17.03.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, Anda mendengar kisah sejati dari Sang Ayah yang sejati serta berubah
dari manusia biasa menjadi Narayana. Anda menerima warisan Anda untuk 21
kelahiran dari Sang Ayah yang tak terbatas.
Pertanyaan:
Dengan
mengikuti perintah Sang Ayah yang mana, Anda anak-anak menjadi jiwa-jiwa
berintelek ilahi?
Jawaban:
Perintah Sang
Ayah adalah: “Lupakanlah semua relasi badan dan ingatlah Sang Ayah serta
kerajaan.” Shrimat yang Anda terima dari Sang Satguru ini ditujukan agar Anda
bisa mengklaim keselamatan. Mereka yang mengikuti shrimat ini, yaitu mereka yang
menjadi berkesadaran jiwa, menjadi berintelek ilahi.
Lagu:
Manusia
dewasa ini berada dalam kegelapan.
Om Shanti.
Ini adalah
dunia zaman besi; semua jiwa berada dalam kegelapan. Bharata ini dahulu berada
dalam cahaya. Pada awalnya, ketika Bharata adalah surga, orang-orang Bharata
yang sekarang menyebut diri mereka Hindu, dahulu adalah devi-devta. Ketika
orang-orang Bharata dahulu menghuni surga, tidak ada agama lain; hanya ada satu
agama. Swarg, Heaven, Vaikunth, Bahist (semua sebutan untuk surga) adalah
sebutan untuk Bharata. Bharata kuno dahulu suci dan sangat kaya raya. Sekarang,
Bharata menjadi bersifat zaman besi dan benar-benar terpuruk dalam kemiskinan.
Dahulu, itu adalah zaman emas. Anda semua adalah penghuni Bharata. Anda tahu
bahwa Anda berada dalam kegelapan, tetapi ketika Anda dahulu ada di surga, Anda
berada dalam cahaya. Rajrajeshwara (raja) dan rajrajeshwari (ratu) surga adalah
Lakshmi dan Narayana. Itu disebut daratan kebahagiaan. Sang Ayah menjelaskan
kembali untuk anak-anak baru yang datang. Anda harus mengklaim warisan surga
Anda dari Sang Ayah. Ini disebut jeevan mukti. Pada saat ini, semua jiwa
menjalani kehidupan dalam ikatan (jeevan bandhan). Bharata, pada khususnya, dan
dunia, pada umumnya, berada dalam penjara Rahwana, dalam pondok kesengsaraan.
Bukan berarti bahwa Rahwana hanya ada di Alengka, dan Rama hanya ada di Bharata,
kemudian Rahwana datang dan menculik Sita. Itu semua hanyalah kisah dongeng.
Gita adalah permata utama dari semua kitab suci, karena itu disampaikan oleh
Tuhan. Manusia tidak bisa memberikan keselamatan kepada siapa pun. Di zaman emas,
ada devi-devta yang hidup dalam jeevan mukti. Mereka menerima warisan mereka
pada akhir zaman besi. Orang-orang Bharata tidak mengetahui ini, dan ini juga
tidak disebutkan dalam kitab suci mana pun. Semua kitab suci ditujukan bagi
jalan pemujaan. Semua itu adalah pengetahuan untuk jalan pemujaan. Manusia tidak
memiliki pengetahuan apa pun untuk jalan keselamatan. Sang Ayah mengatakan,
“Manusia tidak bisa menjadi guru bagi sesama manusia. Tidak ada guru yang mampu
memberikan keselamatan.” Guru-guru itu menyuruh Anda melakukan pemujaan,
memberikan donasi, dan berbuat amal. Pemujaan berlangsung sejak zaman perunggu.
Di zaman emas dan perak, ada imbalan dari pengetahuan. Bukan berarti bahwa
pengetahuan ini juga berlanjut di sana. Warisan yang diterima Bharata telah
diberikan oleh Sang Ayah pada zaman peralihan, dan Anda sedang menerimanya
sekali lagi. Ketika orang-orang Bharata, penghuni neraka, menanggung penderitaan
berat, mereka memanggil-manggil Sang Ayah, Sang Penyuci, Sang Penghapus
Kesengsaraan dan Sang Pemberkah Kebahagiaan. Kesengsaraan siapa? Kesengsaraan
semua jiwa, karena semua jiwa di Bharata, pada khususnya, dan dunia, pada
umumnya, pasti memiliki lima sifat buruk di dalam diri mereka. Sang Ayah adalah
Sang Penyuci. Beliau berkata, “Saya datang pada zaman peralihan setiap siklus
dan menjadi Sang Pemberkah Keselamatan Bagi Semua Jiwa. Saya juga mengangkat
mereka yang polos dan lemah, mereka yang berintelek batu, mereka yang tanpa
kebajikan, dan bahkan guru-guru, karena ini merupakan dunia yang tidak suci.”
Zaman emas disebut dunia yang suci. Dahulu ada kerajaan Lakshmi dan Narayana di
Bharata. Orang-orang Bharata tidak tahu bahwa mereka dahulu master surga.
Daratan yang tidak suci berarti daratan kepalsuan, sedangkan daratan yang suci
berarti daratan kebenaran. Bharata dahulu adalah daratan yang suci. Itu dahulu
merupakan kerajaan dinasti surya Lakshmi dan Narayana. Bharata ini adalah
daratan yang tak termusnahkan dan tidak pernah hancur. Ketika kerajaan mereka
ada, tidak ada daratan lain. Semua yang lain ada belakangan. Kekeliruan terbesar
dalam kitab-kitab suci adalah ketika mereka menuliskan bahwa durasi siklus
berlangsung ratusan ribu tahun. Sang Ayah mengatakan bahwa siklus tidak
berdurasi ratusan ribu tahun, demikian juga zaman emas tidak berdurasi ratusan
ribu tahun. Durasi siklus hanya 5000 tahun. Kemudian, orang-orang mengatakan
bahwa manusia mengalami 8,4 juta kelahiran. Mereka telah membuat manusia menjadi
kucing, anjing, dan lain-lain. Akan tetapi, kelahiran hewan sama sekali berbeda.
Ada 8,4 juta ragam hewan. Hanya ada satu ragam manusia, dan manusia mengalami 84
kelahiran. Sang Ayah berkata, “Anda anak-anak berasal dari agama devi-devta yang
asli dan abadi. Sesuai dengan rencana drama, penduduk Bharata telah melupakan
agama mereka. Mereka telah menjadi sepenuhnya tidak suci pada akhir zaman besi.”
Sang Ayah datang dan menyucikan Anda pada zaman peralihan. Ini disebut daratan
penderitaan. Peran Anda kemudian akan dimulai kembali di daratan kebahagiaan.
Sang Ayah berkata, “Oh, anak-anak, Anda orang-orang Bharata dahulu adalah
penghuni surga. Anda kemudian menuruni tangga 84 kelahiran. Dari tahapan sato,
Anda pasti harus menjadi rajo dan tamo.” Tidak ada orang lain yang bisa menjadi
sedemikian kaya, senantiasa bahagia, dan selalu sehat seperti Anda devi-devta
dahulu. Bharata dahulu begitu kaya raya! Berlian dan permata dahulu seperti
bongkahan batu-batu besar. Begitu banyak dari berlian dan permata itu yang
dipecah-pecahkan. Sang Ayah mengingatkan Anda anak-anak tentang bagaimana Beliau
dahulu menjadikan Anda semua begitu kaya. Anda dahulu 16 derajat surgawi
sempurna, penuh dengan semua kebajikan luhur. Sebagaimana raja dan ratu,
demikianlah rakyatnya. Mereka juga bisa disebut gods dan goddesses. Akan tetapi,
Sang Ayah menjelaskan bahwa hanya ada satu God (Tuhan) dan Beliau adalah Sang
Ayah. Dengan memanggil Beliau dengan sebutan Ishwara atau Prabhu, Anda tidak
mengingat bahwa Beliau adalah Sang Ayah dari semua jiwa. Yang Esa adalah Sang
Ayah yang tak terbatas. Beliau menjelaskan bahwa sekalipun orang-orang Bharata
merayakan hari kelahiran Shiva, tak seorang pun dari mereka yang tahu kapan
Beliau benar-benar datang. Mereka bersifat zaman besi dan berintelek batu.
Mereka dahulu adalah tuan keilahian, tetapi sekarang mereka menjadi tuan
bebatuan. Mereka bahkan tidak bisa disebut tuan, karena mereka bukan raja atau
ratu. Pada awalnya, ini adalah daratan raja-raja ilahi, kemudian ini menjadi
kerajaan iblis. Hal ini merupakan sandiwara. Drama-drama itu terbatas, sedangkan
drama ini tak terbatas. Pada saat inilah Anda mengetahui sejarah dan geografi
dunia sejak awal sampai akhir; tak seorang pun yang lain mengetahuinya. Ketika
devi-devta dahulu ada di Bharata, mereka adalah master atas seisi dunia. Mereka
hanya ada di Bharata. Sang Ayah mengingatkan Anda, orang-orang Bharata. Di zaman
emas, devi-devta yang asli dan abadi memiliki agama yang luhur dan melakukan
perbuatan yang luhur. Mereka kemudian harus menurun, melalui 84 kelahiran. Sang
Ayah duduk di sini dan menceritakan kisah kepada Anda tentang bagaimana ini
merupakan akhir dari banyak kelahiran Anda. Bukan hanya satu kelahiran. Selain
itu, juga tidak ada medan pertempuran dan sebagainya. Orang-orang Bharata telah
lupa bahwa ini dahulu adalah kerajaan Lakshmi dan Narayana. Dengan memberikan
durasi panjang untuk zaman emas, mereka telah membuatnya sedemikian jauh. Sang
Ayah menjelaskan bahwa tidak ada manusia yang bisa menjadi Tuhan. Manusia tidak
bisa memberikan keselamatan kepada manusia. Ada ungkapan bahwa Sang Pemberkah
Keselamatan Bagi Semua Jiwa, Sang Penyuci bagi mereka yang tidak suci, hanyalah
Yang Esa. Ini adalah daratan kepalsuan. Baba yang sejati adalah Yang Esa, yang
mendirikan daratan kebenaran. Para pemuja telah memuja semua devi-devta, tetapi
mereka tidak mengetahui biografi satu pun dari devi-devta yang telah mereka puja
di jalan pemujaan itu. Mereka bahkan merayakan hari kelahiran Shiva. Sang Ayah
adalah Sang Pencipta dunia baru; Beliau adalah Tuhan, Sang Ayah, Sang Pencipta
Surga, Yang Esa, yang memberikan kebahagiaan tak terbatas kepada Anda. Di zaman
emas, ada kebahagiaan. Bagaimana dan oleh siapa zaman emas didirikan? Beliau
mengubah penghuni neraka menjadi penghuni surga, Beliau mengubah manusia yang
korup menjadi devi-devta yang luhur. Hanya Sang Ayah yang mengerjakan tugas ini.
“Saya menyucikan Anda, anak-anak. Anda menjadi master surga. Lalu, siapa yang
membuat Anda tidak suci? Itulah Rahwana.” Manusia mengatakan bahwa Tuhanlah yang
memberikan kebahagiaan dan penderitaan. Sang Ayah berkata, “Saya memberikan
kebahagiaan kepada semua jiwa, kemudian sepanjang setengah siklus, Anda tidak
mengingat Baba. Selanjutnya, ketika kerajaan Rahwana dimulai, Anda mulai memuja
semua orang.” Ini adalah kelahiran terakhir dari banyak kelahiran Anda. Anda
bertanya, “Baba, berapa banyak kelahiran yang sudah saya jalani?” Sang Ayah
berkata, “Anda anak-anak tidak mengetahui tentang kelahiran Anda sendiri. Anda
telah menjalani 84 kelahiran penuh. Anda telah datang untuk mengklaim warisan
Anda selama 21 kelahiran. Artinya, Anda mendengarkan Baba Anda yang sejati
menyampaikan pengetahuan tentang kisah sejati untuk menjadi Narayana dari
manusia biasa. Ini adalah pengetahuan. Itu adalah pemujaan.” Hanya Sang Jiwa
Yang Maha Tinggi yang datang untuk memberikan pengetahuan spiritual ini kepada
Anda. Anda anak-anak harus menjadi berkesadaran jiwa. Sadarilah diri Anda
sebagai jiwa dan teruslah mengingat Sang Ayah saja! Shiva Baba adalah Sang Ayah
dari semua jiwa. Semua jiwa datang dari hunian tertinggi, memasuki badan, dan
memainkan peran mereka. Ini disebut medan perbuatan. Ini adalah sandiwara yang
sangat penting. Jiwa-jiwa menerima kelahiran manusia yang baik atau buruk sesuai
dengan sanskara baik atau buruk mereka. Orang ini, yang dahulu suci, sekarang
telah menjadi tidak suci. Hal yang sama berlaku bagi Anda. “Saya, Ayah Anda,
harus datang ke daratan asing Rahwana ini dan memasuki badan yang tidak suci.
Saya harus memasuki orang yang akan mengklaim nomor satu. Hanya mereka yang
berasal dari dinasti surya yang mengalami 84 kelahiran penuh. Orang ini adalah
Brahma dan Anda adalah Brahmana.” Sang Ayah menjelaskan hal ini setiap hari.
Akan tetapi, untuk mengubah mereka yang berintelek batu menjadi berintelek ilahi
tidak semudah berkunjung ke rumah bibi Anda. Oh, jiwa-jiwa, sekarang, jadilah
berkesadaran jiwa! Oh, jiwa-jiwa, ingatlah Sang Ayah Yang Esa dan kerajaan!
Tanggalkanlah relasi badan, maka Anda akan menjadi jiwa-jiwa berintelek ilahi.
Semua orang harus mati. Sekarang adalah tahapan pensiun bagi semua orang. Tak
seorang pun, selain Sang Satguru, yang mampu menjadi Sang Pemberkah Keselamatan
Bagi Semua Jiwa. Sang Ayah berkata, “Oh, anak-anak Bharata, pada awalnya, Anda
berintelek ilahi. Ada ungkapan bahwa jiwa-jiwa dan Sang Jiwa Yang Maha Tinggi
telah begitu lama terpisah. Oleh sebab itu, Anda orang-orang Bharata, yang
berasal dari agama devi-devta, adalah yang terlebih dahulu turun. Jiwa-jiwa dari
berbagai agama yang lain datang belakangan. Itulah sebabnya, mereka mengalami
lebih sedikit kelahiran.” Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan bagaimana
pohon dunia bertumbuh. Ini sangat mudah bagi mereka yang mampu meresapkannya.
Jiwa-jiwalah yang meresapkan segalanya. Jiwa-jiwalah yang menjadi jiwa-jiwa
berdosa atau jiwa-jiwa dermawan. “Ini adalah kelahiran terakhir Anda, kelahiran
ke-84. Anda sekarang berada dalam tahapan pensiun. Mereka yang berada dalam
tahapan pensiun mengadopsi guru untuk menerima mantra. Anda tidak lagi
mengadopsi orang-orang dari luar itu sebagai guru Anda. Saya adalah Sang Ayah,
Sang Pengajar, dan Sang Satguru bagi Anda semua. Saya disebut sebagai Sang
Penyuci, Shiva Baba.” Anda sekarang sudah ingat. Beliau adalah Sang Ayah dari
semua jiwa. Jiwa-jiwa adalah yang benar dan yang hidup, karena mereka abadi.
Peran terekam dalam diri masing-masing jiwa. Sang Ayah juga adalah Yang Maha
Benar dan Yang Maha Hidup. Karena Beliau adalah Sang Benih pohon dunia manusia,
Beliau berkata, “Saya mengetahui permulaan, pertengahan, dan akhir keseluruhan
pohon. Inilah sebabnya, Saya disebut Yang Esa, yang penuh dengan pengetahuan.
Anda juga memiliki seluruh pengetahuan tentang bagaimana pohon tumbuh dari Sang
Benih. Pohon membutuhkan waktu untuk tumbuh.” Sang Ayah berkata, “Saya adalah
Sang Benih. Pada akhirnya, keseluruhan pohon mencapai tahapan lapuk total.
Lihatlah, fondasi devi-devta tidak lagi ada; itu telah menghilang.” Ketika agama
devi-devta sudah menghilang, barulah Sang Ayah harus datang. Beliau mendirikan
satu agama dan meniadakan semua agama yang lain. Sang Ayah sedang menjalankan
pendirian agama devi-devta yang asli dan abadi melalui Prajapita Brahma. Anda
telah datang kemari untuk berubah dari manusia yang korup menjadi devi-devta
yang luhur. Drama ini sudah ditakdirkan dan tidak memiliki akhir. Sang Ayah
datang. Semua jiwa adalah brother, penghuni alam jiwa. Semua jiwa mengingat Sang
Ayah Yang Esa. Semua jiwa mengingat Beliau pada saat menderita. Di kerajaan
Rahwana, ada penderitaan. Di sini, semua jiwa mengingat bahwa Sang Ayah, Sang
Pemberkah Keselamatan Bagi Semua Jiwa, adalah Yang Esa. Beliau dipuji. Siapa
yang bisa menjadikan Anda suci seandainya Baba tidak datang? Pada saat ini,
semua manusia, termasuk orang Kristen, Buddha, dan lain-lain, bersifat
tamopradhan. Semua jiwa pasti harus mengalami kelahiran kembali. Semua jiwa
sekarang mengalami kelahiran kembali di neraka. Bukan berarti bahwa mereka
mengalami kebahagiaan sebagaimana dikatakan oleh orang-orang dari agama Hindu.
Ketika seseorang meninggalkan badan, jika dia menjadi penghuni surga, berarti
sebelum itu, dia pasti hidup di neraka. Oleh sebab itu, semoga dia benar-benar
pergi ke surga! Karena dia sudah pergi ke surga, mengapa Anda memberinya makanan
yang tidak suci dari neraka? Orang-orang memberi makan roh orang-orang yang
telah meninggalkan badan. Di Benggala, mereka bahkan menyajikan ikan, telur, dan
sebagainya kepada arwah-arwah itu. Apa gunanya mereka memakan makanan itu? Belum
ada jiwa yang sudah bisa pulang ke rumah. Bahkan jiwa nomor satu pun harus
menjalani 84 kelahiran. Tidak ada kesulitan dalam pengetahuan ini. Ada begitu
banyak upaya di jalan pemujaan. Dengan merapalkan nama Rama, mereka merinding.
Semua itu adalah jalan pemujaan. Matahari dan bulan menyinarkan cahaya; mereka
bukan devi-devta. Sesungguhnya, pujian tentang Sang Surya Pengetahuan, bulan
pengetahuan, dan bintang-bintang pengetahuan, mengacu pada saat ini. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Jangan
melakukan perbuatan berdosa apa pun dalam kelahiran terakhir Anda, kelahiran
yang ke-84 ini. Lakukan upaya penuh untuk menjadi jiwa dermawan. Jadilah
sepenuhnya suci.
2. Agar bisa
menjadikan intelek Anda ilahi, lupakanlah semua relasi badan dan berlatihlah
menjadi berkesadaran jiwa.
Berkah:
Semoga Anda
senantiasa penuh kekuatan dan terbebas dari berbagai sanskara lama dan rintangan.
Jika Anda ingin
terbebas dari segala jenis rintangan, kelemahan, atau sanskara lama, seraplah
kekuatan, yaitu, adopsilah wujud Anda dengan mengenakan semua perhiasan. Mereka
yang selalu berhias dengan semua perhiasan akan menjadi bagian dari dinasti
Vishnu di masa depan dan, karena mereka menjadi Vaishnava pada saat ini, tidak
ada pikiran atau sanskara tamoguni yang bisa menyentuh mereka. Mereka dengan
mudah menjauh dari dunia lama ini, yaitu, dari segala sesuatu atau siapa pun di
dunia ini. Tidak seorang pun bisa menyentuh mereka dengan alasan apa pun.
Slogan:
Menjaga
keseimbangan setiap saat, dalam setiap perbuatan yang Anda lakukan adalah cara
untuk menerima berkah dari semua jiwa.
Sinyal Avyakt:
Jadikan Fondasi Keyakinan Anda Kuat dan Kokoh serta Jadilah Senantiasa Tanpa
Rasa Takut dan Tanpa Kekhawatiran
Ketika seseorang
menghina salah satu dari dua rekannya, maka rekan yang lain (orang ketiga) bisa
sepenuhnya mentransformasi sikap mental itu. Di mana ada keyakinan, makna
kata-kata bisa diubah dan situasi bisa diperkecil. Jadi, perhatikanlah
keistimewaan masing-masing, maka meskipun Anda berjumlah banyak, Anda semua akan
terlihat berada dalam satu kesatuan. Perkumpulan akan bersatu dalam satu arah.
Ketika seseorang mengatakan sesuatu yang memfitnah tentang orang lain, maka,
alih-alih mendukungnya, transformasilah sikap mental orang yang mengatakannya.