18.04.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, Anda sedang belajar secara pribadi dengan Sang Ayah. Agar layak
menerima kedaulatan zaman emas, Anda benar-benar harus menjadi suci.
Pertanyaan:
Apa peran
Sang Ayah yang hanya diketahui oleh Anda, anak-anak?
Jawaban:
Anda tahu
bahwa Ayah Anda adalah Sang Ayah, Sang Pengajar, dan juga Sang Satguru. Beliau
datang pada zaman peralihan siklus untuk mengubah dunia lama menjadi baru, untuk
mendirikan satu agama devi-devta yang asli dan abadi. Sang Ayah sekarang sedang
mengajar kita, anak-anak, untuk mengubah kita dari manusia biasa menjadi
devi-devta. Tak seorang pun, kecuali kita, yang mengetahui peran Beliau.
Lagu:
Tidak ada
yang seunik Tuhan Yang Polos.
Om Shanti.
Makna “Om
shanti” sudah dijelaskan kepada Anda anak-anak berulang kali. “Om” berarti saya
adalah jiwa dan ini adalah badan saya. Badan juga bisa mengatakan, “Ini adalah
jiwa saya.” Sebagaimana Shiva Baba mengatakan, “Anda adalah milik Saya,” dan
anak-anak mengatakan, “Baba, Engkau adalah milik saya,” demikian juga, jiwa
mengatakan, “Ini badan saya,” dan badan bisa mengatakan, “Ini jiwa saya.” Jiwa
tahu bahwa dirinya tak termusnahkan. Badan tidak bisa melakukan apa-apa tanpa
jiwa. Jiwa memiliki badan dan mengatakan, “Jangan menyusahkan jiwa saya.” “Jiwa
saya adalah jiwa dermawan.” Atau, “Jiwa saya adalah jiwa berdosa.” Anda
jiwa-jiwa mengetahui bahwa Anda dahulu adalah jiwa-jiwa dermawan di zaman emas.
Sang jiwa sendiri mengatakan, “Saya dahulu adalah emas murni yang satopradhan di
zaman emas.” Jiwa bukanlah emas; ini hanyalah perumpamaan. Jiwa saya dahulu suci
dan bersifat zaman emas. Jiwa sekarang mengatakan, “Saya tidak suci.” Manusia di
dunia tidak memahami ini. Anda menerima shrimat. Anda jiwa-jiwa sekarang tahu
bahwa Anda dahulu satopradhan dan sekarang telah menjadi tamopradhan. Hal yang
sama berlaku untuk segalanya: masa kanak-kanak, remaja, dan tua. Segala sesuatu
pasti berubah dari baru menjadi lama. Dunia pada mulanya juga satopradhan dan
bersifat zaman emas, kemudian menjadi tamopradhan dan bersifat zaman besi.
Itulah sebabnya semua orang sekarang tidak bahagia. “Satopradhan” berarti dunia
yang sudah diperbarui, sedangkan “tamopradhan” berarti dunia yang sudah rusak.
Dalam lagu, juga dikatakan, “Yang Esa memperbarui dunia yang sudah rusak.” Dunia
tua ini menjadi rusak karena sekarang adalah kerajaan Rahwana dan semua jiwa
tidak suci. Di zaman emas, semua jiwa dahulu suci, dan itu disebut sebagai dunia
baru yang tanpa sifat buruk. Ini adalah dunia tua yang penuh sifat buruk.
Sekarang adalah zaman besi. Tak satu pun dari hal-hal ini diajarkan di sekolah
atau universitas. Tuhan datang dan mengajarkan Raja Yoga kepada Anda. “Tuhan
berbicara” disebutkan dalam Gita: Shrimad Bhagawad Gita. “Shrimat” berarti
petunjuk luhur. Tuhan adalah Yang Maha Luhur, Yang Maha Tinggi. Nama Beliau yang
akurat adalah Shiva. Anda tidak pernah mendengar istilah “Rudra Jayanti” atau
“Rudra Ratri”. Orang-orang berbicara tentang “Shiva Ratri”, tetapi Shiva tak
berwujud jasmani. Jadi, bagaimana mungkin hari kelahiran Yang Esa yang tak
berwujud jasmani bisa dirayakan? Tidak ada masalah dalam membicarakan hari
kelahiran Krishna. Dia adalah anak dari seseorang. Waktu dan tanggal lahirnya
diketahui. Tak seorang pun mengetahui kapan Shiva mengambil kelahiran. Ini harus
diketahui. Anda sekarang telah menerima pemahaman tentang bagaimana Shri Krishna
lahir pada permulaan zaman emas. Anda mengatakan bahwa itu terjadi 5000 tahun
yang lalu. Orang juga mengatakan bahwa Bharata dahulu adalah surga, 3000 tahun
sebelum Kristus. Sebelum Islam datang, ada dinasti chandra, dan sebelum itu, ada
dinasti surya. Kitab suci telah memberikan durasi ratusan ribu tahun pada zaman
emas. Gita adalah kitab suci utama. Melalui Gita, agama devi-devta didirikan.
Agama itu berlanjut selama zaman emas dan perak. Itu berarti bahwa agama
devi-devta yang asli dan abadi didirikan oleh Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang
Jiwa Yang Maha Tinggi, melalui Gita. Kemudian, selama setengah siklus, tidak ada
kitab suci maupun pendiri agama mana pun. Sang Ayah datang dan mengubah Brahmana
menjadi devi-devta dan kesatria. Artinya, Beliau mendirikan tiga agama. Ini
adalah agama peralihan; durasinya sangat singkat. Gita, permata terluhur dari
semua kitab suci, dinyanyikan oleh Tuhan. Sang Ayah tidak mengalami kelahiran
kembali. Beliau memang mengambil kelahiran, tetapi Beliau mengatakan, “Saya
tidak memasuki rahim. Saya tidak menerima pemeliharaan.” Anak-anak yang
dilahirkan di zaman emas tinggal dalam istana rahim, sedangkan di kerajaan
Rahwana, mereka harus memasuki penjara rahim. Hukuman atas dosa dialami di dalam
penjara. Mereka berjanji dalam rahim bahwa mereka tidak akan berbuat dosa lagi,
tetapi ini adalah dunia jiwa-jiwa berdosa. Begitu bayi tersebut dilahirkan, dia
mulai berbuat dosa; janji yang dibuatnya dalam rahim tertinggal di sana. Di sini
pun, ada banyak anak yang berjanji bahwa mereka tidak akan berbuat dosa lagi,
bahwa mereka tidak akan menggunakan pedang sifat buruk nafsu birahi terhadap
satu sama lain, karena sifat buruk nafsu birahi telah mendatangkan penderitaan
sejak itu dimulai, hingga pertengahan, sampai akhir. Di zaman emas, tidak ada
racun. Oleh sebab itu, orang-orang di sana tidak mengalami penderitaan apa pun
sejak permulaan, hingga pertengahan, sampai akhir kelahiran mereka yang ke-21,
karena itu adalah kerajaan Tuhan. Baba sekali lagi sedang melaksanakan
pendiriannya. Pendiriannya pasti hanya terjadi di zaman peralihan, bukan? Siapa
pun yang datang untuk mendirikan agama sama sekali tidak boleh melakukan dosa.
Selama separuh perjalanan hidup mereka, mereka adalah jiwa-jiwa dermawan,
kemudian setelah separuh masa mereka berlalu, mereka menjadi jiwa-jiwa berdosa.
Anda adalah jiwa-jiwa dermawan di zaman emas dan perak, kemudian Anda menjadi
jiwa-jiwa berdosa. Pada saat jiwa yang satopradhan turun dari atas, dia tidak
bisa mengalami hukuman. Ketika jiwa Kristus turun untuk mendirikan agamanya, dia
tidak mungkin mengalami hukuman. Orang-orang mengatakan bahwa Kristus disalibkan.
Akan tetapi, jiwa itu belum melakukan perbuatan berdosa apa pun. Badan yang
dimasuki jiwa itulah yang mengalami penderitaan dan harus menanggung segalanya.
Sama halnya dengan bagaimana Baba memasuki orang ini. Baba satopradhan. Semua
penderitaan atau kesulitan dialami oleh orang ini, bukan oleh Shiva Baba. Beliau
senantiasa penuh kedamaian dan kebahagiaan. Beliau selamanya satopradhan. Akan
tetapi, Baba tetap memasuki badan tua ini. Demikian juga, badan yang dimasuki
oleh jiwa Kristus bisa mengalami penderitaan, tetapi jiwa Kristus tidak mungkin
mengalami penderitaan, karena dia masih harus melewati tahapan sato, rajo, dan
tamo. Jiwa-jiwa baru memang turun, jadi mereka pasti harus mengalami kebahagiaan
terlebih dahulu. Mereka tidak bisa mengalami penderitaan lebih dahulu; bukan
begitu hukumnya. Baba sedang duduk di dalam orang ini. Jika ada kesulitan, itu
dialami oleh orang ini (Brahma), bukan Shiva Baba. Akan tetapi, hanya Anda yang
mengetahui hal-hal ini; tidak ada orang lain yang mengetahuinya. Sang Ayah duduk
di sini dan menjelaskan semua rahasia ini kepada Anda. Pendirian yang terjadi
melalui Raja Yoga yang mudah ini, dan juga hal-hal yang sama ini, nantinya
dikenang di jalan pemujaan. Segala sesuatu yang terjadi di zaman peralihan,
dikenang. Shiva Baba dipuja ketika jalan pemujaan dimulai. Siapa yang pertama-tama
melakukan pemujaan? Ketika Lakshmi dan Narayana memerintah kerajaan, mereka
layak dipuja. Kemudian, ketika mereka selanjutnya memasuki jalan dosa, mereka
berubah dari layak dipuja menjadi pemuja. Sang Ayah menjelaskan, “Intelek Anda
anak-anak harus terlebih dahulu memahami bahwa Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang
Jiwa Yang Maha Tinggi yang tak berwujud jasmani, sedang mengajar Anda melalui
orang ini. Tidak mungkin ada tempat lain seperti ini di seluruh dunia, di mana
orang bisa menjelaskan dengan cara sedemikian rupa. Hanya Sang Ayah yang datang
dan sekali lagi memberi Bharata warisan surga. Pada bagian bawah gambar Trimurti,
tertulis: “Kedaulatan dunia devi-devta adalah hak lahir Anda dari Tuhan, Sang
Ayah.” Shiva Baba datang dan memberi Anda warisan kedaulatan surga dengan cara
menjadikan Anda layak. Anda tahu bahwa Baba sedang menjadikan Anda layak.
Bukankah Anda dahulu tidak suci? Ketika Anda menjadi suci, badan-badan Anda
tidak bisa dipertahankan. Anda telah dijadikan tidak suci oleh Rahwana. Kemudian,
Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, menyucikan kita dan
menjadikan kita master dunia yang suci. Beliau adalah Sang Samudra Pengetahuan
dan Sang Penyuci. Baba yang tak berwujud jasmani sedang mengajar kita. Tidak
semua orang bisa belajar bersama-sama. Hanya sedikit dari Anda yang duduk di
sini secara pribadi, sedangkan anak-anak yang lain mengerti bahwa Shiva Baba
pasti sedang duduk di dalam badan Brahma serta menyampaikan pengetahuan mengenai
permulaan, pertengahan, dan akhir dunia. Mereka akan menerima murli dalam bentuk
tertulis. Di perkumpulan-perkumpulan spiritual yang lain, tidak demikian.
Belakangan ini, orang sudah menciptakan alat perekam, jadi mereka mengirimkan
rekaman dalam bentuk kaset. Orang-orang itu pasti mengatakan bahwa guru ini atau
itu menyampaikan hal ini. Mereka hanya mengingat manusia dalam intelek mereka.
Itu tidak berlaku di sini. Di sini, Sang Ayah yang tak berwujud jasmani adalah
Yang Esa yang berpengetahuan penuh. Manusia tidak bisa disebut berpengetahuan
penuh. Ada ungkapan bahwa Tuhan, Sang Ayah, penuh dengan pengetahuan, penuh
dengan kedamaian, dan penuh dengan kebahagiaan tiada tara, sehingga pastilah ada
warisan dari Beliau. Anak-anak Beliau pasti menerima kebajikan-kebajikan luhur
Beliau. Anda sekarang sedang menerimanya. Kita sedang meresapkan kebajikan luhur
dan menjadi seperti Lakshmi dan Narayana. Tidak semua orang bisa menjadi raja
atau ratu. Raja, ratu, dan penasihat, dikenang. Di sana, tidak akan ada
penasihat, karena maharani dan maharaja memiliki kekuatan. Ketika mereka menjadi
bersifat buruk, barulah mereka memerlukan penasihat dan sebagainya. Sebelumnya,
tidak ada menteri dan lain-lain. Itu adalah kerajaan dari satu raja dan ratu.
Untuk apa mereka memerlukan penasihat? Berhubung mereka sendiri adalah master,
mereka tidak perlu meminta nasihat. Inilah sejarah dan geografi. Akan tetapi,
intelek Anda harus terlebih dahulu paham, selagi Anda berjalan dan melakukan
segala sesuatu, bahwa Sang Ayah sedang mendidik Anda dan mengajari Anda beryoga.
Teruslah berada dalam perziarahan ingatan. Sandiwara ini sekarang menjelang
berakhir. Karena kita telah menuruti sifat buruk nafsu birahi, kita telah
menjadi sepenuhnya tidak suci. Inilah sebabnya, ada istilah “jiwa berdosa”. Di
zaman emas, sama sekali tidak ada jiwa berdosa; di sana, hanya ada jiwa-jiwa
dermawan. Itulah hadiah yang sedang Anda upayakan sekarang. Perziarahan Anda
adalah perziarahan ingatan. Itu disebut yoga Bharata, tetapi orang tidak
mengerti bahwa yoga berarti ingatan kepada Baba, yang melaluinya dosa-dosa
dihapuskan. Anda kemudian meninggalkan badan Anda dan pulang ke rumah. Itu
disebut rumah yang manis. Jiwa berkata, “Saya adalah penghuni hunian kedamaian
itu.” Kita datang tanpa badan, kemudian mengambil badan di sini untuk memainkan
peran kita. Anda juga sudah menerima penjelasan bahwa lima sifat buruk disebut
Maya; itu adalah lima sifat iblis. Ada sifat iblis nafsu birahi dan amarah.
Sifat iblis nomor satu adalah kesadaran badan. Baba menjelaskan, “Sifat-sifat
buruk ini tidak ada di zaman emas; itu disebut dunia tanpa sifat buruk.”
Mengubah dunia penuh sifat buruk menjadi dunia tanpa sifat buruk hanyalah tugas
Sang Ayah. Hanya Beliaulah yang disebut Yang Mahakuasa, Sang Samudra Pengetahuan,
dan Sang Penyuci. Pada saat ini, semua orang dilahirkan melalui ketidaksucian.
Hanya di zaman emas, dunia ini tanpa sifat buruk. Baba berkata, “Sekarang, Anda
harus berubah dari penuh sifat buruk menjadi tanpa sifat buruk.” Orang-orang
bertanya, “Bagaimana mungkin anak-anak bisa dilahirkan tanpa racun?” Baba
menjelaskan, “Sekarang ini adalah kelahiran terakhir Anda. Daratan kematian akan
segera berakhir, dan setelah itu, tidak akan ada manusia penuh sifat buruk.”
Itulah sebabnya, Anda harus berjanji kepada Sang Ayah bahwa Anda akan tetap
hidup suci. Mereka mengatakan, “Baba, saya pasti akan mengklaim warisan saya
dari-Mu.” Orang-orang suka mengatakan sumpah palsu. Mereka bahkan tidak mengenal
Tuhan yang dalam nama-Nya mereka bersumpah. Mereka tidak tahu kapan dan
bagaimana Beliau datang; mereka tidak tahu apa-apa tentang nama, wujud, daratan,
periode waktu-Nya, dan lain-lain. Baba datang dan menyampaikan perkenalan-Nya
sendiri. Anda sekarang sedang menerima perkenalan Beliau. Tak seorang pun di
dunia ini mengenal Tuhan, Sang Ayah. Mereka memanggil-manggil Beliau dan juga
memuja-Nya, tetapi mereka tidak mengenal peran Tuhan. Anda sekarang mengetahui
bahwa Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, adalah Sang Ayah,
Sang Pengajar, dan Sang Satguru. Sang Ayah sendiri telah memberi Anda
perkenalan-Nya. Beliau berkata, “Saya adalah Ayah Anda. Saya telah memasuki
badan ini. Pendirian berlangsung melalui Prajapita Brahma. Prajapita dari siapa?
Dari Brahmana. Anda, anak-anak Brahmana, kemudian menjadi devi-devta melalui
belajar. Saya mengubah Anda dari shudra menjadi Brahmana.” Sang Ayah berkata,
“Saya datang pada zaman peralihan dalam siklus. Siklus ini berdurasi 5000 tahun.
Siklus dunia ini terus berputar. Saya datang untuk mengubah dunia lama menjadi
baru dan mendirikan agama devi-devta yang asli dan abadi. Kemudian, Saya
menghancurkan semua yang lama. Saya mengajar Anda anak-anak dan mengubah Anda
dari manusia menjadi devi-devta untuk 21 kelahiran.” Devi-devta berarti
jiwa-jiwa yang berasal dari dinasti surya dan dinasti chandra, termasuk rakyat
mereka. Akan tetapi, Anda hanya bisa mengklaim status yang luhur sesuai dengan
seberapa besar upaya yang Anda lakukan pada saat ini. Upaya apa pun yang Anda
lakukan sekarang akan berlanjut, setiap siklus. Anda mengerti bahwa Anda membuat
upaya tersebut, tiap siklus, dan bahwa itulah status yang akan Anda peroleh.
Intelek Anda anak-anak mengerti bahwa Yang Esa yang tak berwujud jasmani sedang
mengajar Anda. Hanya dengan mengingat Beliau, dosa-dosa Anda bisa terhapus.
Dosa-dosa Anda tidak bisa terhapus tanpa mengingat Beliau. Manusia bahkan tidak
mengetahui berapa jumlah kelahiran yang mereka alami. Ada orang yang telah
menuliskan cerita dalam kitab suci tentang 8,4 juta kelahiran. Anda sekarang
paham bahwa hanya ada 84 kelahiran. Inilah kelahiran terakhir Anda, kemudian
Anda akan pergi ke surga. Anda akan terlebih dahulu pergi ke alam jiwa,
selanjutnya ke surga. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Tetaplah
teguh memegang janji yang telah Anda berikan kepada Sang Ayah, yaitu untuk tetap
hidup suci. Anda benar-benar harus meraih kemenangan atas sifat iblis nafsu
birahi, amarah, dan sebagainya.
2. Selagi berjalan
dan beraktivitas dalam segala hal, ingatlah Sang Ayah yang sedang mengajar Anda.
Sandiwara ini sekarang menjelang berakhir. Oleh sebab itu, Anda benar-benar
harus menjadi suci dalam kelahiran terakhir ini.
Berkah:
Semoga Anda
menjadi penuh dengan segala harta dan melayani melalui wajah Anda sebagai
pelayan sejati.
Anak-anak yang
senantiasa penuh dengan segala harta memiliki intoksikasi Ketuhanan yang
terlihat di mata dan dahi mereka. Wajah mereka melakukan pelayanan. Baik mereka
telah mengumpulkan sedikit atau banyak, itu terlihat di wajah mereka. Ketika
seseorang berasal dari klan yang tinggi, kilau dan intoksikasi itu terlihat di
wajahnya. Dengan cara yang sama, biarlah wajah Anda mengungkapkan setiap pikiran
dan tindakan Anda, maka Anda akan disebut sebagai pelayan sejati.
Slogan:
Hematlah
harta waktu dan pikiran Anda, serta tingkatkan rekening tabungan Anda.
Sinyal Avyakt:
Untuk Menjadi Agung Resapkanlah Kebajikan Ilahi Kemanisan dan Kerendahan Hati
Ketika Anda memberi
seseorang sesuatu yang manis, mulutnya akan terasa manis untuk sementara waktu.
Namun, jika Anda sendiri menjadi manis, kata-kata Anda akan selalu manis. Sama
seperti Anda merasa bahagia ketika makan atau memberi seseorang sesuatu yang
manis, dengan cara yang sama, kata-kata manis membuat Anda dan orang lain merasa
bahagia. Teruslah menjadikan manis mulut setiap orang dengan cara ini. Biarlah
selalu drishti, kata-kata, dan tindakan Anda menjadi manis.