14.03.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, Sang Ayah Yang Esa adalah Aktor nomor satu dan peran Beliau adalah
menyucikan jiwa-jiwa yang tidak suci. Tidak ada orang lain yang mampu berperan
seperti Sang Ayah.
Pertanyaan:
Yoga para
saniyasi bersifat fisik. Bagaimana Sang Ayah mengajarkan yoga spiritual kepada
Anda?
Jawaban:
Para saniyasi
mengajari Anda untuk beryoga dengan unsur brahm. Akan tetapi, unsur brahm adalah
hunian, dan itu adalah yoga fisik. Unsur alam bukanlah Yang Maha Tinggi. Anda
anak-anak beryoga dengan Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Oleh sebab itu, yoga Anda
bersifat spiritual. Hanya Sang Ayah yang mampu mengajarkan yoga ini. Tak seorang
pun yang lain mampu mengajarkannya, karena hanya Beliaulah Sang Ayah rohani Anda.
Lagu:
Engkaulah
Sang Samudra Cinta Kasih. Kami haus akan setetes cinta kasih-Mu.
Om Shanti.
Anak-anak,
ada banyak orang yang mengatakan, “Om shanti,” yaitu mereka memperkenalkan diri
mereka, jiwa-jiwa. Akan tetapi, mereka sendiri tidak mampu memahaminya. Mereka
telah memberikan banyak makna untuk istilah “Om shanti”. Ada yang mengatakan
bahwa “Om” berarti Tuhan, tetapi bukan! Jiwalah yang mengatakan, “Om shanti.”
Agama asli dari jiwa adalah kedamaian. Itulah sebabnya, ada ungkapan, “Saya,
sang jiwa, adalah perwujudan kedamaian. Ini adalah badan saya, dan melaluinya,
saya melakukan perbuatan.” Ini begitu mudah! Sesungguhnya, bahkan Sang Ayah pun
mengatakan, “Om shanti. Akan tetapi, berhubung Saya adalah Sang Ayah dari semua
jiwa, karena Saya adalah Sang Benih, Saya mengetahui permulaan, pertengahan, dan
akhir pohon kalpa, pohon penciptaan.” Ketika Anda melihat pohon, Anda bisa
memahami permulaan, pertengahan, dan akhirnya. Benih itu tidak hidup. Sang Ayah
menjelaskan, “Ini adalah pohon kalpa, dan Anda tidak bisa mengetahui permulaan,
pertengahan, atau akhirnya. Saya mengetahuinya. Saya disebut Sang Samudra
Pengetahuan. Saya duduk di sini dan menjelaskan kepada Anda anak-anak tentang
rahasia permulaan, pertengahan, dan akhir. Ini adalah sandiwara; ini disebut
drama, dan Anda adalah aktor-aktor di dalamnya.” Sang Ayah berkata, “Saya juga
adalah Aktor.” Anak-anak mengatakan, “Oh, Baba, Sang Penyuci, jadilah Aktor dan
datanglah kemari! Datang dan sucikanlah kami yang tidak suci!” Sang Ayah berkata,
“Saya sekarang sedang memainkan peran. Peran Saya hanya ada di zaman peralihan
ini. Saya tidak memiliki badan Saya sendiri. Saya berperan melalui badan orang
ini. Nama Saya adalah Shiva.” Beliau hanya menjelaskan kepada anak-anak Beliau.
Tidak bisa ada sekolah untuk monyet atau hewan. Akan tetapi, Sang Ayah
mengatakan, “Karena manusia memiliki lima sifat buruk, wajah mereka seperti
manusia, tetapi perbuatan mereka seperti monyet.” Beliau menjelaskan kepada
anak-anak, “Semua manusia menyebut diri mereka tidak suci, tetapi tidak
mengetahui siapa yang menjadikan mereka tidak suci, atau siapa yang kemudian
datang dan menyucikan mereka.” Siapa Sang Penyuci yang mereka panggil-panggil?
Mereka tidak mengerti apa-apa! Mereka tidak tahu bahwa mereka semua adalah aktor.
Saya, sang jiwa, mengenakan kostum ini dan memainkan peran. Jiwa-jiwa datang
dari hunian tertinggi dan memainkan peran mereka. Seluruh sandiwara ini
didasarkan pada Bharata. Bharata dahulu suci. Siapa yang menjadikan Bharata
tidak suci? Rahwana. Orang-orang bernyanyi bahwa dahulu ada kerajaan Rahwana di
Alengka. Sang Ayah membawa Anda ke dalam hal-hal yang tak terbatas. Oh,
anak-anak, seluruh dunia ini adalah (pulau) Alengka yang tak terbatas. Alengka
yang itu adalah Alengka yang terbatas. Kerajaan Rahwana meliputi pulau yang tak
terbatas ini. Pertama-tama, ada kerajaan Rama. Sekarang, ini adalah kerajaan
Rahwana. Anak-anak bertanya, “Baba, di mana terdapat kerajaan Tuhan (Rama)?”
Baba menjawab, “Anak-anak, itu dahulu ada di sini, dan semua orang
menginginkannya kembali. Anda, orang-orang Bharata, berasal dari agama
devi-devta yang asli dan abadi, bukan agama Hindu. Anak-anak yang termanis, yang
terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, pada
awalnya hanya ada Anda di Bharata. Siapa yang memberi Anda kerajaan zaman emas?
Pastilah Sang Ayah, Tuhan, Sang Pencipta Surga, yang memberi Anda warisan Anda.”
Sang Ayah menjelaskan bahwa ada begitu banyak orang yang telah beralih ke
agama-agama lain. Ketika kerajaan orang Muslim ada di sini, mereka membuat
begitu banyak orang menjadi Muslim. Ketika kerajaan orang Kristen ada di sini,
mereka membuat begitu banyak orang menjadi Kristen. Orang Buddha bahkan tidak
memiliki kerajaan di sini, akan tetapi, ada banyak orang yang menjadi pengikut
Buddha; mereka beralih ke agama itu. Hanya ketika agama devi-devta yang asli dan
abadi telah hilang, barulah itu bisa didirikan sekali lagi. Sang Ayah memberi
tahu Anda, orang-orang Bharata, “Anak-anak yang termanis, Anda semua berasal
dari agama devi-devta yang asli dan abadi. Anda menjalani 84 kelahiran. Anda
memasuki marga Brahmana, devi-devta, dan kesatria. Anda sekarang telah masuk ke
marga Brahmana agar bisa pergi ke marga devi-devta.” Orang-orang bernyanyi,
“Salam hormat kepada kaum Brahmana yang akan menjadi devi-devta.” Mereka
terlebih dahulu menyebutkan nama kaum Brahmana. Brahmanalah yang mengubah
Bharata menjadi surga. Ini adalah yoga kuno dari Bharata. Raja Yoga yang dahulu
pernah ada, disebutkan dalam Gita. Siapa yang mengajarkan yoga dari Gita?
Orang-orang Bharata telah melupakan tentang itu. Sang Ayah menjelaskan bahwa
Beliaulah yang mengajarkan yoga kepada Anda anak-anak. Ini adalah yoga
spiritual. Semua yoga yang lain bersifat fisik. Para saniyasi mengajarkan yoga
fisik atau cara untuk beryoga dengan unsur brahm. Itu keliru. Unsur brahm adalah
hunian. Itu bukan Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Mereka telah melupakan Sang Ayah.
Anda juga telah melupakan Beliau; Anda melupakan agama Anda sendiri. Ini juga
sudah ditakdirkan dalam drama. Di luar negeri, tidak ada yoga. Hatha yoga dan
Raja Yoga ada di sini. Kaum saniyasi dari jalan pengasingan tidak bisa
mengajarkan Raja Yoga kepada Anda. Hanya mereka yang mengetahuinya yang mampu
mengajarkannya. Para saniyasi bahkan melepaskan kerajaan mereka. Ada contoh
tentang Raja Gopichand; dia melepaskan kerajaannya dan pergi ke hutan. Ada
cerita tentang dirinya. Para saniyasi membuat Anda melepaskan kerajaan, jadi
bagaimana mungkin mereka bisa mengajarkan Raja Yoga? Pada saat ini, keseluruhan
pohon sudah mencapai kondisi lapuk total dan akan segera rubuh. Ketika sebuah
pohon mencapai kondisi lapuk total, akhirnya pohon itu harus dirubuhkan.
Demikian juga, pohon dunia manusia ini sudah tamopradhan; tidak ada kekuatan
yang tersisa di dalamnya. Itu pasti akan dihancurkan. Sebelum hal itu terjadi,
agama devi-devta yang asli dan abadi harus didirikan di sini. Tak seorang pun di
zaman emas berada dalam kemerosotan. Orang-orang pergi ke luar negeri dan
mengajarkan yoga, tetapi itu adalah hatha yoga; tidak ada pengetahuan di
dalamnya. Ada banyak macam hatha yoga. Ini adalah Raja Yoga. Ini disebut yoga
spiritual. Semua yang lain adalah yoga fisik. Manusia mengajarkan yoga itu
kepada sesama manusia. Sang Ayah menjelaskan kepada Anda anak-anak, “Hanya satu
kali Saya mengajarkan Raja Yoga ini kepada Anda. Tidak pernah ada orang lain
yang mampu mengajarkannya kepada Anda.” Sang Ayah rohani mengajar Anda,
anak-anak rohani, “Teruslah mengingat Saya saja, maka dosa-dosa Anda akan
terhapus.” Hatha yogi tidak pernah bisa mengatakan ini. Sang Ayah menjelaskan
kepada jiwa-jiwa. Ini adalah sesuatu yang baru. Beliau sekarang sedang
menjadikan Anda berkesadaran jiwa. Sang Ayah tidak memiliki badan. Beliau
memasuki badan orang ini dan mengubah namanya karena dia telah mati selagi hidup.
Ketika orang yang berumah tangga menjadi saniyasi, mereka mati selagi hidup.
Mereka meninggalkan ashram rumah tangga dan menempuh jalan pengasingan. Ketika
Anda mati selagi hidup, nama Anda juga diganti. Pada awalnya, semua orang diberi
nama. Beberapa di antara mereka, yang dahulu takjub ketika mendengarkan
pengetahuan ini dan menyampaikannya kepada orang lain, selanjutnya keluar dan
pergi. Pemberian nama pun dihentikan. Inilah sebabnya, Sang Ayah berkata, “Jika
Saya memberi mereka nama, tetapi mereka kemudian pergi, itu tak ada gunanya.”
Nama-nama mereka yang datang pada permulaan, sangat bagus. Sekarang, mereka
tidak lagi diberi nama-nama seperti itu. Nama hanya diberikan kepada mereka yang
sudah menetap di sini secara permanen. Ada banyak orang yang diberi nama, tetapi
mereka kemudian menceraikan Baba dan pergi. Itulah sebabnya, nama tidak lagi
diganti. Sang Ayah menjelaskan, “Pengetahuan ini juga akan dipahami oleh intelek
orang Kristen. Mereka akan mengerti bahwa hanya Sang Ayah yang tanpa citra
jasmani yang datang dan mengajarkan yoga dari Bharata.” Hanya dengan mengingat
Sang Ayah, dosa-dosa Anda bisa terhapus. Kemudian, kita akan pulang ke rumah.
Mereka yang dahulu berasal dari agama ini tetapi beralih ke agama-agama lain,
akan datang dan tinggal di sini. Anda mengerti bahwa manusia tidak mampu
memberikan keselamatan kepada sesama manusia. Dada ini juga manusia. Dia juga
mengatakan, “Saya tidak bisa memberikan keselamatan kepada siapa pun. Shiva Baba
mengajarkan kepada kita bahwa hanya dengan mengingat Beliau, kita bisa menerima
keselamatan.” Sang Ayah berkata, “Anak-anak, oh, jiwa-jiwa, beryogalah dengan
Saya, maka dosa-dosa Anda akan terhapus.” Pada mulanya, Anda suci dan bersifat
zaman emas, kemudian campuran ketidaksucian tercampur dalam diri Anda.
Devi-devta yang semula merupakan emas 24 karat, sekarang telah mencapai zaman
besi. Anda harus mempelajari yoga ini setiap siklus. Anda mengerti bahwa
beberapa di antara Anda mengetahui segala sesuatu, sedangkan yang lain
mengetahui lebih sedikit. Beberapa orang sekadar datang untuk melihat apa yang
diajarkan di sini. Mereka berpikir, “Ada begitu banyak Brahma Kumar dan Kumari.
Pasti ada Prajapita Brahma, dan sudah ada banyak sekali orang yang telah menjadi
anak-anaknya. Pasti ada sesuatu di sana. Jadi, mari kita pergi dan bertanya
kepada mereka, ‘Apa yang kalian terima dari Prajapita Brahma?’” Ini semestinya
ditanyakan, tetapi tak seorang pun dari mereka memiliki kecerdasan sebanyak ini!
Secara khusus, tentang Bharata dikatakan, “Mereka yang berintelek batu menjadi
berintelek ilahi, sedangkan mereka yang berintelek ilahi menjadi berintelek batu.”
Di zaman emas dan perak, Anda memiliki intelek ilahi dan bersifat zaman emas.
Kemudian, di zaman perak, ada penurunan dua derajat. Karena mereka gagal, maka
ada nama “dinasti chandra”. Ini juga merupakan sekolah. Mereka yang menerima
nilai kurang dari 33%, gagal. Sita dan Rama beserta dinasti mereka tidak menjadi
komplet. Oleh sebab itu, mereka tidak bisa menjadi bagian dari dinasti surya.
Beberapa anak akan gagal karena ujian ini sangat tinggi. Dahulu, Pemerintah
mengadakan ujian ICS (Pejabat Negeri Sipil India) yang penting. Tidak semua
orang mampu belajar untuk mengikutinya. Hanya segelintir dari banyak orang yang
bisa lulus. Jika seseorang ingin menjadi maharaja atau maharani dinasti surya,
dia harus banyak berupaya. Mama dan Baba juga belajar sesuai dengan shrimat.
Mereka belajar dan mengklaim nomor satu. Kemudian, mereka yang mengikuti sang
ibu dan sang ayah akan duduk di singgasana mereka. Ada delapan dinasti dalam
dinasti surya, sama seperti ada Raja Edward I, Raja Edward II, dan seterusnya.
Anda memiliki banyak koneksi dengan orang Kristen. Marga Kristen telah menelan
kerajaan Bharata. Mereka menjarah kekayaan tanpa batas dari Bharata. Oleh sebab
itu, coba pikirkan, betapa besarnya kekayaan tanpa batas yang akan ada di zaman
emas. Dibandingkan itu, segala sesuatu yang ada di sini bukan apa-apa! Semua
tambang di sana akan penuh. Sekarang, semua tambang sudah kosong. Siklus akan
berulang kembali, jadi tambang-tambang itu akan menjadi penuh kembali. Anak-anak
yang termanis, Anda sekarang sedang menaklukkan Rahwana dan mengklaim kerajaan
Anda. Kemudian, setelah setengah siklus, Rahwana akan datang dan Anda akan
kehilangan kerajaan itu. Anda, orang-orang Bharata, sekarang telah menjadi
seperti kerang. Saya menjadikan Anda seperti berlian dan Rahwana menjadikan Anda
seperti kerang. Manusia tidak tahu kapan Rahwana datang maupun mengapa mereka
membakar ogoh-ogohnya. Mereka mengatakan bahwa Rahwana sudah ada sejak permulaan
zaman. Sang Ayah menjelaskan, “Kerajaan Rahwana dimulai setelah setengah siklus.
Karena mereka menjadi penuh sifat buruk, mereka tidak lagi bisa menyebut diri
sebagai devi-devta. Sesungguhnya, Anda berasal dari agama devi-devta.” Tidak ada
orang lain yang bisa merasakan kebahagiaan sebanyak Anda. Anda jugalah yang
menjadi yang termiskin. Perluasan agama-agama lain berlangsung belakangan.
Ketika Kristus datang, jumlah mereka sangat sedikit. Hanya ketika jumlah mereka
sudah banyak, barulah mereka bisa memerintah kerajaan. Anda menerima kerajaan
lebih dahulu. Semua hal ini adalah tentang pengetahuan. Sang Ayah berkata, “Oh,
jiwa-jiwa, ingatlah Saya, Ayah Anda. Anda telah berkesadaran badan sepanjang
setengah siklus. Sekarang, jadilah berkesadaran jiwa!” Anda berulang kali
melupakan ini karena Anda telah tertimbun karat sepanjang setengah siklus. Pada
saat ini, Anda adalah Brahmana, perucut. Andalah yang tertinggi. Para saniyasi
beryoga dengan unsur brahm, tetapi dosa-dosa mereka tidak terhapus melaluinya.
Semua jiwa pasti harus melewati tahapan sato, rajo, dan tamo. Tak seorang pun
bisa pulang ke rumah. Ketika semua jiwa menjadi tamopradhan, Sang Ayah datang
dan menjadikan mereka semua satopradhan, artinya pelita semua jiwa dinyalakan.
Tiap jiwa telah menerima perannya sendiri. Anda adalah aktor pahlawan. Anda,
orang-orang Bharata, adalah yang tertinggi, karena Anda mengklaim kerajaan,
kemudian kehilangan kerajaan itu. Tidak ada orang lain yang menerima kerajaan
seperti ini. Mereka merebut berbagai kerajaan melalui kekuatan fisik. Baba telah
menjelaskan bahwa mereka yang dahulu adalah master dunia akan menjadi itu
kembali. Tak seorang pun selain Sang Ayah yang mampu mengajarkan Raja Yoga
sejati kepada Anda. Yoga yang diajarkan manusia bukanlah yoga yang akurat. Tak
ada satu pun jiwa yang bisa pulang. Sekarang adalah saat akhir. Semua jiwa harus
dibebaskan dari penderitaan, dan mereka kemudian akan turun secara berurutan.
Mereka akan mengalami kebahagiaan lebih dahulu, kemudian baru kesengsaraan.
Semua hal ini harus dipahami. Ada ungkapan, “Biarlah tangan Anda melakukan
pekerjaan sementara hati Anda mengingat Sang Ayah.” Teruslah melakukan pekerjaan
Anda dan hubungkan intelek Anda dalam yoga kepada Sang Ayah. Anda jiwa-jiwa
adalah kekasih dari Sang Kekasih Yang Esa. Sang Kekasih sekarang telah datang.
Beliau membuat Anda semua, para mempelai perempuan, menjadi rupawan, dan membawa
Anda pulang. Beliau adalah Sang Mempelai Pria yang tak terbatas dari
mempelai-mempelai perempuan yang tak terbatas. Beliau berkata, “Saya akan
membawa semua jiwa pulang. Anda kemudian akan mengklaim status Anda secara
berurutan, sesuai dengan upaya yang Anda lakukan. Anda boleh tinggal di rumah
bersama keluarga dan merawat anak-anak Anda.” Oh, jiwa-jiwa, hati Anda harus
tertuju kepada Sang Ayah. Teruslah melatih ingatan ini. Anda anak-anak mengerti
bahwa Anda sekarang akan menjadi penghuni surga dengan cara mengingat Sang Ayah.
Anda, murid-murid, harus merasa sangat bahagia. Ini sungguh mudah. Sesuai dengan
drama, Anda menunjukkan jalan kepada semua jiwa. Tidak perlu berdebat dengan
siapa pun. Semua pengetahuan ini sekarang ada dalam intelek Anda. Ketika
seseorang sembuh dari penyakit, semua memberinya ucapan selamat. Di sini,
seluruh dunia berpenyakit. Dalam waktu singkat, akan terdengar sorak kemenangan.
Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Jadilah
kekasih-kekasih sejati. Teruslah bekerja dengan tangan Anda dan biarlah intelek
Anda berlatih mengingat Sang Kekasih. Peliharalah kebahagiaan bahwa Anda sedang
menjadi penghuni surga dengan cara mengingat Sang Ayah.
2. Agar bisa duduk
di singgasana dinasti surya, Anda harus sepenuhnya mengikuti sang ibu dan sang
ayah. Jadilah penuh pengetahuan seperti Sang Ayah dan tunjukkan jalan kepada
semua orang.
Berkah:
Semoga Anda
menjadi para pembantu BapDada dan duduk di singgasana hati dengan mengenakan
mahkota dan tilak.
Ketika seseorang
duduk di atas singgasana, tilak dan mahkota adalah penandanya. Demikian pula,
mereka yang duduk di atas singgasana hati selalu memiliki tilak dari tahapan
kesadaran jiwa yang terlihat berkilauan di dahi mereka; itu bisa dilihat dari
kejauhan. Restu baik yang penuh kemurahan hati untuk semua jiwa terlihat di mata
dan wajah mereka. Setiap pikiran, kata, dan perbuatan mereka setara dengan Sang
Ayah.
Slogan:
Agar sanskara
Anda menjadi mudah untuk melakukan ingatan yang mudah, tanamkanlah kebajikan
luhur kemudahan.
Sinyal Avyakt:
Jadikan Fondasi Keyakinan Anda Kuat dan Kokoh serta Jadilah Senantiasa Tanpa
Rasa Takut dan Tanpa Kekhawatiran
Fondasi kemenangan
adalah keyakinan. Jika fondasinya kuat, bangunan tidak akan goyah; Anda tetap
tanpa kekhawatiran. Namun, keyakinan itu bukan hanya kepada Sang Ayah, tetapi
Anda juga harus memiliki keyakinan pada diri sendiri dan juga pada drama. Wah
drama! Wah! Ketika Anda memiliki keyakinan pada drama, segala sesuatu yang tidak
bermanfaat akan menjadi bermanfaat.