17.02.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, Anda sekarang adalah instrumen untuk mendirikan daratan keabadian,
di mana tidak akan ada penderitaan maupun dosa. Itu adalah dunia tanpa sifat
buruk.
Pertanyaan:
Apa rencana
indah dari keluarga Ketuhanan?
Jawaban:
Rencana
keluarga Ketuhanan adalah menjalankan keluarga berencana dan mendirikan satu
agama kebenaran serta melenyapkan semua agama yang tak terhitung jumlahnya.
Orang-orang melaksanakan keluarga berencana untuk mengendalikan angka kelahiran.
Sang Ayah berkata, “Rencana mereka tidak akan berhasil. Hanya Saya yang datang
untuk mendirikan dunia baru; semua jiwa yang lain kemudian akan pulang ke rumah
mereka di atas sana. Hanya akan ada sangat sedikit jiwa yang tersisa.”
Om Shanti.
Ini adalah
rumah, universitas, sekaligus institusi. Anda anak-anak, jiwa-jiwa, memahami
bahwa Beliau adalah Shiva Baba dan jiwa adalah saligram yang memiliki badan.
Badan tidak mengatakan, “Jiwa saya.” Jiwalah yang mengatakan, “Badan saya.”
Jiwa-jiwa tak termusnahkan, sedangkan badan bisa musnah. Anda sekarang menyadari
diri sebagai jiwa. Baba kita adalah Shiva dan Beliau adalah Sang Ayah Yang Maha
Tinggi. Anda jiwa-jiwa mengetahui bahwa Beliau adalah Baba Yang Maha Tinggi.
Beliau juga adalah Sang Pengajar Yang Maha Tinggi dan Sang Guru Yang Maha Tinggi.
Di jalan pemujaan, orang memanggil-manggil, “Oh, Tuhan, Sang Ayah!” Bahkan saat
menjelang ajal, mereka juga mengatakan, “Oh, Tuhan! Oh, Ishwara!” Mereka
memanggil-manggil, tetapi tidak ada orang yang memahami dengan akurat dalam
intelek mereka bahwa Sang Ayah dari semua jiwa adalah Yang Esa. Mereka
mengatakan, “Oh, Sang Penyuci.” Oleh sebab itu, Beliau juga adalah Sang Guru.
Mereka mengatakan, “Bebaskanlah kami dari kesengsaraan dan bawalah kami ke
hunian kedamaian.” Oleh karena itu, Beliau adalah Sang Ayah sekaligus Sang
Penyuci, Sang Satguru. Kemudian, karena Beliau menjelaskan kepada kita tentang
cara siklus dunia berputar, bagaimana manusia menjalani 84 kelahiran, dan juga
karena Beliau menjelaskan tentang sejarah dan geografi dunia yang tak terbatas,
maka Beliau adalah Sang Pengajar Yang Maha Tinggi. Di jalan ketidaktahuan, ayah,
pengajar, dan guru semuanya berbeda. Di sini, Sang Ayah, Sang Pengajar, dan Sang
Guru yang tak terbatas adalah satu. Ada perbedaan yang begitu besar! Sang Ayah
yang tak terbatas memberikan warisan yang tak terbatas kepada Anda anak-anak.
Ayah fisik memberikan warisan yang terbatas. Berbagai studi itu juga terbatas.
Tak seorang pun mengetahui sejarah dan geografi dunia. Tidak ada yang tahu
bagaimana Lakshmi dan Narayana mengklaim kerajaan mereka, atau seberapa lama
kerajaan mereka berlangsung, atau seberapa lama Sita dan Rama memerintah di
zaman perak. Mereka sama sekali tidak tahu apa-apa. Anda anak-anak sekarang
mengerti bahwa Sang Ayah yang tak terbatas telah datang untuk mengajar Anda.
Baba juga menunjukkan jalan menuju keselamatan kepada Anda. Anda menjadi tidak
suci dengan menjalani 84 kelahiran. Anda sekarang harus menjadi suci. Ini adalah
dunia yang tamopradhan. Segala sesuatu menjalani tahapan sato, rajo, dan tamo.
Bahkan usia dunia ini menjadi tua dari baru, dan kemudian menjadi baru dari tua.
Semua orang tahu bahwa dahulu hanya ada Bharata di zaman emas, dan devi-devta
dahulu memerintah di sana. Dahulu, itu adalah kerajaan devi-devta. Achcha, apa
yang terjadi selanjutnya? Mereka mengalami kelahiran kembali. Dari satopradhan,
mereka menjadi sato, rajo, dan kemudian tamo. Mereka menjalani sekian banyak
kelahiran. Lima ribu tahun yang lalu, di Bharata, ketika kerajaan Lakshmi dan
Narayana ada, jangka hidup rata-rata manusia antara 125 sampai 150 tahun. Itu
disebut daratan keabadian; tidak pernah ada kematian sebelum waktunya di sana.
Ini adalah daratan kematian. Di daratan keabadian, manusia tetap abadi; jangka
hidup mereka panjang. Di zaman emas, ada ashram rumah tangga yang suci. Itu
disebut dunia tanpa sifat buruk. Sekarang, ini adalah dunia penuh sifat buruk.
Anda sekarang tahu bahwa Anda adalah anak-anak Shiva Baba. Anda menerima warisan
dari Shiva Baba. Orang ini adalah Dada (kakak senior), sedangkan Yang Esa adalah
Sang Kakek. Anda menerima warisan dari Sang Kakek. Semua orang berhak atas
properti Sang Kakek. Brahma disebut Ayah Umat Manusia (Prajapita). Adam dan Hawa:
Adam dan istrinya. Yang Esa adalah Tuhan yang tanpa citra jasmani, Sang Ayah.
Orang ini (Prajapita) adalah ayah yang berwujud jasmani. Dia memiliki badannya
sendiri, sedangkan Shiva Baba tidak memiliki badan Beliau sendiri. Anda menerima
warisan Anda dari Shiva Baba melalui Brahma Baba. Anda menerima properti Sang
Kakek melalui ayah. Anda sekali lagi sedang dijadikan devi-devta dari manusia
biasa oleh Shiva Baba melalui Brahma Baba. Orang menyanyikan pujian Beliau dalam
Granth (kitab suci agama Sikh), “Tidak memerlukan banyak waktu bagi Tuhan untuk
mengubah manusia menjadi devi-devta.” Siapa yang menjadikan Anda seperti itu?
Tuhan. Ada banyak pujian dalam Granth. Baba berkata, “Ingatlah Alpha, maka beta,
yaitu kerajaan, akan menjadi milik Anda.” Bahkan Guru Nanak juga berkata,
“Rapalkanlah nama Tuhan, maka Anda akan menerima kebahagiaan.” Mereka
menyanyikan pujian tentang Sosok Abadi Sang Ayah yang tanpa citra jasmani. Sang
Ayah mengatakan, “Ingatlah Saya, maka Anda akan menerima kebahagiaan.” Sekarang,
semua orang mengingat Sang Ayah. Ketika perang berakhir, hanya akan ada satu
agama di kerajaan Lakshmi dan Narayana. Hal-hal ini harus dipahami. Tuhan
berkata, “Hanya Tuhan yang disebut Sang Penyuci dan Sang Samudra Pengetahuan.”
Hanya Beliaulah Sang Penghapus Kesengsaraan dan Sang Pemberkah Kebahagiaan.
Karena kita adalah anak-anak Sang Ayah, sudah semestinya kita memiliki
kebahagiaan. Sesungguhnya, orang-orang Bharata ada di zaman emas. Semua jiwa
yang lain tinggal di hunian kedamaian. Semua jiwa sekarang sedang turun kemari.
Kita kemudian akan pergi dan menjadi devi-devta serta memainkan peran kita di
surga. Dunia tua ini adalah daratan penderitaan, sedangkan dunia baru adalah
daratan kebahagiaan. Ketika rumah menjadi tua, tikus dan ular mendatanginya.
Dunia ini juga seperti itu. Durasi siklus adalah 5000 tahun. Sekarang adalah
akhirnya. Gandhiji dahulu juga menginginkan adanya kerajaan baru, New Delhi,
kerajaan Tuhan (Rama). Akan tetapi, itu hanyalah tugas Sang Ayah. Hanya kerajaan
devi-devta yang bisa disebut kerajaan Rama. Di dunia baru, pasti akan ada
kerajaan Lakshmi dan Narayana. Pada awalnya, Radhe dan Krishna berasal dari
kerajaan yang berbeda. Kemudian, saat keduanya menikah, mereka menjadi Lakshmi
dan Narayana. Mereka pasti telah melakukan perbuatan yang sedemikian rupa dalam
kelahiran ini. Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan kepada Anda tentang
falsafah karma, karma netral, dan karma berdosa. Perbuatan apa pun yang
dilakukan orang di kerajaan Rahwana, itu adalah perbuatan berdosa. Di zaman emas,
perbuatan bersifat netral. Ini juga disebutkan dalam Gita, tetapi mereka telah
mengubah nama di dalamnya. Itu adalah kekeliruan. Kelahiran Krishna terjadi di
zaman emas. Shiva adalah Sang Ayah Yang Maha Tinggi yang tanpa citra jasmani.
Krishna adalah manusia berwujud jasmani. Terlebih dahulu, ada hari kelahiran
Shiva. Kemudian, mereka merayakan hari kelahiran Krishna di Bharata. Mereka
membicarakan tentang Shiva Ratri (Malam Shiva). Sang Ayah datang dan memberikan
kerajaan surga kepada Bharata. Setelah hari kelahiran Shiva, ada hari kelahiran
Krishna. Di antara keduanya, ada Rakhi, karena kesucian diperlukan. Penghancuran
dunia tua juga harus terjadi. Itulah sebabnya perang berlangsung dan segala
sesuatu dihancurkan, kemudian Anda datang dan memerintah di dunia baru. Anda
tidak mempelajari ini untuk dunia tua, daratan kematian. Studi Anda adalah untuk
dunia baru, daratan keabadian. Tidak ada universitas lain semacam ini. Sang Ayah
mengatakan, “Sekarang adalah akhir dari daratan kematian. Itulah sebabnya Anda
harus belajar dan menjadi pintar dengan cepat.” Beliau adalah Sang Ayah, Sang
Penyuci, dan Beliau juga mengajar Anda. Ini adalah Universitas Tuhan Sang Ayah.
Tuhan berkata, “Krishna adalah pangeran zaman emas.” Dia juga menerima warisan
dari Shiva Baba. Pada saat ini, Anda semua sedang mengklaim warisan masa depan
Anda. Anda akan menerima warisan sesuai dengan seberapa banyak Anda belajar.
Jika Anda tidak belajar, status Anda berkurang. Di mana pun Anda tinggal, Anda
harus terus belajar. Murli juga dikirim ke luar negeri. Baba terus
memperingatkan Anda setiap hari. Anak-anak, ingatlah Sang Ayah, karena dengan
mengingat Beliau, dosa-dosa Anda akan terhapus. Ketidaksucian di dalam jiwa akan
dihilangkan. Jiwa-jiwa harus menjadi 100% suci. Mereka sekarang tidak suci.
Orang-orang melakukan begitu banyak pemujaan. Ratusan ribu orang pergi berziarah
dan menghadiri perkumpulan. Itu telah berlanjut, kelahiran demi kelahiran.
Mereka membangun begitu banyak kuil dan sebagainya serta melakukan begitu banyak
upaya. Meskipun demikian, mereka terus menuruni tangga. Anda sekarang mengerti
bahwa Anda akan pergi ke daratan kebahagiaan dengan tahapan menaik Anda,
kemudian Anda harus turun. Lalu, derajat akan terus menurun. Kemegahan rumah
baru pasti berkurang setelah sepuluh tahun. Anda dahulu hidup di dunia baru
zaman emas. Kemudian, setelah 1250 tahun, kerajaan Rama dimulai. Dunia sekarang
sepenuhnya tamopradhan. Ada begitu banyak manusia! Dunia telah menjadi tua.
Orang-orang itu terus mengatur keluarga berencana. Mereka terus menjadi begitu
kebingungan. Kita menulis bahwa hanya Tuhan, Sang Ayah, yang bisa melaksanakan
tugas ini. Sembilan ratus ribu hingga satu juta jiwa akan pergi dan tinggal di
zaman emas. Semua yang lain akan pergi dan tinggal di rumah manis mereka. Inilah
keluarga berencana Tuhan: satu agama didirikan dan semua agama yang lain
dilenyapkan. Sang Ayah sedang melaksanakan pekerjaan Beliau. Orang-orang itu
berkata, “Anda boleh menuruti sifat buruk nafsu birahi, tetapi jangan punya anak
lagi.” Tidak ada yang terselesaikan dengan cara itu. Rencana ini hanya berada di
tangan Sang Ayah yang tak terbatas. Sang Ayah mengatakan, “Hanya Sayalah yang
datang untuk mengubah daratan penderitaan menjadi daratan kebahagiaan. Saya
datang setiap 5000 tahun, di antara akhir zaman besi dan awal zaman emas.
Sekarang, ini adalah zaman peralihan, ketika dunia yang tidak suci berubah
menjadi dunia yang suci.” Mendirikan dunia baru dan menghancurkan dunia lama
hanyalah tugas Sang Ayah. Hanya ada satu agama di zaman emas. Lakshmi dan
Narayana dahulu adalah master dunia, maharani dan maharaja. Anda juga tahu,
rosario diciptakan untuk mengenang siapa. Pada puncaknya, ada Sang Bunga
(Tassel), Shiva Baba, kemudian ada manik ganda, Brahma dan Saraswati. Ini adalah
rosario mereka; rosario ini adalah mengenai mereka yang mengubah dunia dari
neraka menjadi surga, dari tidak suci menjadi suci. Mereka yang telah pergi
setelah melakukan pelayanan, dikenang. Sang Ayah menjelaskan, “Mereka dahulu
suci di zaman emas; itu adalah jalan keluarga yang suci. Mereka sekarang tidak
suci.” Orang menyanyikan, “Oh, Sang Penyuci, datanglah! Datanglah dan sucikanlah
kami!” Di zaman emas, Anda tidak akan memanggil-manggil seperti ini. Tak seorang
pun mengingat Baba ketika mereka bahagia. Semua orang mengingat Beliau pada saat
menderita. Baba adalah Sang Pembebas, Yang Esa, Yang Penuh Belas Kasih dan
Kebahagiaan Tiada Tara. Beliau datang dan memberikan mukti dan jeevan mukti
kepada semua jiwa. Orang-orang memanggil-manggil Beliau, “Datang dan bawalah
kami ke rumah manis kami.” Sekarang, tidak ada kebahagiaan. Sekarang adalah
pemerintahan dari rakyat oleh rakyat. Di zaman emas, ada raja, ratu, dan rakyat.
Sang Ayah memberi tahu Anda bagaimana Anda menjadi master dunia. Di sana, Anda
memiliki kekayaan berlimpah, kekayaan tanpa batas. Gedung-gedung di sana
dibangun dari batu bata emas. Batu bata emas itu dibuat dengan mesin. Mereka
bahkan menatahkan berlian dan permata pada batu-batu bata itu. Bahkan di zaman
perunggu, ada begitu banyak berlian! Semua itu kemudian dijarah. Sekarang, tidak
terlihat adanya emas di mana-mana. Ini pun sudah ditakdirkan dalam drama. Sang
Ayah mengatakan, “Saya datang setiap 5000 tahun. Bom-bom nuklir dan sebagainya
telah diciptakan untuk penghancuran dunia lama. Itu disebut sains. Mereka
menggunakan intelek untuk menciptakan hal-hal sedemikian rupa. Dengan itu,
mereka akan menghancurkan marga mereka sendiri. Mereka tidak memproduksi bom-bom
itu hanya untuk disimpan. Geladi bersih terus berlangsung. Perang tidak bisa
dimulai sebelum kerajaan didirikan. Persiapan sedang dilakukan; berbagai bencana
alam juga termasuk di dalam semua itu. Tidak akan ada begitu banyak orang. Anda
anak-anak harus melupakan dunia tua ini sekarang. Ingatlah saja rumah manis Anda
dan kedaulatan surga. Ketika rumah baru sedang dibangun, intelek kita hanya
mengingat rumah yang baru. Dunia baru sekarang sedang didirikan. Baba adalah
Sang Pemberkah Keselamatan Bagi Semua Jiwa. Semua jiwa akan pulang ke rumah dan
badan-badan mereka akan dihancurkan di sini. Jiwa menjadi suci dengan mengingat
Sang Ayah. Anda benar-benar harus menjadi suci. Devi-devta itu suci. Rokok dan
tembakau tidak pernah dipersembahkan ke hadapan patung dewa-dewi; mereka adalah
Vaishnawa. Itu disebut daratan Vishnu. Itu adalah dunia tanpa sifat buruk,
sedangkan ini adalah dunia penuh sifat buruk. Anda sekarang harus pergi ke dunia
tanpa sifat buruk. Hanya tersisa sangat sedikit waktu. Anda sendiri bisa
mengerti bahwa segala sesuatu akan hancur oleh bom nuklir. Perang pasti akan
terjadi. Mereka mengatakan bahwa ada yang menginspirasi mereka untuk merekayasa
semua hal itu dan inilah sebabnya mereka terus membuatnya. Sekalipun mereka tahu
bahwa marga mereka sendiri akan hancur oleh bom-bom itu, mereka tidak bisa
berhenti memproduksinya. Penghancuran melalui Shankar juga sudah ditakdirkan
dalam drama. Penghancuran sudah di ambang pintu. Api penghancuran menyala
melalui api persembahan pengetahuan. Anda sekarang sedang belajar untuk menjadi
master surga. Dunia tua ini harus dihancurkan dan dijadikan baru kembali. Siklus
ini terus berputar. Sejarah harus berulang. Pertama-tama, ada agama devi-devta
yang asli dan abadi, kemudian ada agama kesatria dinasti chandra. Setelah itu,
jiwa-jiwa dari agama Islam, Buddha, dan sebagainya, datang. Kemudian, yang
pertama pasti datang lagi dan segala sesuatu yang lain dilenyapkan. Siapa yang
mengajar Anda anak-anak? Shiva Baba yang tanpa citra jasmani; Beliau adalah Sang
Pengajar dan Sang Satguru. Beliau mulai mengajar Anda begitu Beliau datang.
Itulah sebabnya ada tertulis, “Hari kelahiran Shiva juga adalah hari kelahiran
Gita.” Hari kelahiran Gita juga adalah hari kelahiran Shri Krishna. Shiva Baba
sedang mendirikan zaman emas. Daratan Krishna disebut zaman emas. Bukan pertapa,
orang suci, atau manusia yang mengajar Anda. Sang Ayah yang tak terbatas, yaitu
Sang Penghapus Kesengsaraan dan Sang Pemberkah Kebahagiaan, sedang mengajar Anda.
Beliau memberi Anda warisan untuk 21 kelahiran. Penghancuran harus terjadi.
Tentang masa inilah dikatakan, “Kekayaan beberapa orang tetap terkubur,
sedangkan kekayaan yang lain dijarah oleh Pemerintah …” Akan terjadi banyak
perampokan dan sebagainya. Kebakaran juga akan terjadi. Segala sesuatu akan
dipersembahkan ke dalam api persembahan ini. Ketika ada sedikit api menyala di
suatu tempat sekarang ini, api itu segera dipadamkan. Itu masih memerlukan waktu.
Semua orang akan saling berkelahi. Tidak akan ada orang yang bisa menghentikan
mereka berkelahi. Setelah ada sungai darah, sungai susu akan mengalir. Itu
disebut pertumpahan darah tanpa sebab. Anak-anak telah menerima penglihatan,
tetapi Anda juga akan melihat semuanya dengan mata fisik Anda pada saat itu.
Sebelum penghancuran terjadi, ingatlah Sang Ayah, maka Anda jiwa-jiwa akan
berubah dari tamopradhan menjadi satopradhan. Sang Ayah sedang mempersiapkan
Anda untuk pendirian dunia baru. Ketika kerajaan sudah sepenuhnya didirikan,
penghancuran akan terjadi. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan, dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Jadikanlah
diri Anda layak untuk pergi ke daratan Vishnu. Jadilah sepenuhnya suci. Jauhilah
makanan dan minuman yang tidak suci. Gunakan segala sesuatu yang Anda miliki
dengan cara yang bermanfaat sebelum penghancuran terjadi.
2. Belajarlah dan
jadilah pintar dengan cepat. Berilah perhatian untuk tidak melakukan perbuatan
berdosa.
Berkah:
Semoga Anda
mentransformasi keluhan (fariyaad) menjadi ingatan (yaad) serta menjadi jiwa
yogi yang alami dan konstan (sahaj yogi).
Keistimewaan zaman
peralihan ini adalah, Anda berupaya saat ini dan segera menerima buahnya. Ketika
Anda menjadi perwujudan ingatan selama satu menit, Anda langsung mengalami
pencapaian. Masa depan Anda terjamin, tetapi yang lebih luhur dari masa depan
adalah keberuntungan Anda saat ini. Jagalah intoksikasi akan keberuntungan Anda
maka Anda akan memiliki ingatan alami. Di mana ada ingatan, di situ tidak
mungkin ada keluhan. “Apa yang bisa saya lakukan? Bagaimana saya bisa melakukan
ini? Saya tidak bisa melakukan ini, beri saya bantuan”. Ini adalah keluhan. Jadi,
berhentilah mengeluh dan jadilah yogi yang alami dan konstan (sahaj yogi).
Slogan:
Mereka yang
terus bergerak maju sambil menganggap diri mereka sebagai tamu akan mengalami
tahapan keagungan.
Sinyal Avyakt:
Dengan Keistimewaan Kesatuan dan Keyakinan, Jadilah Penuh Kesuksesan
Ketika Anda telah
mengakumulasi kekuatan perkumpulan, kekuatan cinta kasih, kekuatan kerja sama
satu sama lain, dan kekuatan toleransi, Maya tidak akan mampu menyerang Anda,
dan genderang kemenangan akan berkumandang. Ketika Anda semua terlihat bersatu,
ketika Anda tetap hanyut dalam cinta kasih kepada Yang Esa, ketika Anda tetap
berada dalam keadaan yang konstan dan stabil, tanda-tanda pengungkapan akan
terlihat. Janji Anda semua akan mewujudkan pengungkapan ini.