13.03.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, Anda harus mengikuti shrimat dan melayani seluruh dunia serta unsur
alam, untuk menyucikan mereka. Tunjukkanlah jalan menuju kebahagiaan dan
kedamaian kepada semua orang.
Pertanyaan:
Hal apa yang
tidak Anda butuhkan karena Anda sedang berupaya untuk melupakan bahkan badan
Anda sendiri?
Jawaban:
Gambar.
Berhubung Anda harus melupakan sosok (badan) Anda sendiri, apa gunanya
gambar-gambar itu? Sadarilah diri Anda sebagai jiwa dan ingatlah Sang Ayah yang
tak berbadan serta rumah Anda. Gambar hanyalah untuk anak-anak kecil; yaitu,
orang-orang baru. Anda harus terus mengingat Baba dan menginspirasi orang lain
untuk mengingat Beliau. Teruslah melakukan bisnis Anda dan berlatihlah untuk
terus mengingat Baba agar Anda bisa menjadi satopradhan.
Lagu:
Saya datang
setelah membangunkan keberuntungan saya.
Om Shanti.
Anak-anak
yang termanis, ketika Anda mendengar kata-kata ini, Anda langsung merinding
karena bahagia. Anda anak-anak tahu bahwa Anda telah datang kemari untuk
mengklaim keberuntungan Anda, yaitu keberuntungan surga. Ini tidak disebutkan di
mana pun. Anda tahu bahwa Anda sedang mengklaim warisan surga dari Sang Ayah;
artinya, Anda sedang berupaya untuk menciptakan surga. Anda bukan berupaya hanya
untuk menjadi penghuni surga, melainkan juga untuk mengklaim status yang
tertinggi di surga. Sang Ayah, yang memberikan penglihatan tentang surga, sedang
mengajar kita. Anda anak-anak harus memiliki intoksikasi ini. Pemujaan sekarang
menjelang berakhir. Ada ungkapan bahwa Tuhan datang untuk mengangkat para pemuja
karena mereka terperangkap oleh belenggu Rahwana. Ada begitu banyak manusia, dan
semuanya memiliki pendapat yang berbeda. Anda sekarang telah mengetahui bahwa
siklus dunia adalah sandiwara yang berlanjut secara abadi. Orang-orang Bharata
mengerti bahwa mereka dahulu adalah penghuni dunia baru yang kuno, dan bahwa
mereka sekarang telah menjadi penghuni dunia tua. Sang Ayah menciptakan surga,
dunia baru, kemudian Rahwana menjadikannya neraka. Dengan mengikuti petunjuk
BapDada, Anda sekarang menciptakan dunia baru bagi diri Anda. Anda sedang
belajar untuk dunia baru. Siapa yang sedang mengajar Anda? Sang Samudra
Pengetahuan, Sang Penyuci, Yang Esa, yang dipuji. Pujian tidak bisa dinyanyikan
tentang siapa pun selain Yang Esa. Hanya Beliaulah Sang Penyuci. Kita semua
tidak suci. Tidak ada yang mengingat dunia yang suci. Anda sekarang paham bahwa
dahulu benar-benar ada dunia yang suci, 5000 tahun yang lalu. Hanya ada Bharata
ini. Semua agama yang lain berada dalam kedamaian. Kita, penghuni Bharata,
dahulu berada di daratan kebahagiaan. Manusia menginginkan kedamaian, tetapi tak
seorang pun bisa tetap damai di sini. Ini bukan hunian kedamaian. Hunian
kedamaian adalah alam jiwa, tempat kita berasal. Zaman emas adalah daratan
kebahagiaan; itu tidak bisa disebut hunian kedamaian. Di sana, Anda hidup dalam
kesucian, kedamaian, dan kebahagiaan. Tidak ada pergolakan di sana. Ketika
anak-anak membuat keributan di rumah, mereka disuruh diam. Sang Ayah mengatakan,
“Anda jiwa-jiwa berasal dari hunian kedamaian itu, kemudian Anda datang ke
daratan penuh pertikaian ini.” Intelek Anda memahaminya. Anda sekali lagi sedang
berupaya untuk mengklaim status yang tertinggi dari Sang Ayah. Sekolah ini tidak
kurang hebatnya. Ini adalah Universitas Tuhan, Sang Ayah. Inilah universitas
terbesar di seluruh dunia. Semua jiwa mengklaim warisan kedamaian dan
kebahagiaan dari Sang Ayah di sini. Tidak ada pujian bagi siapa pun selain Sang
Ayah Yang Esa. Tidak ada pujian bagi Brahma. Hanya Sang Ayah yang datang pada
saat ini dan memberikan warisan kepada Anda. Kemudian, akan ada kebahagiaan dan
hanya kebahagiaan. Hanya Sang Ayah Yang Esa yang memberi Anda kedamaian dan
kebahagiaan. Hanya ada pujian bagi Beliau. Tidak ada pujian bagi siapa pun di
zaman emas dan perak. Di sana, kerajaan berlanjut. Anda mengklaim warisan Anda
dan semua jiwa yang lain tinggal di hunian kedamaian. Tidak ada pujian bagi
siapa pun. Sekalipun Kristus mendirikan agama, dia memang harus melakukannya.
Walaupun dia mendirikan agama, dia masih terus menurun. Jadi, apa yang bisa
dipuji? Hanya ada pujian tentang Yang Esa, yang disebut Sang Penyuci dan Sang
Pembebas. Bukan berarti bahwa Beliau mengingat Kristus, Buddha, dan yang
lain-lain. Merekalah yang hanya mengingat Tuhan Yang Esa, Sang Ayah. Tak seorang
pun dipuji di zaman emas. Di kemudian hari, ketika agama-agama dimulai, barulah
orang menyanyikan pujian Sang Ayah, dan pemujaan dimulai. Bagaimana drama
tercipta? Hanya mereka yang telah menjadi anak-anak Sang Ayah yang mengerti
bagaimana siklus terus berputar. Sang Ayah adalah Sang Pencipta. Beliau
menciptakan dunia baru, surga. Akan tetapi, tidak semua jiwa bisa pergi ke surga.
Makna penting drama juga harus dipahami. Anda menerima warisan kebahagiaan dari
Sang Ayah. Dewasa ini, semua orang tidak bahagia. Semua jiwa harus pulang ke
rumah, kemudian akan ada kebahagiaan. Anda anak-anak telah menerima peran yang
sangat bagus. Sang Ayah, yang begitu banyak dipuji, telah datang dan sedang
duduk secara pribadi di depan Anda anak-anak serta memberi Anda penjelasan. Anda
semua adalah anak-anak. Sang Ayah selalu bahagia. Sesungguhnya, Anda tidak bisa
mengatakan ini tentang Sang Ayah. Seandainya Beliau menjadi bahagia, berarti
Beliau juga bisa menjadi tidak bahagia. Sang Ayah melampaui semua itu. Pujian
Beliau juga merupakan pujian Anda pada saat ini. Kemudian, di masa depan, pujian
Anda akan berbeda. Sebagaimana Sang Ayah adalah Sang Samudra Pengetahuan,
demikian juga Anda. Anda memiliki pengetahuan tentang siklus dunia dalam intelek
Anda. Anda tahu bahwa Sang Ayah adalah Sang Samudra Kebahagiaan dan bahwa Anda
menerima begitu banyak kebahagiaan dari Beliau. Pada saat ini, Anda sedang
menerima warisan dari Sang Ayah. Beliau sedang mengajarkan cara untuk melakukan
perbuatan luhur kepada Anda anak-anak. Dengan cara yang sama, Lakshmi dan
Narayana pasti telah melakukan perbuatan yang sedemikian baik dalam kehidupan
mereka sebelumnya, sehingga mereka mencapai status yang sedemikian tinggi. Tak
seorang pun di dunia memahami bagaimana mereka mengklaim kerajaan mereka. Sang
Ayah berkata, “Anda anak-anak sekarang sedang menjadi seperti ini.” Intelek Anda
memahami bahwa Anda dahulu luhur dan bahwa Anda sekali lagi sedang menjadi
demikian. Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan kepada Anda falsafah tentang
perbuatan, perbuatan netral, dan perbuatan berdosa yang menjadikan Anda
sedemikian rupa. Beliau memberi Anda shrimat, jadi Anda harus memahami shrimat.
Melalui shrimat, Baba membuat seluruh dunia menjadi luhur, termasuk semua unsur
alam dan sebagainya. Di zaman emas, semua orang dan segala sesuatu bersifat
luhur. Tidak ada pergolakan atau badai apa pun. Di sana suhunya tidak terlalu
panas atau terlalu dingin; di sana selalu musim semi. Anda selalu sangat bahagia
di sana. Orang-orang itu bernyanyi bahwa Tuhan (Khuda) mendirikan surga (Bahist).
Oleh sebab itu, Anda harus berupaya untuk mengklaim status tinggi. Ungkapan ini
selalu diingat, “Ikutilah sang ibu dan sang ayah.” Ketika Anda mengingat Sang
Ayah, dosa-dosa Anda terhapus. Kita jiwa-jiwa sekarang harus pulang ke rumah
bersama Sang Ayah. Ikutilah shrimat dan tunjukkan jalan kepada semua orang. Sang
Ayah yang tak terbatas adalah Sang Pencipta surga. Sekarang, ini adalah neraka.
Beliau pasti telah memberikan warisan surga di neraka. Kita sekarang sedang
menyelesaikan 84 kelahiran dan kita akan mengalami kelahiran pertama kita di
surga. Tujuan dan sasaran Anda berada tepat di hadapan Anda. Anda harus menjadi
ini. Kita sekali lagi sedang menjadi seperti Lakshmi dan Narayana. Sesungguhnya,
gambar-gambar ini tidak diperlukan. Mereka yang lemah berulang kali melupakannya.
Itulah sebabnya, gambar-gambar ini disimpan. Beberapa orang bahkan menyimpan
foto Krishna; mereka tidak mampu mengingat Krishna tanpa melihatnya. Ada gambar
dalam intelek setiap orang. Anda tidak perlu memajang gambar. Sadarilah diri
Anda sebagai jiwa. Anda juga harus melupakan sosok Anda sendiri. Anda harus
melupakan semua hubungan, termasuk terhadap badan Anda sendiri. Sang Ayah
berkata, “Anda adalah para kekasih dari Sang Kekasih Yang Esa.” Sang Ayah yang
terkasih mengatakan, “Teruslah mengingat Saya agar dosa-dosa Anda bisa terhapus.
Tahapan Anda harus sedemikian rupa, sehingga ketika meninggalkan badan, Anda
mengerti bahwa Anda sedang meninggalkan dunia tua ini dan pergi kepada Sang
Ayah.” Sekarang, 84 kelahiran Anda telah berakhir, dan Anda harus pulang. Sang
Ayah telah memberi Anda petunjuk, “Ingatlah Saya! Itu saja.” Ingatlah Sang Ayah
dan rumah yang manis saja. Intelek Anda mengerti bahwa Anda dahulu adalah
jiwa-jiwa terpisah dari badan dan bahwa Anda telah datang kemari untuk memainkan
peran, karena itulah Anda mengadopsi badan. Selagi memainkan peran, Anda menjadi
tidak suci. Badan ini adalah sepatu tua. Sang jiwa sekarang sedang menjadi suci.
Badan yang suci tidak bisa diterima di sini. Kita jiwa-jiwa sekarang harus
pulang ke rumah. Kita akan terlebih dahulu menjadi pangeran dan putri raja;
kemudian, setelah menikah, kita akan menjadi Lakshmi dan Narayana. Orang-orang
tidak tahu siapa sebenarnya Radhe dan Krishna. Mereka masing-masing berasal dari
kerajaan yang berbeda, kemudian mereka menikah. Beberapa anak telah melihat
upacara pernikahan mereka dalam trans. Pada awalnya, Anda menerima banyak
penglihatan karena peran itu berlanjut untuk membuat Anda tetap bahagia di
Pakistan. Pada saat akhir, hanya akan ada kekerasan. Akan terjadi banyak gempa
bumi. Anda akan terus memperoleh penglihatan. Anda masing-masing akan mengetahui,
status apa yang akan Anda klaim. Pada saat itu, mereka yang kurang giat belajar
akan sangat menyesal. Sang Ayah akan berkata, “Anda tidak belajar maupun
mengajar orang lain. Anda juga tidak terus mengingat Baba.” Hanya dengan
mengingat Baba, Anda bisa menjadi satopradhan. Hanya Baba Sang Penyuci. Beliau
mengatakan, “Teruslah mengingat Saya saja, maka campuran ketidaksucian dalam
diri Anda akan hilang. Anda harus berupaya untuk terus menempuh perziarahan
ingatan. Anda boleh terus menjalankan bisnis Anda dan sebagainya. Anda harus
melakukan perbuatan, tetapi yoga intelek Anda harus tersambung ke sana. Di
sinilah Anda harus berubah dari tamopradhan menjadi satopradhan. Selagi tinggal
di rumah bersama keluarga Anda, ingatlah Saya, karena hanya dengan demikian,
Anda bisa menjadi master dunia baru.” Sang Ayah tidak memberi Anda kesulitan
lain. Beliau menunjukkan metode yang sangat mudah kepada Anda. “Agar bisa
menjadi master daratan kebahagiaan, teruslah mengingat Saya saja.” Sekarang,
ingatlah Beliau saja: Baba juga adalah bintang. Orang yakin bahwa karena Beliau
adalah Yang Mahakuasa, Beliau sangat terang. Sang Ayah mengatakan, “Saya adalah
Sang Benih Yang Maha Hidup Dari Pohon Dunia Manusia. Karena Saya adalah Sang
Benih, maka Saya mengetahui permulaan, pertengahan, dan akhir. Anda bukan benih.
Sayalah Sang Benih. Inilah sebabnya, Saya disebut sebagai Sang Samudra
Pengetahuan.” Beliaulah Sang Benih Yang Maha Hidup Dari Pohon Dunia Manusia, dan
itulah sebabnya, Beliau pasti mengetahui bagaimana siklus dunia terus berputar.
Para rishi dan muni tidak mengenal Sang Pencipta maupun permulaan, pertengahan,
dan akhir ciptaan. Seandainya anak-anak mengetahuinya, tidak perlu waktu selama
itu bagi mereka untuk pergi kepada Beliau. Akan tetapi, tak seorang pun
mengetahui jalan menuju Sang Ayah. Bagaimana mungkin mereka yang tidak suci
pergi ke dunia yang suci? Inilah sebabnya, Sang Ayah berkata, “Taklukkanlah
sifat buruk nafsu birahi, musuh terbesar! Itulah yang membuat Anda menderita
sejak itu dimulai hingga pertengahan sampai akhir.” Beliau menerangkan kepada
Anda anak-anak dengan begitu jelas. Tidak ada kesulitan apa pun. Anda hanya
perlu mengingat Sang Ayah dan warisan. Dengan mengingat Sang Ayah, yaitu dengan
beryoga, dosa-dosa Anda akan terbakar habis. Dalam sedetik, Anda menerima
kedaulatan dari Sang Ayah. Sekalipun Anda anak-anak akan pergi ke surga, Anda
benar-benar harus berupaya untuk mengklaim status yang tinggi di sana. Anda
harus pergi ke surga. Dengan mendengarkan sedikit saja, orang akan mengerti
bahwa Sang Ayah telah datang. Bahkan sekarang pun, mereka mengatakan bahwa ini
adalah Perang Mahabharata yang sama. Pastilah Sang Ayah yang mengajarkan Raja
Yoga kepada Anda anak-anak. Anda terus membangunkan semua orang. Mereka yang
membangunkan banyak orang akan mengklaim status tinggi. Anda harus berupaya.
Tidak semua orang bisa berada dalam golongan pembuat upaya yang sama. Ini adalah
sekolah yang sangat penting. Ini adalah Universitas Dunia. Seluruh dunia harus
diubah menjadi daratan kebahagiaan dan daratan kedamaian. Pernahkah Anda
menemukan Sang Pengajar yang sedemikian rupa? Seluruh dunia disebut jagad raya.
Hanya Sang Ayah yang membuat semua manusia di seluruh jagad raya menjadi
satopradhan; artinya, hanya Beliau yang menciptakan surga. Semua perayaan yang
dirayakan di jalan pemujaan mengacu pada masa sekarang, yaitu zaman peralihan.
Di zaman emas dan perak tidak ada perayaan. Di sana, mereka hanya menikmati
imbalan. Semua perayaan dirayakan di sini. Holi dan Dhuriya merupakan aspek
pengetahuan. Perayaan dirayakan untuk mengenang segala sesuatu yang pernah
terjadi di masa lalu, tetapi sesungguhnya semua itu berasal dari saat ini. Holi
juga mengacu pada masa sekarang. Segala sesuatu dituntaskan dalam seratus tahun
terakhir dalam siklus. Bahkan dunia pun menjadi baru. Anda mengerti bahwa Anda
telah mengklaim warisan surga berulang kali, kemudian kehilangan itu. Anda
memiliki kebahagiaan bahwa Anda sekali lagi sedang mengklaim warisan Anda dari
Sang Ayah. Anda juga harus menunjukkan jalan kepada orang lain. Sesuai dengan
drama, surga pasti harus didirikan. Sebagaimana malam datang setelah siang dan
siang datang setelah malam, zaman emas pasti harus datang setelah zaman besi.
Genderang kebahagiaan harus ditabuh dalam intelek Anda, anak-anak yang termanis.
Waktu akan segera berakhir dan kita akan pergi ke hunian kedamaian. Inilah
kelahiran terakhir. Penderitaan karma juga menjadi ringan melalui kebahagiaan.
Sebagian rekening karma harus dilunasi melalui penderitaan dan sebagian lagi
melalui kekuatan yoga. Sang Ayah memberi Anda kesabaran. Hari-hari kebahagiaan
konstan Anda akan segera datang. Anda harus melanjutkan bisnis Anda dan
lain-lain, karena Anda membutuhkan uang untuk kelangsungan hidup badan Anda.
Baba telah menjelaskan bahwa para pengusaha menyisihkan uang untuk beramal.
Mereka yakin bahwa jika mereka mengakumulasi banyak kekayaan, mereka akan mampu
berdonasi lebih banyak lagi. Di sini Sang Ayah juga menjelaskan, “Bahkan
seandainya seseorang hanya memberikan dua paisa, dia menerima begitu banyak
imbalan untuk 21 kelahiran. Sebelumnya, Anda biasanya menerima imbalan atas apa
pun yang Anda donasikan dan berikan untuk amal dalam kelahiran Anda berikutnya.
Sekarang, Anda menerima imbalan untuk 21 kelahiran. Dahulu, Anda terbiasa
memberi kepada para sadhu dan orang suci. Anda sekarang paham bahwa segala
sesuatu akan dihancurkan. Saya sekarang telah datang secara pribadi di depan
Anda. Oleh sebab itu, gunakan segala sesuatu untuk tugas ini, maka Anda akan
menerima warisan untuk 21 kelahiran.” Sebelumnya, Anda memberi secara tidak
langsung, tetapi sekarang Anda memberi secara langsung. Segala milik Anda yang
lain akan dihancurkan. Baba terus memberi tahu Anda, “Jika Anda memiliki uang,
bukalah center. Cukup tulislah: Gita Pathshala sejati.” Tuhan berkata, “Teruslah
mengingat Saya dan warisan Anda saja.” Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Agar bisa
menjadi layak dipuji seperti sang ayah, “Ikutilah sang ayah.”
2. Ini adalah
kelahiran terakhir. Anda sekarang harus pulang ke rumah. Oleh sebab itu,
genderang kebahagiaan harus ditabuh dalam hati Anda. Lunasilah semua penderitaan
karma dalam kebahagiaan melalui karma yoga, yaitu dengan mengingat Sang Ayah.
Berkah:
Semoga Anda
memiliki kesadaran sebagai master dan anak, serta menjadi penuh dengan semua
pencapaian dan hak atas semua harta.
Anda adalah anak dan
master dari semua harta Sang Ayah, yogi alami (sahaj yogi) dan jiwa yang secara
alami berdaulat atas diri. Jadilah penuh dengan semua pencapaian melalui
kesadaran ini. Teruslah menyanyikan lagu, “Saya telah mencapai apa yang ingin
saya capai”. Jangan bermain permainan ‘kalah dan menemukan, kalah dan menemukan’.
“Saya sedang mencapai, saya sedang mencapai” bukanlah kata-kata dari mereka yang
memiliki hak. Mereka yang merupakan anak-anak dari Sang Ayah yang penuh,
anak-anak Sang Samudra, seharusnya tidak perlu bekerja keras seperti budak
pelayan.
Slogan:
Mengklaim
kemenangan atas penderitaan karma dengan kekuatan yoga adalah membuat upaya yang
luhur.
Sinyal Avyakt:
Jadikan Fondasi Keyakinan Anda Kuat dan Kokoh serta Jadilah Senantiasa Tanpa
Rasa Takut dan Tanpa Kekhawatiran
Pertama-tama, Anda
harus memiliki keyakinan penuh pada diri sendiri. Kemudian, Anda harus penuh
keyakinan kepada BapDada dan jiwa-jiwa seluruh keluarga. Ketika Anda penuh
keyakinan dan intelek Anda memiliki keyakinan dalam segala hal yang Anda lakukan,
maka, karena keyakinan itu, Anda juga akan mengklaim kesuksesan. Dengan menjadi
penuh keyakinan, setiap tugas, setiap pikiran, dan setiap kata akan menjadi
penuh kekuatan.