16.04.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, hanya dengan beryoga, campuran ketidaksucian dalam diri Anda,
jiwa-jiwa, bisa dihilangkan. Anda kemudian akan menerima warisan penuh dari Sang
Ayah. Oleh sebab itu, tingkatkan kekuatan yoga Anda semaksimal mungkin.
Pertanyaan:
Perbuatan
devi-devta dahulu luhur. Mengapa perbuatan semua orang sekarang telah menjadi
korup?
Jawaban:
Karena mereka
telah melupakan agama asli mereka; karena orang sudah melupakan agama (dharma)
mereka, maka perbuatan (karma) yang mereka lakukan menjadi korup. Sang Ayah
memberi Anda pemahaman tentang agama sejati Anda. Di samping itu, Beliau juga
memberi tahu Anda sejarah dan geografi seluruh dunia, yang harus Anda sampaikan
kepada semua orang yang lain. Berilah semua orang pengenalan sejati tentang Sang
Ayah.
Lagu:
Lihatlah
wajahmu di cermin hatimu, wahai jiwa.
Om Shanti.
Siapa yang
mengatakan ini dan kepada siapa ini dikatakan? Sang Ayah mengatakan ini kepada
anak-anak yang dijadikan-Nya suci dari tidak suci. Anda anak-anak tahu bahwa
orang-orang Bharata yang dahulu devi-devta sekarang telah menyelesaikan siklus
84 kelahiran, dan setelah melewati tahapan satopradhan, sato, rajo, dan tamo,
kini telah menjadi tamopradhan. Sang Ayah, yang sekarang menyucikan jiwa-jiwa
yang tidak suci, berkata, “Tanyalah hati Anda, sudah sejauh mana Anda menjadi
jiwa-jiwa dermawan.” Pada awalnya, ketika Anda masih disebut sebagai devi-devta,
Anda adalah jiwa-jiwa yang suci dan satopradhan. Itu disebut agama devi-devta
yang asli dan abadi. Sekarang, tidak ada orang Bharata yang menyebut dirinya
berasal dari agama devi-devta. Karena mereka telah menjadi tidak suci, mereka
tidak bisa menyebut diri sebagai devi-devta. Di zaman emas, devi-devta dahulu
suci; itu adalah jalan keluarga yang suci. Sebagaimana raja dan ratu suci,
demikian juga rakyat mereka. Baba mengingatkan orang-orang Bharata, “Anda, yang
dahulu milik jalan keluarga yang suci, berasal dari agama devi-devta yang asli
dan abadi.” Itu dahulu disebut surga. Hanya ada satu agama di sana. Maharani dan
maharaja nomor satu adalah Lakshmi dan Narayana. Di sana, itu adalah dinasti
mereka, dan Bharata dahulu sangat kaya raya. Itu adalah zaman emas. Mereka
kemudian memasuki zaman perak. Bahkan pada masa itu, mereka masih disebut
devi-devta yang layak dipuja; mereka kesatria. Pertama-tama, ada kerajaan
Lakshmi dan Narayana, kemudian ada kerajaan Sita dan Rama. Dinasti itu juga ada.
Sebagaimana di kalangan umat Kristen, ada Raja Edward I, kemudian ada Raja
Edward II, demikian juga halnya dahulu di Bharata. Itu adalah persoalan 5000
tahun; artinya, dahulu ada kerajaan Lakshmi dan Narayana, 5000 tahun yang lalu,
di Bharata. Akan tetapi, tak seorang pun mengetahui bagaimana atau kapan mereka
memperoleh kerajaan mereka. Kerajaan dinasti surya itu kemudian menjadi dinasti
chandra. Ini karena mereka harus menuruni anak tangga selagi mengalami kelahiran
kembali. Tidak ada orang yang mengetahui sejarah dan geografi Bharata ini. Sang
Ayah adalah Sang Pencipta, jadi Beliau pastilah Sang Pencipta dunia baru, zaman
emas. Sang Ayah berkata, “Anak-anak, 5000 tahun yang lalu, Anda berada di surga.
Bharata ini dahulu surga, kemudian Anda pergi ke neraka. Dunia tidak mengenal
sejarah dan geografi dunia ini. Mereka hanya mengetahui sejarah masa akhir yang
tidak lengkap. Tak seorang pun mengetahui sejarah dan geografi zaman emas dan
perak.” Bahkan para rishi dan muni dahulu sering mengatakan, “Kami tidak
mengenal Sang Pencipta maupun permulaan, pertengahan, dan akhir ciptaan.”
Bagaimana mungkin ada orang lain yang tahu? Sang Ayah duduk di sini dan
menjelaskan hanya kepada Anda. Hanya di Bharata, Shiva Baba mengambil kelahiran
ilahi. Hanya di Bharata, orang merayakan hari kelahiran Shiva. Setelah hari
kelahiran Shiva, pasti ada hari kelahiran Gita. Kemudian, bersama itu, pasti ada
hari kelahiran Krishna. Akan tetapi, orang-orang Bharata tidak mengetahui makna
penting hari kelahiran ini atau kapan Shiva mengambil kelahiran. Orang-orang
dari agama lain bisa memberi tahu Anda dengan segera, kapan Buddha atau Kristus
dilahirkan. Tanyalah orang-orang Bharata, kapan Shiva mengambil kelahiran, dan
tak seorang pun akan mampu menjawab Anda. Shiva datang di Bharata. Tak seorang
pun mengetahui apa yang dilakukan-Nya ketika Beliau datang. Shiva adalah Sang
Ayah dari semua jiwa. Semua jiwa tak termusnahkan. Jiwa meninggalkan badan tua
dan mengambil badan baru. Ini adalah siklus 84 kelahiran. Dalam kitab-kitab suci,
orang telah menuliskan berbagai cerita tentang 8,4 juta kelahiran. Sang Ayah
datang dan memberi tahu Anda hal-hal yang benar. Akan tetapi, terkecuali Sang
Ayah, segala hal yang mereka katakan mengenai Sang Pencipta dan ciptaan itu
tidak benar, karena ini adalah kerajaan Maya. Pada mulanya, ketika Bharata
adalah daratan keilahian, Anda berintelek ilahi. Ada istana-istana emas
bertatahkan berlian. Baba duduk di sini dan memberi tahu Anda rahasia mengenai
Sang Pencipta serta permulaan, pertengahan, dan akhir ciptaan. Artinya, Beliau
memberi tahu Anda sejarah dan geografi dunia. Orang-orang Bharata tidak tahu
bahwa mereka pada mulanya adalah devi-devta. Mereka sekarang telah menjadi tidak
suci, jatuh miskin, dan tak beriman; mereka telah melupakan agamanya sendiri.
Ini harus terjadi sesuai dengan drama. Sejarah dan geografi dunia harus dipahami
dengan intelek Anda. Yang Maha Tinggi adalah Sang Ayah dari semua jiwa, yang
tinggal di alam jiwa. Kemudian, ada alam halus. Ini adalah dunia fisik. Hanya
Brahma, Vishnu, dan Shankar yang tinggal di alam halus. Tidak ada sejarah atau
geografi lain yang bersangkutan dengan mereka. Ada tiga lantai ini. Tuhan itu
Esa, ciptaan-Nya hanya satu, dan siklus ini terus berputar. Anda harus pergi
dari zaman emas ke zaman perak, kemudian ke zaman perunggu dan zaman besi.
Perhitungan 84 kelahiran ini harus ada, tetapi tak seorang pun mengetahuinya.
Ini juga tidak disebutkan dalam kitab suci mana pun. Hanya Anda anak-anak yang
memainkan peran 84 kelahiran. Sang Ayah tidak memasuki siklus ini. Hanya
anak-anak yang berubah, dari awalnya suci, kemudian menjadi tidak suci. Inilah
sebabnya, mereka memanggil-manggil, “Baba, datanglah dan sucikanlah kami sekali
lagi!” Semua jiwa memanggil-manggil Yang Esa, “Kami semua telah menjadi tidak
bahagia di kerajaan Rahwana. Datanglah dan bebaskanlah kami! Bawalah kami ke
kerajaan Rama!” Selama setengah siklus, ada kerajaan Rama, dan selama setengah
siklus berikutnya, ada kerajaan Rahwana. Orang-orang Bharata pada awalnya suci,
kemudian mereka menjadi tidak suci. Mereka mulai menjadi tidak suci ketika
mereka memasuki jalan dosa. Itulah saatnya jalan pemujaan dimulai. Anda
anak-anak sekarang diberi pengetahuan ini. Melaluinya, Anda mengklaim warisan
kebahagiaan Anda selama setengah siklus, yaitu untuk 21 kelahiran. Hadiah dari
pengetahuan berlanjut selama setengah siklus. Kemudian, kerajaan Rahwana datang,
dan Anda terus menurun. Anda dahulu tinggal di kerajaan ilahi, kemudian Anda
memasuki kerajaan iblis. Ini juga disebut neraka. Anda dahulu hidup di surga,
kemudian setelah mengalami 84 kelahiran, Anda sekarang berakhir di neraka. Itu
adalah daratan kebahagiaan, sedangkan ini adalah daratan kesengsaraan. Daratan
ini 100% bangkrut. Anda telah mengelilingi siklus 84 kelahiran. Dari layak
dipuja, orang-orang Bharata yang sama itu sekarang telah menjadi pemuja. Ini
disebut sejarah dan geografi dunia. Keseluruhan siklus ini adalah tentang Anda,
orang-orang Bharata. Jiwa-jiwa dari agama-agama lain tidak mengalami 84
kelahiran. Mereka tidak ada di zaman emas. Hanya ada Bharata di zaman emas dan
perak. Ada jiwa-jiwa dari dinasti surya, kemudian dinasti chandra, kemudian
dinasti vaisya, dan kemudian dinasti shudra. Anda sekarang telah menjadi bagian
dari dinasti Brahmana agar bisa menjadi bagian dari dinasti devi-devta. Inilah
marga-marga di Bharata. Dengan menjadi Brahmana, Anda sekarang mengklaim warisan
Anda dari Shiva Baba. Sang Ayah sedang mengajar Anda, sama persis seperti yang
dilakukan-Nya 5000 tahun yang lalu. Anda menjadi suci, kemudian Anda menjadi
tidak suci, siklus demi siklus. Anda pergi ke daratan kebahagiaan, kemudian
memasuki daratan kesengsaraan. Selanjutnya, Anda harus pergi ke hunian kedamaian.
Itu juga disebut alam jiwa. Tidak ada manusia yang mengetahui apa hakikat jiwa
atau apa hakikat Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Jiwa adalah bintang, yaitu titik.
Ada ungkapan bahwa titik yang sangat kecil berkilau di tengah-tengah dahi. Itu
adalah titik kecil yang hanya bisa dilihat melalui penglihatan ilahi.
Sesungguhnya, itu tidak bisa disebut bintang, karena bintang sangatlah besar.
Hanya saja, bintang-bintang terlihat sangat kecil karena letaknya sangat jauh.
Ini hanyalah contoh yang diberikan. Jiwa sekecil bintang-bintang yang terlihat
di angkasa. Sang Ayah juga berupa titik. Beliau disebut Sang Jiwa Yang Maha
Tinggi. Pujian Beliau berbeda. Karena Sang Ayah adalah Sang Benih Yang Maha
Hidup dari pohon dunia manusia, maka Beliau memiliki semua pengetahuan. Anda
jiwa-jiwa pada saat ini juga sedang menerima pengetahuan. Jiwa meresapkan
pengetahuan. Peran 84 kelahiran terekam dalam titik yang sedemikian kecil! Itu
juga tak termusnahkan. Anda terus mengelilingi siklus 84 kelahiran. Ini tidak
bisa berakhir. Dahulu ada devi-devta, mereka kemudian menjadi iblis, dan
sekarang harus menjadi devi-devta sekali lagi. Siklus ini harus terus berputar.
Semua hal yang lain hanyalah “adegan sampingan”. Orang-orang Islam, Buddha, dan
sebagainya tidak mengalami 84 kelahiran. Zaman emas di Bharata dahulu penuh
kebenaran dan kemakmuran. Kemudian, setelah melewati 84 kelahiran, mereka
menjadi penuh sifat buruk. Ini adalah dunia penuh sifat buruk. Dahulu, ada
kesucian, kedamaian, dan kemakmuran, 5000 tahun yang lalu. Baba mengingatkan
Anda anak-anak, bahwa hal yang utama adalah kesucian. Inilah sebabnya, orang
memanggil-manggil, “Wahai, Yang Esa, yang mengubah manusia penuh sifat buruk
menjadi tanpa sifat buruk, datanglah!” Hanya Beliau yang mampu memberikan
keselamatan. Itulah sebabnya, hanya Beliaulah Sang Satguru. Anda sekarang sedang
diubah oleh Sang Ayah, dari pengemis menjadi pangeran, yaitu Anda berubah dari
laki-laki biasa menjadi Narayana dan dari perempuan biasa menjadi Lakshmi. Ini
adalah Raja Yoga Anda. Bharata sekarang sedang menerima kerajaan dari Sang Ayah.
Jiwa ini mengalami 84 kelahiran. Jiwa belajar melalui badan; badan tidak belajar.
Jiwalah yang membawa sanskara. Saya, sang jiwa, belajar melalui badan ini. Ini
disebut berkesadaran jiwa. Ketika jiwa terpisah dari badannya, badan itu tak
berguna. Jiwa mengatakan, “Saya sedang berubah menjadi jiwa dermawan.” Manusia
menjadi berkesadaran badan serta mengatakan, “Saya sedang mengerjakan ini.” Anda
sekarang mengerti bahwa Anda adalah jiwa dan bahwa badan Anda itu besar. Saya,
sang jiwa, sedang belajar dengan Tuhan, Sang Ayah. Beliau berkata, “Teruslah
mengingat Saya saja.” Anda dahulu satopradhan di zaman emas, kemudian campuran
ketidaksucian mencemari Anda. Karena Anda tercemar oleh campuran ketidaksucian,
Anda sekarang telah berubah dari suci menjadi tidak suci. Anda kini harus
menjadi suci sekali lagi. Itulah sebabnya, orang mengatakan, “Wahai, Sang
Penyuci, datanglah! Datanglah dan sucikanlah kami!” Sang Ayah menasihati Anda,
“Wahai, jiwa-jiwa yang tidak suci! Ingatlah Saya, Ayah Anda, maka campuran
ketidaksucian Anda akan dihilangkan dan Anda akan menjadi suci.” Ini disebut
yoga kuno. Campuran ketidaksucian akan terbakar habis melalui ingatan ini, yaitu
melalui api yoga. Hal yang utama adalah berubah dari tidak suci menjadi suci.
Para sadhu, orang-orang suci, dan sebagainya, semuanya tidak suci. Hanya Sang
Ayah yang menunjukkan jalan untuk menjadi suci kepada Anda, “Teruslah mengingat
Saya saja! Jadilah suci dalam kelahiran terakhir ini. Selagi makan, berjalan,
dan beraktivitas, teruslah mengingat Saya saja, karena Sayalah Sang Kekasih dari
Anda semua, jiwa-jiwa. Saya menjadikan Anda suci, kemudian Anda menjadi tidak
suci.” Semua pemuja adalah kekasih. Sang Kekasih mengatakan, “Anda boleh
melakukan perbuatan, tetapi biarlah intelek Anda terus mengingat Saya, maka
dosa-dosa Anda akan terhapus.” Inilah upaya yang harus Anda lakukan. Oleh sebab
itu, Anda harus mengingat Sang Ayah agar bisa mengklaim warisan Anda. Mereka
yang sangat banyak mengingat Beliau akan menerima warisan lebih besar. Inilah
perziarahan ingatan. “Mereka yang lebih banyak mengingat Saya akan menjadi suci
dan kemudian menjadi kalung bunga di leher Saya.” Ada pohon silsilah semua jiwa
yang tercipta di alam jiwa. Itu disebut pohon jiwa-jiwa. Ini adalah pohon fisik.
Semua jiwa harus turun dari alam jiwa secara berurutan, kemudian terus menurun.
Pohon ini begitu besar! Jiwa-jiwa datang kemari untuk memainkan peran mereka.
Semua jiwa adalah aktor dalam drama ini. Jiwa-jiwa tak termusnahkan, demikian
juga peran mereka. Anda tidak bisa bertanya, kapan drama ini diciptakan; itu
berlanjut secara abadi. Orang-orang Bharata pada awalnya merasakan kebahagiaan,
kemudian mereka menderita kesengsaraan, dan selanjutnya harus pergi ke hunian
kedamaian. Baba kemudian akan mengirim Anda ke daratan kebahagiaan. Upaya apa
pun yang Anda masing-masing lakukan, Anda akan menerima status sesuai dengan itu.
Baba sedang mendirikan kerajaan. Anda semua akan mengklaim status di kerajaan
sesuai dengan upaya yang Anda lakukan saat ini. Di zaman emas, jumlah manusia
pasti jauh lebih sedikit. Pohon agama devi-devta yang asli dan abadi itu kecil.
Semua yang lain pasti sudah mengalami kehancuran. Agama devi-devta yang asli dan
abadi sedang didirikan, artinya gerbang menuju surga sedang dibuka. Lima ribu
tahun yang lalu, surga juga didirikan setelah peperangan ini berakhir. Semua
lainnya yang tak terhitung jumlahnya itu lenyap. Itu disebut perang yang membawa
berkah. Sekarang, gerbang neraka terbuka, sedangkan nanti, gerbang surga akan
terbuka. Baba membuka gerbang menuju ke surga sedangkan Rahwana membuka gerbang
menuju ke neraka. Baba memberi Anda warisan sedangkan Rahwana mengutuk Anda.
Dunia tidak mengetahui hal-hal ini. Saya menjelaskan hal-hal ini kepada Anda,
anak-anak. Bahkan Menteri Pendidikan pun menginginkan pengetahuan tak terbatas
yang hanya bisa diberikan oleh Anda. Akan tetapi, Anda tersamar; tak seorang pun
mengenali Anda. Anda sedang mengklaim kerajaan Anda dengan kekuatan yoga. Anda
tahu bagaimana Lakshmi dan Narayana mengklaim kerajaan mereka. Ini disebut zaman
penuh berkah dan manfaat, ketika Sang Ayah datang dan menyucikan semua jiwa.
Krishna tidak disebut sebagai “Ayah” oleh semua jiwa. Hanya Yang Esa yang tak
berwujud jasmani yang disebut Sang Ayah. Ingatlah Sang Ayah Yang Esa dan juga
jadilah suci. Anda benar-benar harus membuang sifat-sifat buruk. Bharata dahulu
adalah daratan kebahagiaan tanpa sifat buruk. Sekarang, ini adalah daratan
kesengsaraan penuh sifat buruk dan tak bernilai sepeser pun. Inilah sandiwara
drama yang harus diresapkan oleh intelek Anda, dan bantulah orang lain
meresapkan hal ini juga. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Jadilah
suci dengan mengingat Baba dan jadilah kalung bunga di leher Beliau. Bahkan
selagi melakukan perbuatan, tetaplah mengingat Baba dan jadilah penakluk
perbuatan berdosa.
2. Lakukanlah upaya
penuh untuk menjadi jiwa dermawan. Tanggalkanlah kesadaran badan dan jadilah
berkesadaran jiwa.
Berkah:
Semoga Anda
menjadi master berpengetahuan penuh serta penuh kekuatan dengan menjaga mata
intelek Anda tetap jernih dan waspada.
Para ahli astrologi
dapat meramalkan bencana yang akan datang melalui pengetahuan mereka. Demikian
pula, Anda anak-anak dapat mengetahui sebelumnya tentang ujian yang akan datang
dari Maya. Jadi, untuk bisa lulus dengan pujian, jagalah mata intelek Anda tetap
jernih dan waspada. Hari demi hari, tingkatkanlah kekuatan ingatan serta
kekuatan keheningan, maka Anda akan mengetahui sebelumnya pada hari apa sesuatu
akan terjadi. Jadilah master berpengetahuan penuh serta penuh kekuatan sehingga
Anda tidak akan pernah dikalahkan.
Slogan:
Kesucian
adalah kebaruan dan merupakan fondasi dari pengetahuan ini
Sinyal Avyakt:
Untuk Menjadi Agung Resapkanlah Kebajikan Ilahi Kemanisan dan Kerendahan Hati
Milikilah kemanisan
dalam perilaku Anda serta sikap ketidaktertarikan tak terbatas dalam mental Anda.
Ketika Anda memiliki kesadaran akan kedua hal itu, Anda akan mampu lulus dengan
pujian. Dengan secara khusus menyerap kemanisan dan kerendahan hati, Anda akan
senantiasa menjadi pemberkah dunia, donator agung dan pemberkah berkah-berkah.
Anda kemudian akan dengan mudah mampu memberikan bukti cinta kasih.