09.05.26       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, Anda telah datang kemari untuk merealisasi diri. Sadarilah diri Anda sebagai jiwa dan dengarkanlah Sang Ayah, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Berlatihlah selalu berkesadaran jiwa.

Pertanyaan:
Bagaimana Anda harus menjawab orang-orang yang menanyakan apakah Anda pernah memperoleh penglihatan tentang jiwa?

Jawaban:
Beri tahulah mereka, “Ya, kami pernah memperoleh penglihatan tentang jiwa. Jiwa adalah titik cahaya. Jiwalah yang memiliki sanskara baik maupun buruk. Kami sekarang telah menerima seluruh pengetahuan mengenai jiwa. Sebelum memperoleh penglihatan tentang jiwa, kami berkesadaran badan. Sekarang, kami telah menerima realisasi diri dan realisasi Tuhan dari Sang Jiwa Yang Maha Tinggi.”

Lagu:
Beliau tidak akan pernah terpisah dari kita, dan tidak akan ada penderitaan apa pun!

Om Shanti.
Anda, anak-anak rohani yang termanis, mendengar lagu ini. Anak-anak rohani menyanyikannya melalui badan mereka. Tak seorang pun dari mereka mengatakan bahwa mereka akan mempersembahkan diri kepada sadhu atau orang suci. Anda anak-anak tahu bahwa kita harus kembali bersama Sang Ayah dan meninggalkan badan kita di sini. Inilah sebabnya, dikatakan, “Kami akan meninggalkan badan ini dan pulang bersama Sang Ayah.” Sang Ayah datang hanya demi membawa kita pulang bersama Beliau. Ini merupakan soal pemahaman besar. Anak-anak memanggil-manggil, “Datanglah dan sucikanlah kami yang tidak suci ini.” Jadi, apa yang harus Saya lakukan? Saya tidak akan meninggalkan Anda di sini. Seluruh dunia ini tidak suci, dan Sang Ayah telah datang untuk membawa Anda pergi dari dunia yang tidak suci menuju ke dunia yang suci. Beliau akan membawa kita, jiwa-jiwa, kembali bersama-Nya. Anda tahu bahwa seluruh dunia ini penuh dengan sifat buruk. Namun, jika Anda menyebut seseorang penuh sifat buruk dan tidak suci, orang itu pasti akan kesal. Anda harus menjelaskan kepada orang dengan sangat diplomatis. Pujilah Sang Ayah Yang Esa. Anda anak-anak sekarang telah menerima pengetahuan. Anda harus berbicara dengan sangat bijaksana. Ketika Anda bertemu seseorang yang mengajukan terlalu banyak pertanyaan, katakan saja bahwa Anda masih kurang paham dalam hal ini dan bahwa sister senior Anda akan datang dan menjelaskan kepadanya. Katakan bahwa Shiva Babalah yang berbicara. Tuhan berkata, “Semua manusia tidak suci.” Manusia yang tidak suci tidak bisa disebut Tuhan. Karena manusia tidak suci, mereka memanggil-manggil Sang Penyuci. Sosok berbadan tidak bisa disebut Tuhan. Shiva yang tak berwujud jasmanilah yang disebut Tuhan. Ada banyak kuil untuk Shiva. Hanya ketika mereka memahami aspek ini, barulah mereka akan mampu untuk tetap berada di sini. Pertama-tama, katakanlah kepada mereka, “Tuhan Shiva berbicara.” Shiva Baba berkata, “Teruslah mengingat Saya saja!” Beliau tidak memiliki badan-Nya sendiri. Brahma, Vishnu, dan Shankar memiliki badan halus mereka sendiri, jadi mereka bisa dilihat. Yang Esa tidak bisa dilihat. Beliau disebut Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Anda juga mengatakan, “Saya, sang jiwa, meninggalkan badan lama dan mengambil badan baru.” Anda telah memperoleh penglihatan mengenai diri Anda, sang jiwa. Di jalan pemujaan, orang-orang melakukan pemujaan intens demi memperoleh penglihatan. Akan tetapi, mereka yang melakukan pemujaan tidak pernah memperoleh penglihatan tentang Tuhan. Mereka sama sekali tidak mengetahui hakikat Beliau. Mereka hanya mengatakan bahwa Beliau tak berwujud jasmani. Jiwalah yang berbicara. Sanskara juga berada di dalam jiwa. Ketika jiwa meninggalkan badannya, baik sang jiwa maupun badan sama-sama tidak bisa berbicara. Badan tidak bisa melakukan apa-apa tanpa jiwa. Terlebih dahulu, Anda harus mengenali sang jiwa. Anda hanya akan bisa mengenali Sang Ayah melalui Beliau. Karena jiwa tidak bisa mengenali maupun melihat dirinya sendiri, bagaimana mungkin dia bisa memperoleh penglihatan tentang Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi? Sekalipun mereka berbicara tentang bintang yang luar biasa berkilau di tengah dahi, tak seorang pun mengetahui bahwa peran 84 kelahiran terekam di dalam jiwa. Manusia sepenuhnya berkesadaran badan. Sang Ayah berkata, “Sekarang, jadilah berkesadaran jiwa! Sadarilah diri Anda sebagai jiwa, kemudian dengarkanlah Saya.” Jiwalah yang mendengarkan, dan harus ada Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, yang menjelaskan kepada jiwa-jiwa. Manusia menjelaskan kepada sesama manusia. Tak seorang pun memiliki pengetahuan tentang jiwa. Inilah sebabnya, dikatakan bahwa Anda harus terlebih dahulu mengenal jiwa. Milikilah realisasi diri. Jiwa sendiri bertanya, “Bagaimana saya bisa menyadari diri saya, sang jiwa?” Tak seorang pun tahu bagaimana keseluruhan peran terekam di dalam setiap jiwa. Tidak ada sadhu atau saniyasi yang mampu memberi tahu Anda hal-hal ini. Sang Ayah sendiri harus datang dan membuat Anda menyadari diri Anda. Sang Ayah berkata, “Sadarilah diri Anda sebagai jiwa dan dengarkanlah Saya, Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, yang tak berwujud jasmani.” Percakapan ini hanya bisa terjadi pada saat jiwa bertemu dengan Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Dunia tidak tahu kapan Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, datang – atau bagaimana Beliau datang dan menyampaikan penjelasan. Karena orang-orang tidak mengetahui hal ini, ada berbagai pendapat yang saling bertentangan. Semua hal itu didasarkan pada kitab-kitab suci. Sang Ayah berkata, “Anda tidak bisa mengenali Saya maupun diri Anda sendiri melalui kitab suci mana pun.” Orang-orang berkata bahwa setiap jiwa adalah Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Apa yang bisa terjadi dengan mengatakan itu? Siapa yang kemudian bisa menyucikan kita dari ketidaksucian? Siapa yang akan menjadikan kita trikaldarshi? Tidak akan ada orang lain yang bisa memberi kita pengetahuan tentang jiwa atau Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Inilah sebabnya, Anda mengatakan bahwa jiwa-jiwa yang tidak mengenal Ayah mereka sendiri adalah atheist. Orang-orang itu kemudian mengatakan bahwa mereka yang tidak melakukan pemujaan adalah atheist. Anda anak-anak tidak melakukan pemujaan apa pun. Anda memiliki banyak gambar yang bagus. Segala sesuatu dijelaskan dalam gambar-gambar itu. Jika seseorang belum pernah melihat peta dunia, bagaimana dia bisa tahu di mana letak London atau Amerika? Dia hanya bisa mengetahuinya ketika pengajarnya menunjukkan peta dan menjelaskannya kepada dia. Inilah sebabnya, Anda membuat gambar-gambar. Meskipun demikian, tak seorang pun mampu memahami detailnya. Dari mana dinasti surya mengklaim kerajaan mereka? Lalu, bagaimana dinasti chandra kemudian mengklaim kerajaan mereka? Apakah mereka bertempur melawan orang-orang dari dinasti surya? Anda mengerti bahwa semua orang menerima warisan mereka dari Sang Ayah Yang Esa. Orang-orang dari dinasti surya dan chandra adalah master dunia. Tidak ada agama lain, sehingga tidak ada pertempuran melawan siapa pun. Anda sekarang mengerti bahwa Anda sedang menjadi master dunia. Bukan berarti bahwa terjadi pertempuran, kemudian dinasti chandra mengalahkan dinasti surya. Tidak; itu adalah dua dinasti yang terpisah. Anda sekarang memiliki seluruh pengetahuan dari semua gambar dalam intelek Anda. Ketika murid-murid belajar di sekolah, seluruh pengetahuan dipahami oleh intelek mereka. Anak-anak kecil ditunjukkan gambar dalam buku, misalnya: “Ini namanya gajah, yang itu namanya ini, dan sebagainya.” Anda sekarang memahami drama ini. Seluruh siklus ada dalam intelek Anda. Semua hal ini baru, dan hanya jiwa-jiwa yang berasal dari marga Brahmana yang bisa memahami hal-hal ini. Orang lain hanya akan duduk dan berdebat tanpa ada manfaatnya. Bukan berarti bahwa segala sesuatu akan dijelaskan kepada semua orang pada saat bersamaan. Tidak; Anda harus menjelaskan kepada setiap orang secara pribadi. Aturannya adalah mereka harus terlebih dahulu memahami Sang Ayah dan sang jiwa sebelum mereka duduk di kelas. Jika tidak, mereka tidak akan mampu memahami apa-apa. Mereka hanya akan terus menyimpan keraguan. Anda harus menjelaskan bahwa hanya ada satu Tuhan, dan Beliau adalah Yang Maha Tinggi. Bahkan devi-devta pun tidak bisa disebut Tuhan. Anda sekarang telah menerima pengetahuan tentang jiwa. Jiwa-jiwalah yang mengalami buah dari perbuatan. Sanskara berada dalam tiap jiwa. Jiwa mendengarkan melalui organ fisik ini. Bhagwan (Tuhan), Sang Ayah, hanyalah Yang Esa, dan Anda menerima warisan dari Beliau. Baba telah menjelaskan, “Milikilah keyakinan bahwa Anda masing-masing adalah jiwa dan hubungkanlah intelek Anda dalam yoga kepada Sang Ayah.” Anda telah melakukan pemujaan, kelahiran demi kelahiran. Para pemuja Hanuman akan terus mengingat Hanuman, sedangkan para pemuja Krishna akan terus mengingat Krishna. Anda sekarang telah menerima penjelasan bahwa Anda adalah jiwa dan bahwa Sang Jiwa Yang Maha Tinggi adalah Ayah Anda Yang Maha Tinggi. Hanya dengan mengingat Beliau, Anda akan menerima warisan dari Sang Ayah, Sang Pencipta Surga. Kita pasti akan memasuki surga. Bharata dahulu adalah surga. Surga tidak ada pada saat ini, jadi tidak ada kerajaan surga. Di neraka, ada kerajaan Rahwana. Sebelumnya, Anda tidak tahu apa-apa tentang bagaimana Anda memerintah kerajaan atau bagaimana Anda kemudian menurun. Anda sekarang tahu bahwa Anda pasti harus menurun selagi mengalami kelahiran kembali. Sang Ayah berkata, “Sekarang, ingatlah Saya, maka Anda akan menjadi suci dan menerima warisan surga.” Ketika kita menjadi milik Sang Ayah, kita menerima warisan Beliau. Akan tetapi, sebelum kita berubah dari tamopradhan menjadi satopradhan serta menjadi suci melalui yoga, kita tidak bisa menerima warisan itu. Sang Ayah berkata, “Dengan mengingat Saya, dosa-dosa Anda akan terhapus dan Anda akan menjadi penakluk perbuatan berdosa. Ini adalah jaminan.” Penjelasan ini harus disampaikan. Sebagian orang akan mengerti, sedangkan mereka yang lain, yang mudah naik darah, akan mulai berteriak keras-keras; pasti akan ada satu atau dua orang yang menciptakan rintangan. Jika seseorang membuat keributan, beri tahulah dia, “Datanglah sendiri untuk memahami ini. Di sini, ada aturan bahwa Anda harus tinggal dalam tungku (bhatthi) selama tujuh hari untuk memahami semua ini.” Karena ini merupakan pengetahuan baru, orang-orang menjadi bingung. Ketika ada center yang baru dibuka, di sana harus ditempatkan seseorang yang pandai, yang mampu menjelaskan kepada semua orang. Tuhan dari semua jiwa hanyalah Yang Esa, dan semua jiwa bersaudara. Sang Jiwa Yang Maha Tinggi adalah Sang Ayah dari semua jiwa. Orang-orang memanggil-manggil, “Wahai, Sang Penyuci, datanglah!” Oleh sebab itu, Beliau pastilah suci; Beliau tidak pernah menjadi tidak suci. Hanya Sang Ayah yang datang dan menyucikan mereka yang tidak suci. Di zaman emas, semua jiwa suci. Di zaman besi, semua jiwa tidak suci. Ada banyak jiwa yang tidak suci dan sangat sedikit jiwa yang suci. Tidak semua jiwa akan pergi ke zaman emas. Mereka yang berubah dari tidak suci menjadi suci akan pergi ke dunia yang suci. Semua jiwa yang lain akan pergi ke hunian Nirwana. Anda juga tahu bahwa tidak semua orang di dunia akan datang kemari untuk meminta petunjuk. Akan sulit bagi Anda untuk memberikan petunjuk kepada seluruh dunia. Sekarang adalah waktu pelunasan bagi semua jiwa. Segala sesuatu harus dihancurkan. Anda memerlukan metode yang sangat jitu untuk menjelaskan semua ini agar orang-orang bisa duduk dan mendengarkan semuanya dengan tenang tanpa menimbulkan gangguan. Pertama-tama, sampaikanlah perkenalan Sang Ayah, “Hanya Shiva Baba adalah Sang Penyuci. Hanya Beliaulah yang menjelaskan kepada kita.” Ungkapan dari Gita ini sangat terkenal, “Sang Ayah, Sang Penyuci, berkata: ‘Ingatlah Saya, maka dosa-dosa Anda akan terhapus.’” Kata-kata ini hanya berkaitan dengan Gita. Shiva Baba berkata, “Ingatlah Saya! Sayalah Yang Mahakuasa, Sang Penyuci. Sayalah Sang Pemberkah Pengetahuan Gita dan Sang Samudra Pengetahuan.” Kata-kata ini berasal dari Gita. Hanya saja, orang mengatakan bahwa ini adalah perkataan luhur Tuhan Krishna, sedangkan Anda mengatakan bahwa ini adalah perkataan luhur Tuhan Shiva. Tuhan tak berwujud jasmani; Beliau tidak pernah mengalami kelahiran kembali. Beliau mengambil kelahiran yang ilahi dan unik. Beliau sendiri menjelaskan secara pribadi, “Saya memasuki badan tua orang biasa, yang disebut Kendaraan Yang Beruntung.” Beliau menciptakan ciptaan melalui Brahma. Inilah sebabnya, ada manusia yang diberi nama Brahma. Dari menjadi Brahma yang berwujud jasmani, dia menjadi malaikat yang halus dan suci. Sang Ayah datang untuk menyucikan yang tidak suci. Oleh sebab itu, Beliau pasti datang ke dalam dunia yang tidak suci dan dalam badan yang tidak suci. Ini adalah penjelasan yang mendetail. Terlebih dahulu, jelaskanlah bahwa Tuhan berkata, “Ingatlah Saya sebagaimana Anda mengingat Saya di siklus sebelumnya, maka dosa-dosa Anda akan terhapus. Dari tidak suci, jadilah suci!” Mereka bahkan bernyanyi, “Wahai, Sang Penyuci, datanglah!” Sungai Gangga selalu ada. Namun, karena Anda memanggil-manggil, Beliau pasti datang dari suatu tempat. Sang Penyuci datang untuk memainkan peran-Nya, yaitu menyucikan yang tidak suci. Sang Ayah berkata, “Anda dahulu suci, kemudian campuran ketidaksucian mencemari Anda. Itu hanya bisa dihilangkan melalui kekuatan yoga. Ketika Anda menjadi suci, Anda akan pergi ke dunia yang suci dan dunia yang tidak suci akan dilenyapkan.” Resapkanlah baik-baik segala sesuatu yang dijelaskan kepada Anda. Kita hanya memuji Sang Ayah Yang Maha Tinggi. Sang Ayah yang tak terbatas menjelaskan bahwa Anda telah menjadi sangat tidak suci selagi memainkan peran Anda selama 84 kelahiran. Anda pada awalnya suci, tetapi sekarang Anda telah menjadi tidak suci. Sekarang, dengan terus melakukan perziarahan ingatan, Anda akan menjadi suci. Anda telah menuruni tangga di jalan pemujaan. Ini adalah hal yang sangat mudah; pahamilah ini dalam intelek Anda, anak-anak. Bangunlah saat dini hari dan aduklah samudra pengetahuan, kemudian jelaskanlah kepada siapa pun yang datang kepada Anda. Catatlah poin-poin utama dari murli, kemudian ulangilah itu bagi diri Anda sendiri, agar poin-poin tersebut menjadi teguh dalam hati Anda. Hal yang pertama dan utama adalah mengingat Sang Ayah. Sang Ayah berkata, “Manmanabhava! Ingatlah Saya, maka dosa-dosa Anda akan terhapus!” Apakah Anda melakukan ini atau tidak, tergantung Anda sendiri. Anda telah menerima perintah Sang Ayah. Jika Anda ingin pergi ke dunia yang suci, yoga intelek Anda tidak boleh teralihkan ke dunia yang tidak suci. Jangan menuruti sifat buruk nafsu birahi! Anda terus menerima banyak penjelasan. Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Bangunlah saat dini hari dan aduklah samudra pengetahuan. Catatlah dan ulangilah apa pun yang Sang Ayah beri tahukan kepada Anda, kemudian sampaikan itu kepada orang lain. Pertama-tama, sampaikanlah perkenalan Sang Ayah kepada semua orang.

2. Agar bisa pergi ke dunia yang suci, putuskanlah yoga intelek Anda dari dunia yang tidak suci.

Berkah:
Semoga Anda menjadi pebisnis kelas satu dan menggunakan setiap detik serta setiap pikiran untuk mengumpulkan pendapatan, sehingga menjadi multimiliuner.

Seorang pebisnis kelas satu mengetahui cara untuk membuat dirinya tetap sibuk. Pebisnis berarti seseorang yang tidak menyia-nyiakan satu pikiran pun, tetapi memperoleh sesuatu melalui setiap pikiran. Seperti para pebisnis duniawi yang menggunakan setiap sen dan menjadikannya berjuta-juta, dengan cara yang sama, ketika Anda memperoleh sesuatu dalam setiap detik dan melalui setiap pikiran, Anda akan menjadi multimiliuner. Dengan melakukan ini, intelek Anda akan berhenti mengembara dan komplain tentang pikiran sia-sia akan berakhir.

Slogan:
Mereka yang meminta sesuatu tidak akan pernah bisa memiliki harta kebahagiaan secara penuh.

Sinyal Avyakt:
Alamilah Senantiasa Tahapan Kokoh Tak Tergoyahkan dan Konstan

Hanya mereka yang secara konstan duduk di kursi master mahakuasa yang mampu tetap kokoh tak tergoyahkan. BapDada berkata: Bahkan jika Anda harus melepaskan badan Anda, Anda tidak boleh melepaskan kebahagiaan Anda. Uang tidak ada artinya dibandingkan dengan itu. Bagi mereka yang memiliki harta kebahagiaan, tidak ada yang sulit, dan karena BapDada selalu bersama Anda, anak-anak yang bekerjasama dan serviceable, tidak ada yang perlu ditakuti.