14.10.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, ciptakanlah berbagai macam metode untuk mengingat Sang Ayah.
Berupayalah dan tulislah catatan kemajuan diri Anda. Jangan menjadi lelah.
Tetaplah tak tergoyahkan di tengah badai.
Pertanyaan:
Pengalaman
apa yang Anda anak-anak harus bagikan dengan satu sama lain?
Jawaban:
1. Seberapa
lama Anda mengingat Sang Ayah dan bagaimana cara Anda mengingat Beliau. Selagi
makan, apakah Anda mengingat Sang Ayah atau memikirkan banyak hal lain? Baba
berkata, “Anak-anak, cobalah ini dan buktikan sendiri.” Selagi makan, apakah
Anda mengingat siapa pun selain Sang Ayah? Kemudian, bagikanlah pengalaman Anda
dengan satu sama lain. 2. Anda juga harus membagikan pengalaman Anda tentang
seperti apa tahapan Anda saat menyaksikan adegan yang menakutkan.
Lagu:
Apa pun yang
dikatakan ribuan orang di dunia, tak jadi masalah.
Om Shanti.
Bagaimana
mungkin Anda, anak-anak yang termanis, bisa melupakan Sang Ayah yang tak
terbatas, yang memberi Anda warisan yang tak terbatas, dan yang telah Anda ingat
selama setengah siklus? Anda telah menerima penjelasan bahwa manusia tidak
mungkin bisa disebut Tuhan. Sekarang, karena Anda telah menemukan Sang Ayah yang
tak terbatas, manfaat yang Anda terima dengan mengingat Beliau merupakan
keajaiban. Semakin Anda mengingat Sang Ayah, Sang Penyuci, semakin suci Anda
jadinya. Anda tidak bisa mengatakan bahwa Anda sudah suci sekarang; Anda tidak
bisa mengatakannya sebelum saat akhir tiba. Ketika Anda sudah menjadi sepenuhnya
suci, Anda akan meninggalkan badan serta mengenakan badan baru yang sepenuhnya
suci. Ketika Anda menerima badan baru di zaman emas, badan itu pasti sempurna.
Rahwana sudah dibinasakan pada saat itu. Ogoh-ogoh Rahwana tidak pernah dibuat
di zaman emas. Baik Anda duduk atau beraktivitas, intelek Anda harus mengingat
bahwa Anda sekarang sudah menyelesaikan siklus 84 kelahiran dan bahwa siklus
baru akan segera dimulai. Itu adalah dunia baru yang suci, itulah Bharata baru
dan Delhi baru. Anda anak-anak tahu bahwa Delhi pertama-tama didirikan di tepi
Sungai Jamuna, tempat daratan malaikat diciptakan. Anda anak-anak telah
diterangkan dengan sangat jelas bahwa Anda harus pertama-tama mengingat Sang
Ayah. Tuhan, Sang Ayah, sedang mengajar Anda. Beliau adalah Sang Ayah, Sang
Pengajar, dan Sang Guru. Anda harus mengingat ini. Baba juga telah menjelaskan
bahwa Anda melakukan jungkir balik. Gambar klan-klan yang berbeda juga sangat
penting. Shiva Babalah yang tertinggi, kemudian ada perucut Brahmana. Baba
mengatakan ini untuk menjelaskannya kepada Anda. Baiklah, ingatlah dalam intelek
Anda bahwa Anda sedang melakukan jungkir balik selama 84 kelahiran. Sekarang,
ini adalah zaman peralihan. Sang Ayah tidak tinggal lama di sini. Meskipun
demikian, itu memerlukan waktu sekitar 100 tahun. Setelah pergolakan berakhir,
kerajaan dimulai. Inilah Perang Mahabharata yang sama; melaluinya, agama-agama
yang tak terhitung jumlahnya berakhir dan satu agama devi-devta yang asli dan
abadi didirikan. Keahlian Anda luar biasa. Anda tahu bagaimana para fakir (pengemis
religius) melakukan perziarahan sambil menunjukkan keahlian mereka (berjungkir
balik). Orang-orang memercayai para fakir itu, jadi mereka memberikan satu atau
lain hal kepada mereka. Orang-orang terus memelihara para fakir, karena jika
tidak, apa yang akan dibawa serta oleh fakir-fakir itu? Brahma Baba
berpengalaman dalam semua hal ini. Shiva Baba telah mengambil kendaraan yang
kaya pengalaman. Orang ini dahulu pernah memiliki banyak guru. Dia sudah
menyaksikan banyak hal dan juga melakukan banyak perziarahan. Baba berkata,
“Anda bisa mengingat jungkir balik.” Kita sekarang adalah Brahmana, kemudian
kita akan menjadi devi-devta dan selanjutnya kesatria. Semua ini mengacu kepada
Bharata. Sang Ayah telah menjelaskan bahwa semua agama yang lain itu seperti
“adegan sampingan”. Beliau telah memberi tahu Anda kisah tentang 84 kelahiran
Anda. Mereka yang bijak bisa memahami dengan menghitung seberapa banyak
rata-rata kelahiran yang dialami orang-orang Islam ketika mereka datang.
Perhitungan akurat tidak diperlukan. Hal-hal ini tidak usah dikhawatirkan.
Kepedulian terbesar yang perlu Anda miliki adalah bagaimana Anda bisa terus
mengingat Sang Ayah. Hanya inilah satu-satunya kepedulian yang Anda miliki:
mengingat Yang Esa. Maya berulang kali mendatangkan berbagai macam kekhawatiran
lainnya kepada Anda. Di sini, Maya menimbulkan banyak kekhawatiran atas diri
Anda. Anda anak-anak benar-benar harus mengingat Baba. Kita sekarang harus
pulang ke rumah. Siapa yang tidak ingin mengingat rumah mereka yang manis?
Mereka memohon kedamaian dari Sang Pemberkah Kedamaian. Mereka memohon kedamaian
dari Tuhan. Anda anak-anak tahu bahwa dunia lama ini akan dihancurkan. Ini
dipahami oleh intelek Anda, sedangkan semua manusia yang lain berada dalam
kegelapan ekstrem. Hanya di zaman emas, ada kedamaian: ada satu agama, satu
bahasa, satu adat istiadat dan tata cara. Itulah kerajaan kedamaian. Tidak ada
perpecahan. Di sana hanya ada satu kerajaan yang satopradhan. Kerajaan Rahwana
tidak ada di sana, sehingga tidak mungkin ada peperangan. Oleh sebab itu, air
raksa kebahagiaan Anda anak-anak harus meningkat. Di kitab suci, ada ungkapan:
“Tanyalah para gope dan gopi tentang kebahagiaan melampaui indrawi.” Andalah
para gope dan gopi itu. Anda sedang duduk di sini dengan berhadapan muka. Anda
berurutan dalam mengingat bahwa Baba adalah Baba, Pengajar, dan juga Guru kita.
Ini luar biasa! Beliau adalah Sahabat Anda seumur hidup. Begitu Beliau
mengadopsi Anda, studi ini pun dimulai. Anda akan mengalami banyak kebahagiaan,
cukup dengan mengingat sebanyak ini. Akan tetapi, Maya bahkan membuat Anda
melupakan ini. Hal ini masih harus dijelaskan kepada orang-orang. Mereka
bertanya kepada Anda, apa bukti yang Anda miliki bahwa waktu yang tersisa
tinggal sangat sedikit. Jawablah mereka, “Lihat, di sini ada tertulis: ‘Inilah
perkataan luhur Tuhan’. Api persembahan juga telah diciptakan. Ini adalah api
persembahan pengetahuan. Krishna tidak bisa menciptakan api persembahan.”
Intelek Anda anak-anak harus selalu ingat bahwa kita adalah para Brahmana yang
menjaga api persembahan tak terbatas ini. Baba telah menjadikan kita sebagai
instrumen. Ketika Anda, jiwa-jiwa, meresapkan pengetahuan dan yoga dengan sangat
baik serta sudah menjadi komplet dan sempurna, timbunan jerami ini akan dibakar.
Manusia menyadari bahwa ini adalah medan perbuatan yang tak terbatas, tempat
semua jiwa datang untuk memainkan perannya. Hal-hal yang sudah ditakdirkan, kini
terulang kembali. Sang Ayah berkata, “Anak-anak hanya mengkhawatirkan hal-hal
yang tidak diketahui. Apa pun yang terjadi sudah ditakdirkan dalam drama, jadi
untuk apa Anda mengkhawatirkannya?” Kita sedang menonton drama. Ketika
orang-orang menyaksikan adegan menyedihkan dalam drama (film), mereka menangis.
Itu adalah drama buatan manusia, sedangkan ini adalah drama yang sesungguhnya.
Manusia terus saja berkata, “Itulah yang sebenarnya! Itulah yang sebenarnya!”
Akan tetapi, Anda tidak semestinya meneteskan air mata penderitaan. Anda harus
menyaksikan segalanya sebagai pengamat tanpa keterikatan. Anda tahu bahwa ini
adalah drama, jadi untuk apa menangis? Masa lalu sudah berlalu! Jangan pernah
memikirkannya lagi! Teruslah maju dan ingatlah Sang Ayah serta tunjukkanlah
jalan kepada semua orang. Baba terus memberi Anda nasihat. Anda memiliki banyak
gambar Trimurti. Tertulis jelas bahwa itu adalah Shiva Baba dan ini adalah
warisan yang Anda terima dari Beliau. Anda anak-anak harus merasa penuh dengan
kebahagiaan ketika melihat gambar-gambar ini. Kita sedang menerima warisan
daratan Vishnu dari Baba. Dunia lama harus dihancurkan. Pasanglah gambar-gambar
ini di depan Anda. Itu tidak memerlukan biaya. Gambar pohon juga sangat bagus.
Setiap hari, bangunlah pagi-pagi dan aduklah samudra pengetahuan. Jadilah
pengajar Anda sendiri dan belajarlah. Semua orang punya intelek. Pasanglah
gambar-gambar ini di rumah Anda. Setiap gambar mengandung pengetahuan kelas satu.
Ada ungkapan, “Penghancuran pasti terjadi.” Akan tetapi, Anda sudah memiliki
cinta kasih bagi Sang Ayah, bukan? Shiva Baba menjadi Sang Perantara dan
menjalin ikatan dengan kita. Sekarang Anda telah menemukan Sang Satguru dalam
wujud perantara (Brahma), dan karena itu, Anda juga telah menerima segala
sesuatu yang begitu baik untuk Anda pahami dan juga untuk dijelaskan kepada
jiwa-jiwa lain. Meskipun demikian, ada kemegahan Maya yang luar biasa. Listrik,
gas, dan sebagainya belum ada 100 tahun yang lalu. Di zaman dahulu, para wali
raja dan sebagainya bepergian dengan kereta yang ditarik oleh empat sampai
delapan ekor kuda. Sebelum ini, orang-orang kaya bepergian naik mobil. Sekarang,
sudah ada pesawat terbang dan sebagainya. Dahulu, tak satu pun dari hal-hal ini
ada. Lihatlah apa yang telah terjadi hanya dalam 100 tahun terakhir. Orang-orang
mengira bahwa inilah surga. Anda anak-anak sekarang mengerti bahwa surga adalah
surga, sedangkan di sini, segalanya hanya bernilai beberapa sen. Semua ini
disebut kemegahan palsu. Anda anak-anak sekarang harus memiliki satu kepedulian
saja, yaitu mengingat Sang Ayah. Dalam hal inilah Maya mendatangkan rintangan.
Brahma Baba menyampaikan pengalamannya sendiri ketika sedang makan, “Saya
berusaha keras untuk makan sambil mengingat Shiva Baba, tetapi meskipun demikian,
saya melupakan Beliau. Oleh sebab itu, saya bisa paham, betapa besar upaya yang
harus Anda anak-anak lakukan.” Baiklah, anak-anak, cobalah dan buktikanlah
sendiri! Berusahalah untuk terus mengingat Baba. Periksalah diri Anda untuk
mengetahui apakah Anda mampu untuk mengingat Baba setiap saat. Anda harus
menyampaikan pengalaman Anda. “Baba, saya tidak mampu untuk mengingat setiap
waktu, karena saya teringat tentang banyak urusan lain.” Brahma Baba sendiri
juga membagikan pengalamannya. Jiwa yang badannya Shiva Baba masuki juga seorang
pembuat upaya dan dia memiliki banyak tanggung jawab. Dikenal sebagai orang
penting berarti harus menanggung banyak kesengsaraan. Baba menerima begitu
banyak kabar. Orang-orang begitu banyak memukuli kaum wanita karena sifat buruk
nafsu birahi. Mereka bahkan mengusir kaum wanita dari rumah. Anak-anak perempuan
berkata, “Saya datang untuk memohon perlindungan dari Tuhan.” Mereka menghadapi
begitu banyak rintangan. Tak seorang pun merasa damai. Anda anak-anak memiliki
jaminan bahwa jika Anda melakukan upaya dan mengikuti shrimat, Anda bisa tetap
damai. Di sini, Baba telah menyaksikan ada banyak keluarga yang hidup bersama
dengan begitu rukun. Semuanya mengikuti petunjuk senior mereka. Mereka berkata,
“Kami seakan-akan tinggal di surga.” Baba sekarang sedang membawa Anda ke surga
yang sedemikian rupa, tempat terdapatnya semua jenis kebahagiaan. Ada ungkapan
bahwa devi-devta menerima persembahan 36 jenis makanan. Anda sekarang sedang
menerima warisan surga dari Sang Ayah. Di sana, Anda akan makan begitu banyak
makanan lezat dan juga hidup suci. Anda sekarang sedang menjadi master dunia itu.
Pasti akan ada perbedaan antara raja, ratu, dan rakyat. Di masa lalu, kaum
bangsawan hidup dalam kemewahan luar biasa. Akan tetapi, mereka tidak suci dan
berada di kerajaan Rahwana. Jadi, coba bayangkan, seperti apa kaum bangsawan di
zaman emas! Gambar Lakshmi dan Narayana ditempatkan di hadapan Anda. Orang-orang
telah menuliskan hal-hal yang keliru tentang Krishna dan menghina dia.
Kebohongan berarti kebohongan; tidak ada sedikit pun kebenaran di dalamnya. Anda
sekarang paham bahwa Anda dahulu adalah master surga, dan selagi mengalami 84
kelahiran, intelek Anda telah menjadi intelek shudra. Lihatlah, telah menjadi
seperti apa kondisi Anda sekarang! Apa yang sedang Anda capai sekarang, dengan
melakukan upaya? Baba bertanya, akan menjadi apa Anda nantinya. Anda semua
mengangkat tangan untuk menjadi bagian dari dinasti surya: “Kami akan mengikuti
Sang Ibu dan Sang Ayah sepenuhnya. Kami tidak akan membuat upaya kurang dari itu.”
Seluruh upaya terkandung dalam mengingat Baba dan menjadikan orang lain setara
dengan Anda. Inilah sebabnya, Sang Ayah berkata, “Belajarlah semaksimal mungkin
tentang cara melakukan pelayanan. Ini sangat mudah. Ini adalah Shiva Baba, dan
ini adalah daratan Vishnu, yang akan menjadi kerajaan Lakshmi dan Narayana.”
Orang ini sangat berpengalaman. Anda bisa menjelaskan gambar tangga. Seluruh
pengetahuan semestinya tertangkap oleh intelek Anda anak-anak pada saat Anda
melihat gambar pohon dan siklus. Ke mana perginya kerajaan Lakshmi dan Narayana?
Siapa yang berperang? Siapa yang mengalahkan Anda? Kerajaan itu tidak ada pada
saat ini. Orang-orang itu sama sekali tidak mengerti tentang hal-hal Ketuhanan
ini. Anda anak-anak telah menerima penglihatan ilahi tentang bagaimana emas dan
berlian digali dari berbagai gua dan tambang. Sains akan ada demi kebahagiaan
Anda. Di sini, sains hanya mendatangkan penderitaan. Di sana, bahkan pesawat
terbang pun anti-rusak. Anda anak-anak telah menerima penglihatan ilahi tentang
semua hal ini pada awalnya. Pada saat akhir, Anda juga akan menerima banyak
penglihatan ilahi. Anda juga telah memperoleh penglihatan tentang bagaimana para
perampok datang untuk menjarah segala sesuatu, dan bagaimana mereka lari pada
saat melihat wujud Shakti Anda. Semua hal ini akan terjadi pada saat akhir.
Banyak perampok akan datang untuk merampok Anda, tetapi jika Anda berdiri kokoh
dalam ingatan akan Baba, mereka akan lari. Sang Ayah berkata, “Anak-anak,
lakukanlah banyak upaya sekarang. Hal yang utama adalah kesucian. Jadilah suci
hanya untuk satu kelahiran ini. Kematian sudah menanti di depan mata Anda.
Banyak bencana alam yang sangat dahsyat akan datang dan menghancurkan segala
sesuatu.” Shiva Baba menjelaskan kepada Anda melalui orang ini. Jiwa ini juga
mendengarkan. Brahma Baba memberi tahu Anda tentang segala sesuatu. Shiva Baba
tidak mengalami satu pun dari hal-hal ini. Anak-anaklah yang mengalami datangnya
badai-badai Maya. Orang ini adalah yang nomor satu, jadi dia mengalami segala
sesuatu. Tidak ada yang perlu ditakutkan dalam hal ini. Tetaplah tak tergoyahkan.
Dengan terus mengingat Sang Ayah, Anda akan menerima kekuatan. Beberapa anak
menulis catatan kemajuan diri mereka, tetapi selagi menjalani kehidupan
spiritual, mereka kemudian berhenti mencatatnya. Baba kemudian paham bahwa
mereka telah menjadi lelah. Mereka bahkan tidak menulis surat kepada Sang Ayah
parlokik, yang memberi mereka warisan yang sedemikian besar. Mereka bahkan tidak
pernah mengingat Beliau. Sang Ayah yang sedemikian rupa seharusnya begitu banyak
diingat: “Shiva Baba, saya begitu banyak mengingat-Mu. Baba, bagaimana mungkin
saya bisa hidup tanpa mengingat Engkau?” Bagaimana mungkin Anda melupakan Sang
Ayah, yang memberi Anda kedaulatan dunia? Bahkan seandainya Anda hanya menulis
kartu, itu juga mengingat Sang Ayah. Seorang ayah fisik pasti juga menulis surat
kepada anaknya: “Anakku, cahaya mataku …” Apa yang akan ditulis seorang istri
kepada suaminya? Di sini, Anda memiliki kedua jenis hubungan ini. Ini juga
merupakan cara untuk mengingat Sang Ayah. Baba begitu manis! Apa yang diminta
Beliau dari kita? Sama sekali tidak ada! Beliau adalah Sang Pemberkah. Beliaulah
Yang Esa, yang selalu memberi. Beliau tidak mengambil apa pun. Sang Ayah berkata,
“Anak-anak yang manis, Saya telah datang, dan Saya akan pulang kembali, setelah
mengubah Bharata menjadi taman yang harum.” Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Agar bisa
menjadi bagian dari dinasti surya, ikutilah Sang Ibu dan Sang Ayah dengan akurat.
Berupayalah untuk terus mengingat Baba dan jadikanlah orang lain setara dengan
Anda.
2. Berupayalah,
ikutilah shrimat, dan tetaplah penuh kedamaian. Patuhilah arahan para senior.
Berkah:
Semoga Anda
memiliki keberanian dan, dengan bersandar pada satu Kekuatan serta satu Dukungan,
mengalami bahwa destinasi Anda sudah dekat.
Sebelum Anda
mencapai destinasi tertinggi Anda, pasti akan ada badai dan topan. Untuk
menyeberang ke sisi lain, sebuah kapal uap harus melintasi tengah samudra. Oleh
karena itu, janganlah cepat merasa takut, ataupun lelah lalu berhenti. Tetaplah
bersama Sang Sahabat, maka segala kesulitan akan menjadi mudah. Bersikaplah
berani dan layak menerima bantuan Sang Ayah. Selalu pegang teguh pelajaran
tentang satu Kekuatan dan satu Dukungan, maka Anda akan dengan mudah melewati
pusaran air (di tengah samudra) dan mengalami bahwa destinasi Anda sudah dekat.
Slogan:
Pemberkah
dunia adalah sosok yang memiliki restu baik bagi setiap jiwa maupun bagi unsur
alam.
Sinyal Avyakt:
Tumbuhkan Semangat untuk Mengangkat Jiwa Lain dan Angkatlah Juga Mereka yang
Telah Menghina serta Mencemarkan Nama Baik Anda
Biarlah selalu ada
perasaan penuh belas kasih, kerja sama yang konstan, dan niat untuk memberikan
keberanian kepada setiap jiwa. Dalam setiap situasi, setiap tugas, dan setiap
perkumpulan yang kooperatif, biarlah ada perasaan tanpa pamrih. Dengan demikian,
bisa dikatakan bahwa Anda memiliki keinginan untuk mengangkat semua jiwa. Ayah
Brahma tidak menerima apa pun untuk dirinya sendiri; baik itu pujian, materi,
maupun tempat tinggal. Baik secara fisik maupun halus, prinsipnya selalu "anak-anaklah
yang terdahulu". Inilah yang disebut sebagai upaya mengangkat jiwa lain.
Teladanilah Sang Ayah dalam hal ini dan jadilah setara dengan Beliau.