23.07.26       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, Anda harus menjadi pemberi pesan sejati, seperti Sang Ayah. Berilah semua orang pesan untuk pulang ke rumah.

Pertanyaan:
Ke arah mana intelek orang-orang tertuju, dewasa ini?

Jawaban:
Ke arah mode. Orang-orang mengikuti begitu banyak jenis mode untuk menarik orang lain. Mereka telah mempelajari mode dari gambar-gambar. Mereka yakin bahwa Parwati dahulu juga mengikuti mode seperti itu dan memiliki gaya rambut sedemikian rupa. Baba berkata, “Anda anak-anak tidak boleh mengikuti mode di dunia yang tidak suci ini. Saya mengirim Anda ke dunia di mana terdapat kecantikan alami, sehingga tidak perlu ada mode.”

Lagu:
Engkaulah Sang Ibu dan Sang Ayah!

Om Shanti.
Anda anak-anak mendengar lagu itu. Ketika pujian ini dinyanyikan, intelek Anda tertuju ke atas. Jiwa-jiwa berkata kepada Ayah mereka, “Engkaulah Sang Tukang Perahu, Sang Penyuci, dan Sang Pemberi Pesan yang sejati.” Sang Ayah datang dan memberikan pesan kepada Anda, jiwa-jiwa. Ada orang-orang lain yang disebut pembawa pesan; ada yang masih muda dan ada yang sudah tua. Namun, sesungguhnya, mereka tidak memberikan pesan. Orang-orang telah keliru memberikan pujian kepada mereka. Anda anak-anak mengerti bahwa kecuali Yang Esa, tidak ada siapa pun di dunia manusia ini yang bisa dipuji. Pujian terbanyak ditujukan kepada Lakshmi dan Narayana karena mereka adalah master dunia baru. Hanya orang-orang Bharata yang mengetahui hal ini. Orang-orang di dunia sekadar mengetahui bahwa Bharata adalah daratan kuno. Dahulu, ada kerajaan devi-devta di Bharata. Mereka bahkan mengatakan bahwa Krishna adalah Tuhan. Orang-orang Bharata memanggil Lakshmi dan Narayana sebagai dewa dan dewi, tetapi tak seorang pun tahu bahwa mereka dahulu adalah devi-devta yang memerintah di zaman emas. Tuhanlah yang mendirikan kerajaan devi-devta. Intelek berpikir, “Karena kita adalah anak-anak Tuhan, berarti kita juga akan menjadi tuhan.” Memang, semua jiwa adalah anak-anak Yang Esa, tetapi mereka tidak bisa disebut sebagai tuhan; mereka disebut devi-devta. Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan semua hal ini. Orang-orang Bharata mengatakan, “Kita, orang-orang Bharata, adalah yang pertama ada di dunia baru.” Semua orang menginginkan dunia baru. Bahkan Bapuji (Gandhiji) pun menginginkan dunia baru dan kerajaan Rama yang baru. Akan tetapi, orang-orang sama sekali tidak memahami makna dari “kerajaan Rama”. Dewasa ini, manusia memiliki begitu banyak kesombongan. Di zaman emas, mereka berintelek ilahi, sedangkan di zaman besi, mereka berintelek batu. Akan tetapi, tak seorang pun memahami hal ini. Di zaman emas, orang-orang Bharata berintelek ilahi. Sekarang, di zaman besi, orang-orang Bharata berintelek batu. Ada sebagian orang yang meyakini bahwa inilah surga. Mereka mengatakan bahwa di surga ada pesawat terbang dan istana-istana megah. Semua itu ada pada saat ini. Sains telah berkembang sedemikian canggih, sehingga ada begitu banyak kebahagiaan. Selain itu, juga ada begitu banyak mode dan sebagainya. Intelek mereka terperangkap dalam mode sepanjang hari. Lihatlah gaya rambut yang mereka tata demi tampil cantik secara palsu! Mereka menghamburkan begitu banyak uang! Semua mode itu datang dari gambar-gambar. Mereka berpikir bahwa mereka juga harus memiliki gaya rambut seperti Parwati. Mereka melakukan semua itu demi menarik orang lain. Di masa lalu, perempuan Parsi selalu mengenakan cadar hitam untuk menutupi wajah mereka, agar tidak ada orang yang tertarik ketika melihat mereka. Ini disebut dunia yang tidak suci. Orang-orang bernyanyi, “Engkaulah Sang Ibu dan Sang Ayah,” tetapi kepada siapa mereka seharusnya menujukan perkataan ini? Mereka bahkan tidak tahu siapa Sang Ibu dan Sang Ayah itu. Sang Ibu dan Sang Ayah pastilah memberi mereka warisan. Sang Ayah memberikan warisan kebahagiaan kepada Anda anak-anak. Anak-anak berkata, “Baba, kami tidak akan mendengarkan siapa pun kecuali Engkau.” Anda sekarang mengetahui pujian yang dinyanyikan tentang Shiva Baba. Bahkan jiwa Brahma pun berkata, “Saya dahulu suci, tetapi sekarang telah menjadi tidak suci.” Anak-anak Brahma juga berkata, “Kami, Brahma Kumar dan Brahma Kumari, menjadi devi-devta. Sekarang, pada akhir kelahiran kami yang ke-84, kami telah menjadi tidak suci.” Jiwa yang dahulu nomor satu suci sekarang telah menjadi nomor satu tidak suci. Sebagaimana sang ayah, demikianlah anak-anaknya. Orang inilah yang mengatakannya. Shiva Baba juga berkata, “Saya datang pada penghujung kelahiran terakhir dari banyak kelahiran orang ini, orang yang dahulu berada dalam dinasti Lakshmi dan Narayana, yang nomor satu layak dipuja.” Sekarang adalah zaman peralihan. Anda dahulu berada di zaman besi dan sekarang telah menjadi bersifat zaman peralihan. Sang Ayah hanya datang pada zaman peralihan. Jumlah anak-anak bertambah, sesuai dengan drama. Anda anak-anak sekarang telah menerima pengetahuan. Kita dahulu devi-devta, kemudian menjadi kesatria, waisya, dan shudra. Anda memahami keseluruhan siklus dengan sangat baik. Ini benar-benar mudah. Kita telah mengalami 84 kelahiran. Bahkan sesedikit ini pun tidak melekat dalam intelek beberapa orang. Murid-murid berurutan. Dimulai dari sisi kanan, itu berurutan dari kelas satu, ke kelas dua, hingga kelas tiga. Beberapa anak berkata, “Intelek saya kelas tiga. Saya tidak mampu menjelaskan kepada siapa pun.” Mereka begitu ingin menjelaskan, tetapi tidak mampu berbicara. Oleh sebab itu, apa yang bisa Baba lakukan? Ini adalah rekening karma dari perbuatan mereka. Sang Ayah berkata, “Saya memberi tahu Anda pengetahuan tentang falsafah karma, karma netral, dan karma berdosa.” Anda anak-anak tahu bahwa Anda harus melakukan perbuatan. Anak-anak berintelek kelas tiga tidak mampu memahami hal-hal ini. Ini adalah kerajaan Rahwana, tetapi tak seorang pun mengetahuinya. Di kerajaan Rahwana, manusia hanya melakukan perbuatan berdosa, jadi mereka hanya terus jatuh. Guru-guru hanya diadopsi di dunia kesengsaraan. Orang-orang mengadopsi guru untuk menerima keselamatan, yaitu agar guru tersebut bisa membawa mereka menuju mukti. Itu adalah hunian nirwana, hunian melampaui suara. Orang-orang berkata bahwa mereka sekarang berada dalam tahapan pensiun. Mereka hanya mengatakannya di bibir saja. Ada kelompok orang-orang yang berada dalam tahapan pensiun. Mereka menyerahkan properti mereka kepada anak-anak mereka, kemudian pergi dan menetap bersama seorang guru. Anak-anak mereka pasti menyediakan makanan dan segala hal yang lain bagi mereka. Akan tetapi, tak seorang pun memahami makna dari “pensiun”. Tak seorang pun memahami dengan intelek mereka bahwa mereka harus pergi ke hunian nirwana, yaitu mereka harus pulang ke rumah. Mereka tidak mengerti bahwa itu adalah rumah mereka. Mereka yakin bahwa cahaya akan melebur ke dalam cahaya. Hunian nirwana adalah tempat kediaman. Di masa lalu, orang-orang pada umumnya pensiun pada usia 60 tahun; itu adalah hukumnya. Bahkan sekarang pun, mereka tetap melakukan hal yang sama. Sekarang, Anda bisa menjelaskan bahwa tidak ada orang yang bisa pergi melampaui suara. Untuk ini, mereka memanggil-manggil Sang Ayah, “Wahai, Sang Penyuci, Baba, datanglah! Sucikanlah kami dan bawalah kami pulang ke rumah!” Rumah jiwa-jiwa adalah hunian mukti. Anda anak-anak sudah diberi tahu tentang siapa yang tinggal di zaman emas dan bagaimana populasi di sana berkembang. Tak seorang pun mengetahui tentang populasinya. Seberapa besar populasi di kerajaan Rama? Bagaimana anak-anak akan dilahirkan di sana? Mereka tidak memahami apa pun. Tidak ada ahli kitab suci, pengajar, atau pandit yang mampu menjelaskan siklus drama ini. Bagaimana mungkin bisa ada siklus 8,4 juta kelahiran? Pernyataan itu benar-benar keliru! Mereka telah sepenuhnya mencampuradukkan segala sesuatu! Sang Ayah menjelaskan, “Anda tahu bahwa Baba sudah menjelaskan kepada Anda makna penting dari karma, karma netral, dan karma berdosa. Di zaman emas, karma Anda netral. Tidak ada perbuatan buruk di sana, jadi karma Anda netral. Di sini, perbuatan apa pun yang dilakukan orang adalah perbuatan berdosa.” Anda anak-anak tahu bahwa sekaranglah tahapan pensiun bagi Anda semua di seluruh dunia, baik muda maupun tua. Anda semua harus pergi melampaui suara. Anda berkata, “Wahai, Sang Penyuci, datanglah! Datanglah dan ubahlah kami dari tidak suci menjadi suci!” Akan tetapi, sebelum dunia baru yang suci terwujud, tidak mungkin bisa ada seorang pun yang suci di sini, di dunia yang tidak suci ini. Seluruh dunia yang tidak suci ini harus dihancurkan. Anda tahu bahwa Anda kemudian harus pergi ke dunia baru. Bagaimana Anda bisa pergi ke sana? Anda memiliki seluruh pengetahuan ini. Ini adalah pengetahuan baru untuk dunia baru, untuk daratan keabadian dan dunia yang suci. Anda sekarang sedang duduk di zaman peralihan. Anda juga tahu bahwa semua manusia yang lain, yang bukan Brahmana, sedang berada di zaman besi. Kita semua berada di zaman peralihan. Kita akan pergi ke zaman emas. Ini benar-benar adalah zaman peralihan. Itu adalah surga. Itu tidak bisa disebut sebagai peralihan. Zaman peralihan ada pada saat ini. Zaman peralihan ini adalah zaman yang tersingkat. Ini disebut zaman kabisat, waktu di mana manusia berubah dari jiwa-jiwa berdosa dan korup menjadi jiwa-jiwa yang benar dan utuh (dharmatma). Inilah sebabnya, ini disebut zaman kebenaran. Di zaman besi, semua manusia tidak benar. Di sana, di zaman emas, semua jiwa hidup dalam kebenaran. Ada begitu banyak pengaruh di jalan pemujaan. Mereka menciptakan patung-patung dari batu sedemikian rupa sehingga hati orang menjadi bahagia saat melihatnya. Itu adalah pemujaan terhadap batu. Mereka pergi begitu jauh ke kuil Shiva demi memuja Beliau. Akan tetapi, mereka masih bisa menempatkan patung Shiva di rumah mereka sendiri. Untuk apa mereka harus pergi sedemikian jauh? Intelek Anda sekarang telah menerima pengetahuan ini. Mata Anda sekarang telah terbuka. Intelek Anda kini sudah terbuka. Sang Ayah telah memberi Anda pengetahuan. Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, adalah Sang Benih pohon dunia manusia. Beliaulah Sang Samudra Pengetahuan dan Yang Esa, yang berpengetahuan penuh. Jiwa-jiwa juga meresapkan pengetahuan itu. Jiwa-jiwalah yang menjadi presiden dan sebagainya. Karena berkesadaran badan, orang-orang terus memuji badan. Anda sekarang mengerti bahwa jiwalah yang melakukan segala sesuatu. Anda, jiwa-jiwa, telah mengelilingi siklus 84 kelahiran dan telah mencapai tahapan kemerosotan total. Kita, jiwa-jiwa, sekarang telah mengenali Sang Ayah. Kita sedang mengklaim warisan kita dari Beliau. Jiwa pasti harus mengenakan badan. Bagaimana mungkin jiwa bisa berbicara tanpa badan? Bagaimana dia bisa mendengarkan? Sang Ayah berkata, “Saya tanpa citra jasmani. Saya juga mengambil dukungan badan.” Anda tahu bahwa Shiva Baba berbicara kepada Anda melalui badan Brahma ini. Hanya Anda, Brahma Kumar dan Brahma Kumari, yang mampu menjelaskan hal-hal ini. Anda sekarang telah menerima pengetahuan. Agama devi-devta yang asli dan abadi didirikan melalui Brahma. Sang Ayah sedang mengajarkan Raja Yoga kepada Anda. Tidak perlu bingung mengenai ini. Shiva Baba menjelaskan kepada kita, kemudian kita menjelaskan kepada orang lain. Shiva Babalah yang memberi tahu kita segala sesuatu. Anda berkata bahwa Anda sekarang sedang berubah dari tidak suci menjadi suci. Sang Ayah menjelaskan, “Ini adalah dunia yang tidak suci; inilah kerajaan Rahwana. Rahwana membuat Anda menjadi jiwa-jiwa berdosa.” Tidak ada orang lain yang mengetahui hal ini. Sekalipun mereka membakar ogoh-ogoh Rahwana, mereka tidak mengerti apa pun. Mereka telah menulis begitu banyak cerita mengenai Rahwana menculik Sita dan melakukan ini dan itu. Ketika mendengarkan cerita-cerita itu, mereka meneteskan air mata. Semua itu hanyalah cerita dongeng. Baba menjelaskan kepada kita untuk menjadikan kita penakluk perbuatan berdosa. Beliau berkata, “Teruslah mengingat Saya saja! Jangan menyibukkan intelek Anda dalam hal-hal lain!” Shiva Baba telah memberi kita perkenalan Beliau. Sang Ayah, Sang Penyuci, telah datang dan memberi kita perkenalan Beliau. Anda sekarang mengerti bahwa Baba sedemikian manis, sehingga Beliau menjadikan kita master surga. Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Pahamilah falsafah karma, karma netral, dan karma berdosa, serta lakukanlah perbuatan luhur. Donasikan pengetahuan dan jadilah jiwa yang benar dan utuh (dharmatma).

2. Sekarang adalah tahapan pensiun. Jadilah suci dalam momen-momen terakhir ini dan pergilah ke dunia yang suci. Berikanlah pesan kepada semua orang untuk menjadi suci.

Berkah:
Semoga Anda menerima paspor kepuasan dari semua jiwa dengan lulus dengan pujian sebagai permata kepuasan.

Anak-anak yang selalu merasa puas dengan diri mereka sendiri, dengan upaya mereka, pelayanan mereka, dan relasi mereka dengan keluarga Brahmana disebut permata kepuasan. Mereka yang menjadi pemenang dalam menjaga kepuasan diri dan jiwa lain selagi memiliki relasi dengan semua jiwa adalah mereka yang menjadi bagian dari rosario kemenangan. Untuk lulus dengan pujian, Anda perlu memiliki paspor kepuasan dari semua jiwa. Untuk memperoleh paspor ini, cukup resapkan kekuatan untuk menoleransi dan mengakomodasi.

Slogan:
milikilah belas kasih, dan layanilah jiwa-jiwa yang patah semangat dan lelah dengan memberi mereka dukungan.

Sinyal Avyakt: Tetaplah Berada dalam Tahapan Vulkanik dan Alamilah Ingatan yang Penuh Kekuatan

Agar memiliki ingatan yang penuh kekuatan, cinta kasih Anda harus berasal dari hati yang jujur. Mereka yang memiliki hati yang jujur ​​mampu menjadi titik dalam sedetik dan juga mampu mengingat Baba, Sang Titik. Karena menyenangkan Tuhan dengan hati mereka yang jujur, jiwa-jiwa seperti itu mengklaim berkah khusus dari Sang Ayah yang dengannya mereka bisa dengan mudah stabil dalam setiap pikiran mereka tentang Yang Esa. Mereka akan mengalami ingatan dalam wujud api dan akan menyebarkan vibrasi penuh kekuatan ke mana-mana. Karena kekuatan kejujuran mereka, intelek mereka akan bekerja secara akurat dengan cara yang bijaksana dan cerdas pada waktu yang tepat. Tidak akan terjadi hal yang salah.