01.04.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, Anda berurutan dalam mengenal Sang Ayah sebagaimana Beliau adanya
dan apa hakikat Beliau. Seandainya semua orang mengenali Beliau, pasti ada
kerumunan besar yang berkumpul di sini.
Pertanyaan:
Kapan suara
pengungkapan akan tersebar ke segala penjuru?
Jawaban:
Ketika
manusia akhirnya mengetahui bahwa Tuhan sendiri telah datang untuk mendirikan
dunia baru dengan menghancurkan dunia lama. Sang Ayah, yang memberikan
keselamatan kepada semua jiwa, telah datang untuk memberi kita buah atas
pemujaan kita. Ketika keyakinan ini ada, pengungkapan akan terjadi dan
pergolakan akan timbul di semua tempat.
Lagu:
Hujan
pengetahuan adalah bagi mereka yang bersama Sang Kekasih.
Om Shanti.
Anda
anak-anak mendengar dua baris lagu ini. Hujan pengetahuan adalah bagi mereka
yang bersama Sang Kekasih. Dunia tidak mengenal Sang Kekasih. Meskipun ada
banyak anak, banyak di antara mereka tidak tahu cara untuk mengingat Sang Ayah.
Mereka tidak tahu bagaimana harus mengingat Beliau; mereka berulang kali
melupakan Beliau. Sang Ayah menjelaskan, “Anak-anak, sadarilah diri Anda sebagai
jiwa.” Anda adalah titik. Sang Ayah adalah Sang Samudra Pengetahuan dan Anda
harus mengingat Beliau. Tanamkan latihan mengingat Baba sedemikian rupa di dalam
diri Anda, sehingga ingatan Anda menjadi konstan. Pada saat akhir, Anda harus
mengingat satu hal saja: “Saya adalah jiwa.” Anda masing-masing memiliki badan,
tetapi di dalam intelek, ingatlah pengetahuan bahwa Anda adalah jiwa. Anda telah
menerima petunjuk Sang Ayah. Jarang ada orang yang mengingat Saya sebagaimana
Saya adanya. Anak-anak menjadi sangat berkesadaran badan. Sang Ayah telah
menjelaskan bahwa sebelum Anda menyampaikan perkenalan Sang Ayah kepada
seseorang, dia tidak akan mampu memahami apa pun. Terlebih dahulu, mereka harus
tahu bahwa Yang Esa, yang tanpa citra jasmani, adalah Ayah kita, Tuhan dari Gita,
yaitu Sang Pemberkah Keselamatan Bagi Semua Jiwa. Pada saat ini, Beliau
memainkan peran untuk memberikan keselamatan. Andaikata para sadhu, orang suci,
dan lain-lain memiliki keyakinan dalam intelek mereka mengenai poin ini, mereka
semua akan berduyun-duyun datang ke sini dalam sedetik; akan timbul kekacauan
besar di Bharata. Seandainya mereka tahu bahwa dunia ini sekarang akan
dihancurkan, akan ada antrean dari Bombay ke Abu. Akan tetapi, tak seorang pun
bisa memiliki keyakinan secepat itu, Anda tahu bahwa penghancuran harus terjadi.
Mereka semua akan tetap terlelap dalam tidur nyenyak. Kemudian, pada saat akhir,
pengaruh Anda akan tersebar luas. Memiliki keyakinan dalam aspek bahwa Tuhan
dari Gita adalah Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, Shiva,
tidaklah semudah berkunjung ke rumah bibi Anda! Seandainya aspek ini dikenal
luas, suara itu akan tersebar ke seluruh penjuru Bharata. Pada saat ini, ketika
Anda menjelaskan kepada seseorang, orang lain akan memberi tahu dia bahwa dia
telah diguna-guna. Pohon ini harus bertumbuh perlahan-lahan. Masih ada sedikit
waktu yang tersisa. Anda masih memiliki waktu untuk berupaya. Anda menjelaskan
kepada orang-orang penting, tetapi mereka tidak mengerti apa-apa. Di antara Anda
anak-anak juga, sebagian dari Anda tidak memahami pengetahuan ini. Jika tidak
ada ingatan terhadap Sang Ayah, tahapan itu tidak bisa tercapai. Sang Ayah
memahami keyakinan Anda. Hingga sejauh ini, beberapa orang di antara Anda bahkan
tidak mengingat Baba sebanyak satu atau dua persen. Sekalipun duduk di sini,
mereka tidak memiliki cinta kasih terhadap Sang Ayah. Di sini harus ada cinta
kasih dan keberuntungan. Seandainya mereka memiliki cinta kasih terhadap Sang
Ayah, mereka pasti mengerti bahwa mereka harus mengikuti shrimat pada setiap
langkah. Kita sedang menjadi master dunia. Selama setengah siklus, ada kesadaran
badan. Inilah sebabnya, sekarang dibutuhkan banyak upaya untuk menjadi
berkesadaran jiwa. Menyadari diri Anda sebagai jiwa dan mengingat Sang Ayah yang
terkasih tidak semudah berkunjung ke rumah bibi Anda! Seandainya mereka
melakukan ini, pasti tampak sinar yang sedemikian rupa pada wajah mereka. Ketika
seorang gadis menikah dan mengenakan perhiasan, wajahnya memancarkan begitu
banyak kebahagiaan. Akan tetapi, di sini, beberapa anak bahkan tidak mengingat
Sang Mempelai Pria, sehingga wajah mereka tetap layu, jangan tanya lagi. Ketika
seorang gadis menikah, wajahnya tampak sangat bahagia, sedangkan wajah beberapa
gadis yang lain tampak seperti mayat bahkan setelah menikah. Ada bermacam-macam
orang. Sebagian dari mereka menjadi bingung ketika pindah ke rumah yang lain. Di
sini pun sama. Untuk mengingat Sang Ayah, diperlukan upaya. Ada ungkapan
mengenai saat-saat terakhir, “Tanyalah para gope dan gopi tentang kebahagiaan
melampaui panca indra.” Anda harus menciptakan tahapan menyadari diri Anda
sebagai gope dan gopi serta memiliki ingatan yang konstan terhadap Sang Ayah.
Sampaikanlah perkenalan Sang Ayah kepada semua orang. Sang Ayah telah datang dan
memberikan warisan kepada Anda. Semua pengetahuan termasuk di dalamnya. Pada
saat akhir, ketika Lakshmi dan Narayana menyelesaikan kelahiran ke-84 mereka,
Sang Ayah datang dan mengajarkan Raja Yoga kepada mereka serta memberi mereka
kerajaan. Gambar Lakshmi dan Narayana adalah gambar nomor satu. Anda tahu bahwa
mereka telah melakukan perbuatan sedemikian rupa di kelahiran mereka sebelumnya
dan Sang Ayah sekarang sedang mengajari Anda cara untuk melakukan
perbuatan-perbuatan itu. Beliau berkata, “Jadilah ‘Manmanabhawa’! Tetaplah hidup
suci!” Jangan melakukan dosa apa pun, karena Anda sekarang sedang menjadi
jiwa-jiwa dermawan, master surga. Maya, Rahwana, telah membuat Anda melakukan
dosa selama setengah siklus. Sekarang, tanyalah diri Anda, “Apakah saya
melakukan dosa apa pun? Apakah saya terus melakukan perbuatan dermawan? Sudahkah
saya menjadi tongkat bagi yang buta?” Sang Ayah berkata, “Jadilah ‘Manmanabhawa’!”
Anda harus bertanya, “Siapa yang mengatakan, ‘Manmanabhawa’?” Orang-orang itu
mengklaim bahwa Krishnalah yang mengatakan ini. Anda tahu bahwa yang
mengatakannya adalah Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi,
Shiva. Perbedaannya bagaikan siang dan malam. Bersama hari kelahiran Shiva, juga
ada hari kelahiran Gita. Bersama hari kelahiran Gita, juga ada hari kelahiran
Krishna. Anda tahu bahwa Anda akan menjadi pangeran di masa depan. Anda harus
berubah dari pengemis menjadi pangeran. Inilah tujuan dan sasaran Raja Yoga.
Anda bisa membuktikan bahwa Tuhan dari Gita bukan Shri Krishna, melainkan Yang
Esa, yang tanpa citra jasmani, maka pendapat tentang Tuhan berada di mana-mana
akan ditinggalkan orang. Hanya Sang Ayahlah Sang Pemberkah Keselamatan Bagi
Semua Jiwa dan Sang Penyuci. Beliau juga disebut Sang Pembebas. Akan tetapi,
orang mengatakan bahwa Beliau ada di mana-mana. Mereka tidak memahami apa pun
yang mereka katakan. Mereka mengatakan apa saja yang terlintas dalam benak
mereka tentang agama. Ada tiga agama utama. Agama devi-devta berlangsung selama
setengah siklus. Anda tahu bahwa Sang Ayah mendirikan agama Brahmana, devi-devta,
dan kesatria. Dunia tidak mengetahuinya. Mereka beranggapan bahwa durasi zaman
emas adalah ratusan ribu tahun. Agama devi-devta yang asli dan abadi adalah yang
paling luhur dari semua agama. Akan tetapi, mereka telah melupakan agama mereka
sendiri dan telah menjadi tak beriman. Orang Kristen tidak meninggalkan agama
mereka. Mereka tahu bahwa Kristus mendirikan agama mereka. Islam, Buddha, dan
Kristen adalah agama-agama utama. Ada juga agama-agama lain yang lebih kecil.
Tak seorang pun tahu kapan perluasan ini dimulai. Belum lama berselang sejak
Muhammad ada. Mereka yang berasal dari agama Islam sangat tua. Orang Kristen
sangat terkenal, dan juga ada begitu banyak yang lain. Semua orang memiliki
agamanya sendiri. Mereka memiliki agama mereka sendiri yang berbeda, dan nama
yang berbeda, sehingga akhirnya menjadi bingung. Mereka tidak tahu bahwa hanya
ada empat kitab suci agama utama. Agama devi-devta dan agama Brahmana termasuk
di dalamnya. Brahmana menjadi devi-devta, yang kemudian menjadi kesatria. Tidak
ada yang mengetahuinya. Ada nyanyian, “Salam hormat kepada para Brahmana.” Sang
Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, datang dan mendirikan agama
Brahmana, devi-devta, dan kesatria. Istilah-istilah ini ada, tetapi mereka hanya
membaca segalanya seperti burung beo. Ini adalah hutan duri. Orang-orang percaya
bahwa Bharata dahulu adalah taman bunga. Akan tetapi, tak seorang pun tahu kapan
itu diciptakan, bagaimana caranya diciptakan, atau siapa yang menciptakannya.
Mereka tidak mengenal Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Oleh sebab itu, mereka telah
menjadi yatim-piatu. Inilah sebabnya timbul begitu banyak pertempuran dan
perkelahian. Mereka hanya terus menjadi senang melakukan pemujaan. Sang Ayah
sekarang telah datang untuk membawa cahaya. Beliau memberi Anda jeevan mukti
dalam sedetik. Ketika Sang Satguru memberi Anda minyak pengetahuan, kegelapan
ketidaktahuan menghilang. Anda mengerti bahwa kita sekarang berada dalam cahaya.
Sang Ayah telah memberikan mata ketiga kepada Anda masing-masing. Sekalipun
devi-devta ditunjukkan memiliki mata ketiga, orang-orang tidak mengerti maknanya.
Sesungguhnya, Andalah yang memiliki mata ketiga, tetapi mereka menunjukkan
devi-devta dengan mata ketiga. Brahmana tidak disebutkan di dalam Gita. Mereka
telah menunjukkan peperangan antara Kurawa dan Pandawa serta kereta kuda dalam
Gita. Mereka tidak mengerti apa-apa. Ketika Anda menjelaskan kepada mereka,
mereka berkata kepada Anda, “Kalian bahkan tidak percaya kepada kitab suci!”
Anda bisa memberi tahu mereka mengapa kita tidak menaruh keyakinan dalam kitab
suci. Ini karena kita mengetahui bahwa semua itu adalah pernak-pernik jalan
pemujaan. Pengetahuan dan pemujaan dikenang. Pemujaan dimulai ketika kerajaan
Rahwana bermula. Orang-orang Bharata memasuki jalan dosa dan menjadi korup dalam
agama dan perbuatan mereka, dan inilah sebabnya mereka sekarang menyebut diri
sebagai Hindu. Mereka sekarang telah menjadi tidak suci. Siapa yang menjadikan
mereka tidak suci? Rahwana! Orang-orang membakar ogoh-ogoh Rahwana. Mereka
beranggapan bahwa itu sudah berlanjut sejak zaman dahulu kala. Akan tetapi,
kerajaan Rahwana tidak ada di zaman emas. Mereka tidak mengerti apa-apa. Maya
telah sepenuhnya mengubah intelek mereka menjadi batu. Hanya Sang Ayah yang
mengubah Anda dari batu menjadi manusia ilahi. Hanya setelah Anda menjalani
zaman besi, barulah zaman emas bisa didirikan. Sang Ayah menjelaskan ini, tetapi
hal ini jarang melekat dalam intelek siapa pun. Anda, para kumari, sekarang
telah bertunangan. Beliau sedang mengubah Anda menjadi ratu. Anda telah diculik,
artinya: Anda jiwa-jiwa telah diberi tahu, “Anda dahulu milik Saya, tetapi Anda
kemudian melupakan Saya. Anda menjadi berkesadaran badan dan menjadi milik Maya.
Akan tetapi, ini bukan tentang melarikan diri atau diculik. Teruslah mengingat
Saya saja.” Hanya dalam ingatan, ada upaya. Banyak orang menjadi berkesadaran
badan dan melakukan perbuatan berdosa. Sang Ayah tahu bahwa beberapa jiwa sama
sekali tidak mengingat Beliau. Mereka menjadi berkesadaran badan serta melakukan
banyak dosa, sehingga kendi dosa menjadi penuh seratus kali lipat. Bukannya
menunjukkan jalan kepada orang lain, mereka sendiri justru lupa jalan. Mereka
kemudian menjadi jauh lebih merosot. Destinasi ini sangat tinggi. Mereka yang
mendaki naik, mencicipi manisnya nektar surga. Mereka yang jatuh, sepenuhnya
remuk. Kerajaan sedang didirikan. Lihatlah betapa besarnya perbedaan yang
tercipta! Beberapa anak belajar dan mencapai langit, sedangkan yang lain
terhempas ke tanah. Jika intelek mereka tumpul, mereka tidak mampu belajar.
Beberapa anak memberi tahu Baba bahwa mereka tidak mampu menjelaskan kepada
orang lain. Baba berkata, “Baiklah, cukup sadarilah diri Anda sebagai jiwa dan
ingatlah Saya, Ayah Anda, maka Saya akan memberi Anda kebahagiaan. Meskipun
demikian, Anda sama sekali tidak mengingat Saya.” Jika Anda mengingat Sang Ayah,
Anda pasti juga mengingatkan orang lain. Ketika Anda mengingat Sang Ayah,
dosa-dosa Anda terhapus. Anda tidak bisa pergi ke daratan kebahagiaan jika Anda
tidak mengingat Beliau. Anda bisa menerima warisan 21 kelahiran dari Sang Ayah
yang tanpa citra jasmani. Semua yang lain hanya memberikan kebahagiaan sementara.
Ketika seseorang melahirkan anak atau menerima berkah atau memenangkan lotre
melalui kekuatan sihir, keyakinan itu kemudian tertanam. Jika seseorang
memperoleh keuntungan dua atau empat juta rupee, dia memuji orang yang
membuatnya memperoleh keuntungan itu, tetapi semua itu bersifat sementara. Dia
tidak bisa menerima kesehatan atau kekayaan selama 21 kelahiran. Akan tetapi,
manusia tidak mengerti apa-apa, jadi Anda tidak bisa menyalahkan mereka. Mereka
hanya menjadi gembira karena kebahagiaan sementara. Sang Ayah mengajarkan Raja
Yoga kepada Anda anak-anak dan memberi Anda kedaulatan surga. Ini begitu mudah!
Beberapa anak tidak mampu menjelaskan apa pun sama sekali. Sebagian anak
mengerti, tetapi karena tidak memiliki yoga yang akurat, anak panah tidak
mengenai siapa pun. Karena berkesadaran badan, mereka melakukan satu dosa atau
yang lain. Yoga adalah yang utama. Melalui kekuatan yoga, Anda menjadi master
dunia. Tuhanlah yang mengajarkan yoga kuno kepada Anda, bukan Krishna.
Perziarahan ingatan sangat bagus. Ketika Anda pergi menonton drama, semua adegan
muncul dalam mental Anda. Akan tetapi, pasti perlu waktu untuk menceritakannya
kepada orang lain. Demikian juga di sini. Ada Sang Benih dan ada pohon; siklus
ini sangat jelas. Ini hanya masalah satu detik: hunian kedamaian, daratan
kebahagiaan, dan daratan kesengsaraan. Akan tetapi, Anda harus mampu
mengingatnya. Hal yang utama adalah perkenalan Sang Ayah. Sang Ayah berkata,
“Dengan mengingat Saya, Anda akan mengetahui segala sesuatu.” Achcha. Shiva Baba
mengingat Anda anak-anak. Brahma Baba tidak mengingat Anda. Shiva Baba tahu
siapa saja anak-anak Beliau yang layak. Tentu saja Beliau mengingat anak-anak
Beliau yang layak dan serviceable. Orang ini tidak akan mengingat siapa pun.
Jiwa ini telah menerima petunjuk, “Teruslah mengingat Saya saja!” Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Agar
menjadi beruntung, milikilah cinta kasih sejati terhadap Sang Ayah Yang Esa.
Memiliki cinta kasih berarti terus mengikuti shrimat Yang Esa pada setiap
langkah.
2. Anda benar-benar
harus melakukan perbuatan amal. Perbuatan amal terbesar adalah menyampaikan
perkenalan Sang Ayah kepada semua orang. Ingatlah Sang Ayah dan ingatkan semua
orang tentang Beliau.
Berkah:
Semoga Anda
mentransformasi drishti (pandangan) dan vritti (sikap mental) Anda, dan dengan
demikian mentransformasi dunia dengan menjadi sosok yang memberikan penglihatan.
Jadikan drishti Anda
ilahi dengan mentransformasi vritti Anda, dan banyak jiwa kemudian akan melihat
wujud sejati mereka, rumah sejati mereka, dan kerajaan sejati mereka dari
drishti Anda. Untuk memberi mereka drishti sejati itu, jangan sampai ada sedikit
pun kenakalan kesadaran badan dalam vritti Anda. Perbaiki vritti Anda dan
jadikan drishti Anda ilahi, maka dunia ini akan ditransformasi. Mereka yang
melihat Anda akan mengalami bahwa mata Anda bukan sekadar mata, tetapi wadah
ajaib. Mata Anda akan menjadi sarana untuk memberi mereka penglihatan.
Slogan:
Bersamaan
dengan semangat dan antusiasme dalam melakukan pelayanan, miliki juga sikap
mental (vritti) ketidaktertarikan tak terbatas. Inilah jalan menuju kesuksesan
Anda.
Sinyal Avyakt:
Untuk Menjadi Agung Resapkanlah Kebajikan Ilahi Kemanisan dan Kerendahan Hati
Mereka yang
meresapkan kebajikan ilahi kemanisan akan menjadi agung di sini, dan juga
mengklaim status di sana. Semua orang memandang mereka yang memiliki sifat manis
sebagai jiwa-jiwa yang agung. Jadi setiap anak khususnya harus memiliki
kebajikan ilahi kemanisan. Hanya dengan kemanisanlah Anda akan mampu memuliakan
nama "Madhusudan" (gelar Krishna, sosok yang manis). Mereka yang memiliki madu
kemanisan di dalam diri mereka hanya akan mengklaim kesuksesan dalam setiap
tugas yang mereka lakukan. Kegagalan akan tersingkirkan dari hidup mereka.