20.07.26       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, kesucian adalah dasar untuk berubah dari yang tidak memiliki apa-apa menjadi pangeran. Hanya dengan menjadi suci, Anda bisa menerima kerajaan dunia yang suci.

Pertanyaan:
Di sekolah ini, pelajaran mana yang mengubah Anda dari manusia menjadi devi-devta?

Jawaban:
Di sekolah ini, setiap hari Anda mempelajari pelajaran untuk tidak menjadi badan, melainkan jiwa. Dengan berkesadaran jiwa, Anda berubah dari manusia menjadi devi-devta, dari orang biasa menjadi Narayana. Pada saat ini, semua manusia adalah pemuja, artinya: mereka tidak suci dan berkesadaran badan. Inilah sebabnya, mereka terus memanggil-manggil Sang Ayah, Sang Penyuci.

Lagu:
Tinggalkanlah singgasana-Mu di langit dan turunlah ke bumi!

Om Shanti.
Anda anak-anak mengetahui siapa yang berkata, “Om shanti.” Anak-anak yang mana? Apakah Anda, jiwa-jiwa, mengetahui jiwa siapa yang mengatakan, “Om shanti”? Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, mengatakannya. Anda anak-anak tahu bahwa bukan jiwa manusia yang mengatakannya. Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, Shiva, mengatakannya. Sang Ayah dari semua jiwa adalah Yang Maha Tinggi. Anda mendengar dalam lagu tadi, bahwa ada bayang-bayang Maya yang besar di atas Bharata. Mereka telah menjadi sangat tidak suci. Inilah sebabnya, mereka memanggil-manggil, “Wahai, Sang Penyuci, datanglah kembali untuk menyucikan kami!” Jiwa-jiwalah yang memanggil-manggil Ayah mereka, Yang Esa, yang disebut Tuhan. Mereka berkata bahwa hanya Beliaulah Sang Penyuci. Pujian hanyalah bagi Yang Esa. Beliaulah Sang Ayah yang tak terbatas dari semua jiwa. Di sini, semua jiwa telah menjadi tidak suci, sehingga mereka memanggil-manggil, “Wahai, Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi!” Hanya Beliaulah Sang Samudra Pengetahuan dan Sang Penyuci. Beliau adalah Sang Ayah sekaligus Sang Pengajar, karena Beliau adalah Sang Samudra Pengetahuan dan Sang Penguasa Dunia. Beliau juga Yang Maha Mengetahui seluruh Weda, kitab suci, Granth, dan sebagainya. Beliau disebut Yang Esa, yang berpengetahuan penuh. Pada saat ini, semua jiwa memanggil-manggil Sang Ayah parlokik karena mereka tidak bahagia. Mereka memanggil-manggil Tuhan, Sang Ayah. Beliau juga pasti memiliki nama. Nama yang mereka ingat tentang Beliau adalah Shiva Baba. Hanya Beliaulah Yang Maha Tinggi, Sang Samudra Pengetahuan, Sang Samudra Kebahagiaan, dan Sang Samudra Kedamaian. Jiwa-jiwa manusia memuji Ayah mereka. Jiwa siapakah Yang Maha Tinggi? Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Beliaulah Yang Tertinggi. Manusia yang tidak suci mengingat Beliau. Ketika Bharata dahulu suci dan ada kerajaan devi-devta di zaman emas, tidak ada orang yang tidak suci di sana. Ini adalah dunia yang tamopradhan, artinya: semua jiwa yang hidup di dunia ini adalah jiwa berdosa. Bharata yang dahulu suci sekarang telah menjadi tidak suci. Di sini, di zaman besi, semua jiwa tidak suci. Anda tahu bahwa Sang Samudra Pengetahuan, Sang Penyuci, Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, datang dari hunian tertinggi dan mengajar Anda melalui Brahma. Beliau pasti memerlukan badan. Hal-hal ini tidak disebutkan dalam kitab suci. Hanya Sang Samudra Pengetahuan, yaitu Yang Mahakuasa, yang mengetahui segala sesuatu. Di Bharata, orang-orang menunjukkan gambar Brahma muncul dari tali pusar Vishnu, dan mereka bahkan melukiskan Brahma memegang kitab suci di tangannya. Vishnu tidak menyampaikan intisari semua kitab suci. Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, yaitu Sang Samudra Pengetahuan, menjelaskan kepada Anda intisari semua kitab suci melalui Brahma. Beliau juga Sang Pencipta dari Brahma, Vishnu, dan Shankar. Baik Brahma maupun Vishnu tidak disebut sebagai Sang Samudra Pengetahuan. Shankar bahkan tidak bisa diperhitungkan! Jadi, siapa Sang Samudra Pengetahuan? Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, yang tertinggi dan tanpa citra jasmani, adalah Sang Penyuci. Inilah pujian Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Di sini pun, jiwa-jiwalah yang dipuji. Jiwalah yang berkata melalui badannya, “Saya seorang presiden, saya seorang pengacara, saya menteri bidang ini atau itu.” Jiwalah yang menerima status. Jiwa berkata melalui badannya, “Saya meninggalkan badan lama dan mengambil badan baru.” Sang Ayah datang pada saat ini dan Beliau berkata, “Anak-anak, jadilah berkesadaran jiwa! Saya, Ayah Anda, telah datang untuk mengajarkan pelajaran ini kepada Anda.” Ini adalah sekolah untuk berubah dari manusia menjadi devi-devta, dari laki-laki biasa menjadi Narayana, dan dari perempuan biasa menjadi Lakshmi. Semua jiwa memanggil-manggil Sang Ayah, “Wahai, Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, datanglah sekarang dari alam jiwa ke dunia fisik ini! Ubahlah wujud-Mu!” Ketika Anda, jiwa-jiwa yang tanpa citra jasmani, memasuki badan, Anda masuk ke dalam rahim dan mengalami kelahiran kembali. Sang Ayah menjelaskan, “Anda masing-masing telah mengalami 84 kelahiran melalui rahim. Anda meninggalkan badan lama dan memasuki rahim kembali. Dengan cara inilah Anda mengalami 84 kelahiran. Saya tidak memasuki rahim.” Anda, orang-orang Bharata, pada mulanya berasal dari agama devi-devta. Anda terus menuruni tangga dan memasuki klan kesatria, kemudian klan waisya, dan selanjutnya klan shudra, dan derajat terus menurun. Bharata dahulu 16 derajat surgawi sempurna, kemudian menjadi 14 derajat surgawi. Orang-orang Bharata tidak mengetahui tentang kelahiran-kelahiran mereka sendiri. Orang-orang Bharatalah yang mengalami 84 kelahiran. Tidak ada jiwa dari agama-agama lain yang mengalami 84 kelahiran. Anda telah menjadi pemutar chakra kesadaran diri. Ini adalah tentang pengetahuan. Dengan menjadi pemutar chakra kesadaran diri, Anda menjadi maharaja surga, penguasa dunia. Anda memahami dengan sangat jelas bahwa Anda telah datang kemari untuk berubah dari tidak suci menjadi suci. Ini adalah dunia yang tidak suci. Hanya Sang Ayah Yang Esalah Sang Penyuci, Sang Pemberkah Keselamatan Bagi Semua Jiwa. Semua jiwa memanggil-manggil Beliau. Mereka mengingat Sang Ayah, bukan Krishna. Krishna tidak menyampaikan Gita. Gita adalah permata terluhur dari semua kitab suci. Kitab suci agama manakah Gita dari Bharata? Agama devi-devta yang asli dan abadi. Siapa yang menyanyikan Gita? Siapa yang mengajarkan Raja Yoga kepada Anda? Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, Sang Penyuci. Anda, jiwa-jiwa yang tanpa citra jasmani, telah mengenakan badan fisik. Manusia berbadan tidak bisa disebut sebagai Tuhan. Sekalipun Lakshmi dan Narayana ada di zaman emas, mereka tidak disebut sebagai Tuhan. Itu hanyalah gelar yang diberikan kepada mereka. Sesuai hukumnya, hanya ada satu Tuhan. Sang Pencipta itu Esa; semua yang lain adalah devi-devta. Ini adalah persoalan 5000 tahun. Dahulu, ada kerajaan Lakshmi dan Narayana. Mereka disebut maharani dan maharaja. Tuhan tidak menjadi maharaja. Beliau adalah Sang Ayah, yang datang dan mengubah orang-orang Bharata menjadi devi-devta. Sekarang, tidak ada orang yang berasal dari agama devi-devta. Ini disebut komunitas Rahwana, karena inilah kerajaan Rahwana. Orang-orang terus membakar ogoh-ogoh Rahwana, tahun demi tahun, karena Rahwana adalah musuh lama. Akan tetapi, orang-orang Bharata tidak mengenalnya. Dalam kitab suci, tidak dijelaskan, siapa Rahwana itu. Mengapa mereka melukiskan Rahwana berkepala sepuluh? Hal-hal ini harus dipahami dengan sangat jelas. Manusia benar-benar berintelek batu. Lakshmi dan Narayana disebut sebagai jiwa-jiwa berintelek ilahi. Dahulu, ada kerajaan Dewa dan Dewi Keilahian. Sebagaimana raja dan ratu, demikianlah rakyat mereka. Tidak ada daratan kebahagiaan lain seperti Bharata. Ketika Bharata dahulu adalah surga, tidak ada kelemahan, penderitaan, penyakit, dan sebagainya. Di sana ada kebahagiaan yang komplet. Pujian Tuhan disebut tanpa batas. Demikian juga, pujian Bharata pun tanpa batas. Segala sesuatu tergantung pada kesucian. Manusia sekarang memanggil-manggil Tuhan, karena mereka semua tidak suci. Tidak ada kedamaian maupun kemakmuran. Anda, orang-orang Bharata, sekarang telah mengerti bahwa Anda dahulu adalah devi-devta dinasti surya dan bahwa Anda perlahan-lahan menjadi tidak suci. Ini disebut daratan kematian. Daratan kematian ini harus dibakar. Inilah api persembahan pengetahuan Shiva. Orang-orang juga menyebutnya api persembahan pengetahuan Rudra. Mereka memberinya banyak nama yang berbeda. Di mana pun mereka melihat patung Shiva, mereka memberinya nama yang berbeda. Mereka membangun banyak kuil bagi Yang Esa dan menggunakan berbagai nama yang berbeda. Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan, “Ada pengetahuan, pemujaan, dan ketidaktertarikan. Pemujaan sekarang menjelang berakhir, dan Anda menjadi tidak tertarik terhadap pemujaan, artinya: Anda tidak tertarik kepada dunia tua ini. Dunia tua ini harus dihancurkan.” Anak-anak bertanya, “Baba, bagaimana caranya agar kami bisa berubah dari tidak suci menjadi suci?” Mereka yang masih baru, tidak diizinkan datang kemari. Sama halnya jika seorang siswa yang baru masuk sekolah disuruh pergi dan belajar di universitas, dia tidak akan mampu memahami apa pun. Tidak ada orang yang tahu bagaimana manusia bisa berubah menjadi devi-devta. Manusia yang tidak suci menjadi suci. Pada saat ini, Bharata tidak memiliki apa-apa. Di zaman emas, Bharata adalah pangeran. Shri Krishna adalah pangeran nomor satu di zaman emas; dia memiliki semua kebajikan luhur. Kerajaan itu disebut kerajaan Lakshmi dan Narayana. Krishna adalah pangeran dan Radhe adalah putri raja. Pujian Pangeran Krishna dikenang: “penuh kebajikan luhur, 16 derajat surgawi sempurna”. Dia tidak menyampaikan Gita. Dia adalah pangeran zaman emas. Tidak mungkin Krishna mengajarkan pelajaran Gita kepada manusia yang tidak suci untuk menjadikan mereka suci. Semua kitab suci itu berasal dari jalan pemujaan. Ada begitu banyak pujian untuk kitab suci! Di zaman emas, tidak ada kitab suci, gambar-gambar, dan sebagainya dari jalan pemujaan. Di sana, ada imbalan atas pengetahuan, untuk 21 kelahiran. Anda sedang mengklaim keberuntungan kerajaan zaman emas Anda sekali lagi. Orang-orang Bharata dahulu adalah master dunia di zaman emas, 5000 tahun yang lalu. Di sana tidak ada pemisahan dan sebagainya. Itu adalah persoalan 5000 tahun. Sekarang, ini adalah akhir zaman besi. Penghancuran sudah di ambang pintu. Tuhan telah menciptakan api persembahan pengetahuan ini untuk mengubah zaman besi yang tidak suci menjadi zaman emas yang suci. Oleh sebab itu, dunia yang tidak suci pasti harus dihancurkan. Ada ungkapan bahwa pendirian agama devi-devta yang asli dan abadi terjadi melalui Brahma. Shiva Baba sekarang sedang mendirikannya melalui Brahma. Anda sedang berubah dari manusia menjadi devi-devta. Ada ungkapan bahwa Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, menjalankan pendirian melalui Brahma. Brahma adalah Prajapita, Ayah Umat Manusia, dan semua manusia adalah anak-anaknya. Surga pasti didirikan melalui Brahma. “Lima ribu tahun yang lalu, Saya datang pada zaman peralihan untuk mengajarkan Raja Yoga kepada Anda. Sayalah yang datang, bukan Krishna.” Krishna tidak bisa memasuki dunia yang tidak suci. Hanya Sang Ayah yang datang. Hanya Beliaulah Sang Pemberkah Keselamatan Bagi Semua Jiwa. Manusia tidak mampu memberikan keselamatan kepada manusia. Semua jiwa mengingat Yang Esa. Di mana Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi tinggal? Anda anak-anak tahu bahwa Beliau tinggal di hunian tertinggi. Itulah unsur brahm yang besar. Jiwa-jiwa di sana suci, sama seperti mahatma (jiwa agung). Di sini, orang juga berbicara tentang jiwa-jiwa agung dan jiwa-jiwa berdosa. Sesungguhnya, di sini tidak ada satu pun jiwa agung. Jiwa-jiwalah yang harus menjadi suci dan satopradhan melalui pengetahuan dan yoga, bukan melalui air. Jiwa-jiwalah yang menjadi tidak suci. Campuran ketidaksucian mencemari jiwa. Jiwa-jiwalah yang menjadi emas, perak, perunggu, dan besi. Sekarang, siapa yang mampu menyucikan jiwa-jiwa yang telah menjadi tidak suci? Tak seorang pun selain Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, mampu menyucikan Anda. Sang Ayah duduk di sini dan berkata, “Teruslah mengingat Saya saja, maka dosa-dosa Anda akan terhapus. Semakin banyak Anda mengingat Saya, semakin Anda berubah dari tidak suci menjadi suci.” Dalam hal ini, diperlukan upaya. Anda memiliki semua pengetahuan dalam intelek Anda mengenai bagaimana siklus dunia berputar, bagaimana Anda mengalami 84 kelahiran, seberapa lama kerajaan zaman emas berlangsung, dan bagaimana Rahwana selanjutnya datang. Tidak ada orang yang mengetahui siapa Rahwana itu. Tak seorang pun tahu kapan mereka mulai membakar ogoh-ogoh Rahwana. Mereka membakarnya setiap tahun. Mereka tidak membakarnya di zaman emas. Sekarang, ini adalah kerajaan Rahwana. Tidak ada orang yang mampu mendirikan kerajaan Rama; itu hanyalah tugas Sang Ayah sendiri. Manusia yang tidak suci tidak mampu melakukannya. Mereka semua akan dilenyapkan. Dunia yang tidak suci harus dihancurkan. Tak seorang pun di zaman emas berkata, “Wahai, Sang Penyuci, datanglah!” Itu adalah dunia yang suci. Anda sekarang tahu, siapa yang membuat Lakshmi dan Narayana menjadi master surga dan bagaimana mereka mengalami 84 kelahiran. Hanya mereka, yang berasal dari agama devi-devta yang asli dan abadi, mengalami 84 kelahiran. Merekalah yang telah menjadi bagian dari dinasti shudra pada saat ini. Sekarang, mereka sedang menjadi bagian dari dinasti Brahmana. Anda adalah Brahmana, yaitu perucut. Perucut yang tertinggi adalah lambang klan Brahmana, ciptaan rohani yang lahir dari mulut lotus Brahma. Sekarang, Anda juga anak-anak Shiva Baba. Anda juga cucu-cucu laki-laki dan perempuan. Anda adalah milik dinasti Shiva. Anda adalah Brahma Kumar dan Brahma Kumari. Anda menerima warisan Anda dari Sang Kakek. Sang Ayah berkata, “Teruslah mengingat Saya saja! Jadilah suci, maka Anda akan datang kepada Saya di hunian mukti.” Hanya mereka, yang memahami hal-hal ini di siklus sebelumnya, mampu memahaminya sekarang. Jumlah mereka ribuan. Ada orang-orang yang menanyakan berapa jumlah BK. Beri tahulah mereka, “Jumlah kami ribuan.” Pohon ilahi ini terus bertumbuh. Benih pohon agama devi-devta yang asli dan abadi sekarang sedang ditanam kembali, karena agama devi-devta sudah tidak ada lagi. Mereka semua menyebut diri sebagai Hindu. Mereka telah beralih ke agama-agama lain. Mereka semua akan datang kembali dan mengklaim warisan mereka dari Sang Ayah. Anda telah datang kepada Sang Ayah yang tak terbatas untuk mengklaim warisan kebahagiaan tak terbatas Anda, yaitu berubah dari manusia menjadi devi-devta. Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Agar bisa berubah dari tidak suci menjadi suci, jadilah kuat dalam pengetahuan dan yoga. Hilangkanlah campuran ketidaksucian dalam jiwa dengan berupaya mengingat Baba.

2. Peliharalah intoksikasi bahwa kita, Brahmana, ciptaan yang lahir dari mulut lotus Brahma, adalah perucut. Hanya Brahmana yang memperoleh hak atas warisan, karena kita semua adalah cucu-cucu Shiva Baba.

Berkah:
Semoga Anda menjadi master penyuci yang mampu mentransformasi setiap atmosfer yang tidak suci dengan sikap mental Anda yang penuh kekuatan.

Apa pun atmosfernya, sikap mental Anda yang penuh kekuatan bisa mentransformasi atmosfer tersebut. Bahkan jika atmosfernya penuh dengan sifat buruk, sikap mental Anda haruslah tanpa sifat buruk. Mereka yang menyucikan yang tidak suci tidak bisa terpengaruh oleh atmosfer yang tak suci. Jadilah master penyuci dan akhiri atmosfer yang tidak suci atau lemah dengan sikap mental yang penuh kekuatan. Jangan menciptakan atmosfer seperti itu dengan membicarakannya. Membicarakan atmosfer yang lemah atau tidak suci juga merupakan dosa.

Slogan:
Sekarang, taburlah benih pengenalan akan Tuhan di bumi, maka pengungkapan akan terjadi.

Sinyal Avyakt: Tetaplah Berada dalam Tahapan Vulkanik dan Alamilah Ingatan yang Penuh Kekuatan

Yoga berarti kekuatan keheningan. Kekuatan keheningan ini bisa dengan mudah mentransformasi diri Anda sendiri dan orang lain. Unsur alam, serta jiwa-jiwa, akan ditransformasi dengan kekuatan ini. Anda mentransformasi jiwa-jiwa dengan memberi mereka bimbingan melalui kata-kata, tetapi, untuk mentransformasi unsur alam, Anda membutuhkan kekuatan keheningan; Anda membutuhkan kekuatan yoga. Yoga Anda bisa menjadi penuh kekuatan ketika semua pikiran lain telah menjadi diam, dan hanya ada satu pikiran: Baba dan saya. Semua pikiran, selain pengalaman bertemu dengan Sang Ayah, harus berakhir. Hanya dengan demikian Anda bisa dengan jujur ​​mengatakan bahwa ingatan Anda sekuat api yang dengannya transformasi bisa terjadi.