jiwa itu akan terhenti; dia tidak akan memiliki kekuatan apa pun. Ada ungkapan, “Agama adalah kekuatan.” Hanya ketika jiwa selalu stabil dalam agama aslinya, barulah dia bisa menerima kekuatan. Ada banyak anak yang tidak mengetahui cara untuk mengingat Sang Ayah. Anda bisa mengetahui ini dari wajah-wajah mereka. Mereka mengingat semua yang lain, tetapi tidak mampu mengingat Sang Ayah. Hanya dengan beryoga, barulah Anda bisa menerima kekuatan. Hanya dengan mengingat Baba, barulah Anda bisa memiliki berlimpah kebahagiaan dan kesehatan. Kemudian, di kelahiran Anda berikutnya, Anda akan menerima badan-badan baru yang berkilauan. Ketika Anda, jiwa-jiwa, menjadi suci, Anda juga akan menerima badan-badan yang suci. Ada ungkapan, “Emas ini 24 karat, jadi perhiasan yang dibuat darinya juga 24 karat.” Pada saat ini, semua jiwa hanyalah emas sembilan karat. Jiwa-jiwa yang satopradhan disebut emas 24 karat, sedangkan jiwa-jiwa yang sato adalah emas 22 karat. Hal-hal ini harus dipahami baik-baik. Sang Ayah menjelaskan kepada Anda, “Pertama-tama, Anda harus meminta mereka mengisi formulir agar Anda bisa mengetahui hingga sejauh mana mereka bisa menanggapi Anda dan seberapa banyak yang mereka resapkan.” Sesudah itu, pertanyaannya adalah: “Apakah mereka terus melakukan perziarahan ingatan?” Hanya dengan melakukan perziarahan ingatan, barulah Anda bisa berubah dari tamopradhan menjadi satopradhan. Itu adalah perziarahan fisik dalam pemujaan, sedangkan perziarahan ini spiritual. Di sini, jiwa-jiwalah yang melakukan perziarahan, sedangkan dalam berbagai perziarahan yang lain, jiwa dan badan sama-sama menjalani perziarahan. Dengan mengingat Sang Ayah, Sang Penyuci, Anda, jiwa-jiwa, menerima kilau itu. Jika seorang murid harus melihat bukti agar bisa terkesan, Baba kadang memasuki badan seseorang. Sang Ibu dan Sang Ayah membantu, kadang dalam pengetahuan dan kadang dalam yoga. Sang Ayah selalu tanpa badan. Beliau tidak memiliki kesadaran badan. Jadi, Sang Ayah bisa membantu Anda dengan kekuatan pengetahuan dan juga kekuatan yoga. Jika Anda tidak beryoga, dari mana Anda bisa memperoleh kekuatan itu? Bisa dipahami apakah seseorang benar-benar yogi atau gyani. Baba menjelaskan hal-hal baru mengenai yoga dari hari ke hari. Sebelumnya, Beliau tidak menjelaskan ini. Sadarilah diri sebagai jiwa dan ingatlah Sang Ayah. Baba sekarang mengangkat Anda dengan kekuatan yang dahsyat, sehingga relasi antara brother dan sister terhapus dan hanya ada pandangan persaudaraan. Kita, jiwa-jiwa, bersaudara. Ini adalah pandangan yang begitu luhur. Upaya ini harus berlanjut hingga akhir. Ketika Anda menjadi satopradhan, Anda akan meninggalkan badan Anda. Oleh sebab itu, tingkatkanlah upaya Anda semaksimal mungkin. Ini lebih mudah bagi mereka yang sudah tua. Kita sekarang benar-benar harus pulang ke rumah. Mereka yang masih muda tidak pernah memikirkan itu. Orang-orang yang sudah tua berada dalam tahapan pensiun. Bisa dipahami bahwa Anda sekarang harus pulang ke rumah. Jadi, Anda harus memahami semua aspek pengetahuan ini. Pohon terus bertumbuh. Seiring pertumbuhannya, keseluruhan pohon menjadi siap. Duri-duri berubah dan pohon-pohon bunga baru yang masih kecil harus diciptakan. Itu nantinya akan menjadi baru, dan selanjutnya menjadi tua kembali. Pada awalnya, pohon ini kecil, kemudian terus bertumbuh. Pohon terus bertumbuh hingga masa akhir hidupnya, ketika timbul duri-duri. Pada awalnya, ada bunga-bunga; namanya adalah surga. Kemudian, belakangan, keharuman dan kekuatannya pun sudah lenyap. Duri tidak memiliki keharuman. Bunga-bunga yang biasa-biasa saja tidak memiliki keharuman sewangi itu. Sang Ayah adalah Sang Master Kebun dan juga Sang Tukang Perahu. Beliau menyeberangkan perahu semua jiwa. Anak-anak yang arif dan bijaksana mampu memahami bagaimana Beliau menyeberangkan perahu dan ke mana Beliau membawa Anda. Mereka yang tidak paham, bahkan tidak berupaya. Ini berurutan. Beberapa pesawat terbang bisa melesat lebih cepat dibandingkan suara. Namun, tidak ada seorang pun yang mengetahui bagaimana jiwa terbang. Jiwa bahkan terbang lebih cepat dibandingkan roket. Tidak ada yang lebih cepat dibandingkan jiwa. Orang-orang mengisikan bahan bakar yang sedemikian rupa ke dalam roket, sehingga mampu terbang cepat. Mereka sudah mempersiapkan begitu banyak persenjataan untuk penghancuran. Mereka bahkan mengangkut bom-bom dengan kapal dan pesawat terbang. Pada saat ini, mereka sudah mempersiapkan segalanya sejak jauh-jauh hari. Mereka menulis di surat kabar: “Kami tidak bisa mengatakan bahwa kami tidak akan menggunakan bom-bom itu.” Mereka terus mengatakan bahwa ada kemungkinan bahwa mereka akan menggunakan bom-bom tersebut. Semua persiapan ini sedang dijalankan. Penghancuran pasti harus terjadi. Tidak mungkin bom-bom itu tidak akan digunakan dan penghancuran tidak terjadi. Dunia baru benar-benar diperlukan bagi Anda. Ini sudah ditakdirkan di dalam drama. Inilah sebabnya, Anda harus penuh kebahagiaan. Ada ungkapan, “Kematian bagi si mangsa dan kebahagiaan bagi sang pemburu.” Sesuai dengan drama, semua orang harus mati. Karena Anda anak-anak memiliki pengetahuan tentang drama, Anda tidak berfluktuasi, melainkan menyaksikan segala sesuatu sebagai pengamat tanpa keterikatan. Tidak perlu menangis. Semua orang harus meninggalkan badan mereka pada waktu mereka sendiri. Anda jiwa-jiwa tahu bahwa Anda akan mengalami kelahiran berikutnya di kerajaan. “Saya akan menjadi pangeran.” Sang jiwa mengetahui ini. Itulah sebabnya, jiwa meninggalkan badan lamanya dan mengenakan badan baru. Bahkan ular pun punya jiwa. Ular tersebut bisa mengatakan, “Saya menanggalkan kulit lama ini dan mengenakan kulit yang baru.” Pada suatu titik, ular itu juga akan meninggalkan badan lamanya dan kembali menjadi bayi ular. Anak-anak juga dilahirkan. Semua jiwa harus mengalami kelahiran kembali. Semua hal ini harus direnungkan. Hal yang utama adalah mengingat Sang Ayah dengan penuh cinta kasih. Sebagaimana anak-anak melekat pada ibu dan ayah mereka, sama halnya, Anda jiwa-jiwa juga harus melekat erat kepada Sang Ayah dengan yoga intelek Anda. Anda masing-masing harus memeriksa diri sendiri untuk mengetahui sudah sejauh mana Anda meresapkan pengetahuan. Ada contoh tentang Narada. Para pemuja tidak bisa menjadi manusia ilahi sebelum mereka mempelajari pengetahuan ini. Ini bukan persoalan tentang menikahi Lakshmi saja; ini adalah persoalan pemahaman. Anda anak-anak tahu bahwa ketika Anda dahulu satopradhan, Anda memerintah seluruh dunia. Anda sekarang harus mengingat Sang Ayah agar bisa menjadi satopradhan kembali. Anda sudah berupaya setiap siklus untuk melakukan yoga yang sejati agar bisa mengumpulkan kekuatan yang sejati. Anda masing-masing bisa paham, hingga sejauh mana Anda mampu menjelaskan kepada orang lain, dan hingga sejauh mana Anda sudah keluar dari kesadaran badan. Saya, sang jiwa, meninggalkan badan lama dan mengenakan badan yang baru. Saya, sang jiwa, bekerja melalui badan ini. Ini adalah organ-organ fisik saya. Kita semua adalah aktor-aktor yang memainkan peran kita. Ini adalah sandiwara besar dalam drama tak terbatas ini. Semua aktor di dalam drama ini berurutan. Kita bisa mengerti, siapa saja para aktor utama dalam drama ini, siapa saja yang termasuk tingkatan pertama, kedua, dan ketiga. Anda anak-anak telah mengetahui tentang permulaan, pertengahan, dan akhir drama dari Sang Ayah. Anda menerima pengetahuan tentang ciptaan ini dari Sang Pencipta. Sang Pencipta datang dan menjelaskan rahasia tentang diri Beliau dan ciptaan-Nya. Inilah kendaraan yang telah Beliau masuki. Oleh sebab itu, Anda bisa mengatakan bahwa terdapat dua jiwa dalam badan ini. Sudah menjadi kebiasaan umum untuk mengundang arwah orang yang sudah meninggal dan menyajikan makanan kepada jiwa tersebut ketika dia datang. Sebelum ini, ada banyak arwah yang datang dengan cara ini dan orang-orang mengajukan pertanyaan kepada mereka. Sekarang, mereka sudah menjadi tamopradhan. Bahkan sekarang pun, beberapa orang mampu memberi tahu Anda tentang siapa mereka di kelahiran sebelumnya. Namun, tidak ada seorang pun yang mampu memberitahukan tentang masa depan kepada Anda; mereka hanya bisa memberitahukan masa lalu. Tidak semua orang bisa dipercaya dalam hal ini. Baba berkata, “Anak-anak yang manis, Anda sekarang harus terus hening. Ketika Anda sudah menjadi kuat dalam pengetahuan dan yoga, Anda akan menjadi teguh dan kokoh.” Pada saat ini, ada banyak anak di antara Anda yang masih polos. Manusia-manusia ilahi yang dahulu menghuni Bharata sangatlah kokoh. Mereka berkelimpahan harta. Sekarang, mereka sudah hampa. Mereka dahulu makmur, tetapi Anda sekarang sudah menjadi bangkrut. Anda tahu seperti apa Bharata dahulu dan seperti apa jadinya Bharata sekarang. Orang-orang akan mati kelaparan karena tidak akan ada bahan pangan, air minum, atau apa pun. Sebagian tempat akan terus kebanjiran sedangkan sebagian tempat yang lain tidak memiliki setetes pun air. Pada saat ini, ada awan-awan kesengsaraan. Di zaman emas, akan ada awan-awan kebahagiaan. Hanya Anda anak-anak yang memahami sandiwara ini. Tidak ada orang lain yang mengetahuinya. Sangatlah bagus jika Anda menjelaskan dengan menggunakan lencana. Ada ayah lokik yang terbatas, dan ada Yang Esa, Sang Ayah parlokik yang tak terbatas. Hanya satu kali pada zaman peralihan ini, Sang Ayah memberikan warisan tak terbatas kepada Anda dan menciptakan dunia baru. Dunia ini bersifat zaman besi dan nantinya akan menjadi bersifat zaman emas. Anda sekarang berada di peralihannya. Jika hati Anda bersih, keinginan Anda pun dikabulkan. Tanyalah diri Anda setiap hari, “Apakah saya sudah melakukan sesuatu yang buruk? Apakah saya menyimpan pikiran penuh sifat buruk dalam diri saya terhadap orang lain? Apakah saya mempertahankan intoksikasi karena mengetahui jati diri saya, atau membuang-buang waktu dengan bergosip?” Sang Ayah sudah memerintahkan, “Ingatlah Saya saja!” Jika Anda tidak mengingat Baba, Anda tidak mematuhi Beliau. Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, salam, dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Teruslah mempertahankan intoksikasi pengetahuan dan yoga serta jagalah agar hati Anda tetap bersih. Jangan membuang-buang waktu Anda dengan berpikir sia-sia atau bergosip.

2. Kita, jiwa-jiwa, bersaudara; kita sekarang harus pulang ke rumah. Latihlah ini dengan sangat teguh. Lampauilah badan, stabilkan diri dalam agama asli Anda, dan ingatlah Sang Ayah.

Berkah:
Semoga Anda penuh dengan keilahian dan mengembangkan kekuatan kebenaran dengan mengenali wujud sejati Anda sendiri dan wujud sejati Sang Ayah.

Anak-anak yang mengenali wujud mereka sendiri dan mengetahui pengenalan Sang Ayah yang sejati dengan akurat mampu mengembangkan kekuatan kebenaran dengan menyadari tentang wujud tersebut. Setiap pikiran mereka selanjutnya terus-menerus terisi dengan kebenaran dan keilahian. Ada pengalaman keilahian dalam setiap pikiran, perkataan, perbuatan, relasi, dan koneksi mereka. Kebenaran tidak perlu dibuktikan. Di mana ada kekuatan kebenaran, di situ sang jiwa terus menari dalam kebahagiaan.

Slogan:
Lakukanlah pelayanan memberikan sakaash, maka semua masalah akan segera melarikan diri.