24.01.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, ingatlah studi yang Baba ajarkan kepada Anda dalam intelek Anda dan
ajarkanlah itu kepada semua orang. Berilah semua orang perkenalan tentang Sang
Ayah dan siklus dunia.
Pertanyaan:
Jiwa-jiwa
memainkan peran mereka di zaman emas dan juga zaman besi, tetapi apa
perbedaannya?
Jawaban:
Ketika
jiwa-jiwa memainkan peran mereka di zaman emas, mereka tidak melakukan perbuatan
berdosa; semua perbuatan di sana netral, karena tidak ada Rahwana di sana.
Kemudian, ketika jiwa-jiwa memainkan peran mereka di zaman besi, semua perbuatan
menjadi berdosa, karena di sini ada sifat-sifat buruk. Anda sekarang berada di
zaman peralihan serta memiliki seluruh pengetahuan.
Om Shanti.
Anda
anak-anak mengetahui bahwa Anda sedang duduk di hadapan Baba. Baba juga tahu
bahwa Anda anak-anak sedang duduk di hadapan Beliau. Anda juga tahu bahwa Sang
Ayah sedang memberikan ajaran kepada Anda, yang kemudian harus Anda berikan
kepada orang lain. Terlebih dahulu, sampaikanlah perkenalan Sang Ayah, karena
semua jiwa telah melupakan Sang Ayah dan ajaran Beliau. Ajaran yang Sang Ayah
sekarang berikan kepada Anda akan diberikan Beliau lagi setelah 5000 tahun. Tak
seorang pun memiliki pengetahuan ini. Hal yang utama adalah perkenalan Sang
Ayah. Kemudian, Anda harus menjelaskan bahwa kita semua bersaudara. Semua jiwa
di seluruh dunia juga merupakan brother. Semua jiwa memainkan peran yang telah
diterimanya melalui badannya. Sang Ayah sekarang telah datang untuk mengirim
Anda ke dunia baru, yang disebut surga. Akan tetapi, kita semua, para brother,
tidak suci. Tidak ada satu pun yang suci. Hanya Sang Ayah Yang Esalah Sang
Penyuci bagi semua jiwa yang tidak suci. Ini adalah dunia Rahwana yang tidak
suci, penuh sifat buruk, dan korup. Rahwana berarti lima sifat buruk perempuan
dan lima sifat buruk laki-laki. Baba menjelaskan dengan begitu sederhana. Anda
pun bisa menjelaskan dengan cara yang sama. Oleh sebab itu, pertama-tama,
jelaskanlah bahwa Beliau adalah Sang Ayah dari kita, jiwa-jiwa. Kita semua
bersaudara. Tanyalah mereka, apakah ini bisa dimengerti. Mintalah mereka untuk
menulis bahwa kita semua bersaudara dan bahwa Ayah kita adalah Yang Esa.
Beliaulah Sang Jiwa Yang Maha Tinggi dari semua jiwa. Beliau disebut Sang Ayah.
Buatlah intelek mereka memahami hal ini baik-baik, maka pendapat orang bahwa
Tuhan ada di mana-mana pun bisa dipatahkan. Pertama-tama, ajarlah mereka
mengenai Alpha. Beri tahulah mereka, “Tulislah ini dengan jelas: ‘Sebelumnya,
saya terbiasa mengatakan bahwa Tuhan ada di mana-mana, tetapi sekarang saya
paham bahwa Beliau bukan berada di mana-mana, dan bahwa kita semua bersaudara.
Semua jiwa berbicara tentang Tuhan, Sang Ayah, yaitu Sang Ayah Yang Maha Tinggi.’”
Terlebih dahulu, tanamkanlah keyakinan dalam diri mereka bahwa mereka adalah
jiwa, bukan Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, dan bahwa Tuhan tidak berada di dalam
diri kita. Ada jiwa yang berdiam dalam diri masing-masing orang. Jiwa-jiwa
memainkan peran mereka melalui dukungan badan. Jadikanlah pelajaran ini sangat
teguh. Achcha, Sang Ayah kemudian juga memberikan kepada kita pengetahuan
mengenai permulaan, pertengahan, dan akhir dunia. Tidak ada orang lain yang
mengetahui tentang usia siklus dunia ini. Hanya Sang Ayah yang menjelaskan ini
kepada kita selagi Beliau duduk dalam wujud Sang Pengajar. Ini bukan perihal
ratusan ribu tahun. Siklus ini akurat dan sudah ditakdirkan. Anda harus
memahaminya. Catatlah bahwa zaman emas dan zaman perak telah menjadi masa lalu.
Itu disebut surga dan setengah-surga, di mana ada kerajaan devi-devta. Zaman
emas memiliki 16 derajat surgawi sedangkan zaman perak memiliki 14 derajat
surgawi. Derajat terus menurun perlahan-lahan; dunia pasti menua. Pengaruh zaman
emas sangatlah besar. Namanya adalah surga, dunia baru. Anda hanya perlu
memujinya. Di dunia baru, hanya ada satu agama devi-devta yang asli dan abadi.
Pertama-tama, sampaikanlah perkenalan Sang Ayah, kemudian jelaskanlah tentang
siklus dunia. Anda juga memiliki gambar-gambar untuk membantu mereka menumbuhkan
keyakinan. Siklus dunia ini terus berputar. Zaman emas adalah kerajaan Lakshmi
dan Narayana, sedangkan zaman perak adalah kerajaan Rama dan Sita. Itu
berlangsung selama setengah siklus. Setelah kedua zaman itu berlalu, datanglah
zaman perunggu dan besi. Kerajaan Rahwana dimulai pada zaman perunggu. Tatanan
sifat-sifat buruk tercipta ketika devi-devta memasuki jalan dosa. Pada zaman
emas dan perak, mereka semua tanpa sifat buruk. Hanya ada agama devi-devta yang
asli dan abadi di sana. Tunjukkanlah gambar-gambar ini kepada semua orang dan
jelaskanlah kepada mereka secara lisan tentang bagaimana Sang Ayah telah menjadi
Sang Pengajar dan mengajar kita dengan cara ini. Sang Ayah sendiri datang dan
memberi kita perkenalan Beliau pribadi. Beliau sendiri mengatakan, “Saya datang
untuk menyucikan mereka yang tidak suci. Oleh sebab itu, Saya pasti memerlukan
badan. Jika tidak, bagaimana Saya bisa berbicara? Saya adalah Yang Maha Hidup,
Yang Maha Benar, dan Yang Abadi.” Jiwa-jiwa melewati tahapan sato, rajo, dan
tamo. Jiwa-jiwalah yang menjadi suci dan tidak suci. Itulah sebabnya, ada
istilah: “jiwa suci” dan “jiwa tidak suci”. Semua sanskara terkandung di dalam
jiwa. Sanskara perbuatan masa lalu dan berdosa dibawa oleh sang jiwa. Di zaman
emas, tidak ada perbuatan berdosa; Anda memainkan peran Anda dengan melakukan
perbuatan, tetapi perbuatan di sana netral. Istilah ini juga disebutkan dalam
Gita. Sekarang, Anda memahaminya secara nyata. Anda tahu bahwa Baba telah datang
untuk mengubah dunia lama dan menjadikan dunia ini baru. Masa di mana semua
perbuatan bersifat netral disebut zaman emas, sedangkan masa ketika semua
perbuatan menjadi berdosa disebut zaman besi. Anda sekarang berada di zaman
peralihan. Baba memberitahukan kepada Anda segalanya mengenai kedua sisi ini.
Zaman emas dan perak adalah dunia suci, di mana tidak ada dosa. Tidak ada sifat
buruk di sana. Dosa dimulai ketika kerajaan Rahwana dimulai. Gambar-gambar
tentang kerajaan Rama dan kerajaan Rahwana ada di hadapan Anda. Baba menjelaskan
bahwa ini adalah studi. Tak seorang pun selain Sang Ayah yang mengetahuinya.
Studi ini harus melekat dalam intelek Anda. Ketika Anda mengingat Sang Ayah,
siklus juga teringat dalam intelek Anda. Anda mengingat segalanya dalam sedetik.
Untuk membicarakannya, diperlukan lebih banyak waktu. Pohon adalah seperti ini
dan ada tiga cabang yang muncul darinya. Anda bisa mengingat pohon dan benihnya
dalam sedetik. Sebagaimana ada benih dari pohon tertentu dan buah tumbuh pada
pohon itu, demikianlah Anda bisa menjelaskan makna penting dari pohon dunia
manusia yang tak terbatas ini. Segala sesuatu telah dijelaskan kepada Anda
anak-anak tentang bagaimana dinasti berlangsung selama setengah siklus dan
bagaimana selanjutnya timbul kerajaan Rahwana. Mereka yang menghuni zaman emas
dan perak kemudian menjadi penghuni zaman perunggu. Pohon terus bertumbuh.
Kerajaan Rahwana bermula setelah setengah siklus, ketika semua jiwa menjadi
bersifat buruk. Warisan, yang Anda terima dari Sang Ayah, Anda nikmati sepanjang
setengah siklus. Beliau memberi Anda pengetahuan, kemudian memberi Anda warisan,
yaitu Anda menikmati imbalannya. Itu berarti bahwa Anda merasakan kebahagiaan
zaman emas dan perak. Itu disebut daratan kebahagiaan, zaman emas. Tidak ada
penderitaan di sana. Segalanya dijelaskan dengan begitu sederhana kepada Anda.
Entah Anda menjelaskan kepada satu orang atau banyak orang, Anda harus
memperhatikan baik-baik. Saat Anda menjelaskan, sekalipun mereka mengangguk
setuju, Anda juga harus memberi tahu mereka, “Catatlah ini, dan jika Anda
memiliki keraguan, silakan bertanya. Kami menjelaskan kepada Anda hal-hal yang
tidak diketahui orang lain.” Mereka tidak tahu apa-apa, jadi apa yang akan
mereka tanyakan? Baba memberi tahu Anda makna penting dari pohon yang tak
terbatas. Anda memahami pengetahuan ini pada saat ini. Sang Ayah telah memberi
tahu Anda tentang bagaimana Anda mengelilingi siklus 84 kelahiran. Catatlah ini
dengan sangat cermat, kemudian pikirkanlah itu. Sebagaimana seorang pengajar
memberi Anda makalah untuk dipelajari kembali di rumah, demikian juga,
sampaikanlah pengetahuan ini kepada orang lain, kemudian lihatlah apa yang akan
terjadi. Teruslah mengajukan pertanyaan kepada mereka. Terangkanlah tiap-tiap
aspek kepada mereka dengan sangat jelas. Terangkanlah tugas Sang Ayah, kemudian
tugas Sang Pengajar, dan juga tugas Sang Guru. Anda memanggil-manggil Beliau
untuk datang dan menyucikan kita, jiwa-jiwa yang tidak suci. Ketika jiwa-jiwa
menjadi suci, mereka menerima badan-badan yang suci. Sebagaimana emasnya,
demikian pula perhiasan yang diciptakan dari emas itu. Jika Anda menggunakan
emas 24 karat dan tidak memakai campuran logam, perhiasan yang dibuat dari emas
itu sudah pasti satopradhan. Namun, karena campuran logam telah mencemari Anda,
maka Anda pun menjadi tamopradhan. Pada awalnya, Bharata adalah “Burung Gereja
Emas” 24 karat, yaitu dunia baru yang satopradhan. Kemudian, Bharata menjadi
tamopradhan. Hanya Sang Ayahlah yang menjelaskan ini. Tidak ada manusia atau
guru yang mengetahuinya. Anda memanggil-manggil Beliau agar datang dan
menyucikan Anda. Akan tetapi, itu adalah tugas dari Sang Guru. Ketika orang
mencapai tahapan pensiun, mereka mengadopsi guru. Hunian di luar suara adalah
alam jiwa, tempat jiwa-jiwa tinggal. Ini adalah dunia fisik. Ini adalah
pertemuan antara keduanya. Di sana, tidak ada badan. Di sana, jiwa tidak
melakukan perbuatan. Sang Ayah memiliki seluruh pengetahuan. Sesuai rencana
drama, Beliau disebut penuh pengetahuan. Karena Beliau adalah Yang Maha Hidup,
Yang Maha Benar, dan Yang Maha Bahagia, Beliau juga disebut penuh pengetahuan.
Anda memanggil Beliau Shiva Baba, Sang Penyuci, yang penuh dengan pengetahuan.
Nama Beliau selalu Shiva. Semua jiwa turun dan mengadopsi berbagai nama untuk
memainkan peran mereka. Mereka memanggil-manggil Sang Ayah, tetapi tidak
mengerti apa-apa. Pasti harus ada Kendaraan Yang Beruntung agar Sang Ayah bisa
datang dan membawa Anda ke dunia suci. Jadi, Sang Ayah menjelaskan, “Anak-anak
yang manis, Saya datang dalam badan orang ini, yang sekarang sedang berada pada
akhir dari banyak kelahirannya. Dia menjalani 84 kelahiran penuh. Saya harus
datang dalam Kendaraan Yang Beruntung. Shri Krishna adalah yang nomor satu; dia
adalah master dunia baru. Dia kemudian menurun. Setelah zaman emas berlalu, dia
menjalani zaman perak, perunggu, dan besi. Anda sekarang berubah dari besi
menjadi emas.” Sang Ayah mengatakan, “Ingatlah Saya saja, Ayah Anda! Tidak ada
pengetahuan dalam diri jiwa yang badannya Saya masuki. Hanya karena Saya
memasuki badannya, maka dia disebut Kendaraan Yang Beruntung. Sebenarnya, jiwa
yang paling luhur adalah Lakshmi dan Narayana. Oleh sebab itu, saya harus
memasuki salah satu dari mereka.” Akan tetapi, Tuhan tidak memasuki badan
Lakshmi atau Narayana. Inilah sebabnya, tak satu pun dari mereka bisa disebut
Kendaraan Yang Beruntung. Baba harus menyucikan mereka yang tidak suci dengan
cara datang dalam kendaraan ini. Oleh sebab itu, orang ini pastilah bersifat
zaman besi dan tamopradhan. Baba sendiri mengatakan, “Saya datang pada akhir
dari banyak kelahiran orang ini.” Perkataan ini disebutkan secara akurat dalam
Gita. Gita disebut sebagai permata paling luhur dari semua kitab suci. Pada
zaman peralihan inilah Sang Ayah datang dan mendirikan marga Brahmana dan
devi-devta. Sang Ayah datang pada akhir dari banyak kelahiran, artinya: Beliau
datang pada zaman peralihan. Beliau berkata, “Saya adalah Sang Benih. Krishna
adalah penghuni zaman emas. Dia tidak bisa ditemukan di tempat lain. Seiring
dengan dia mengalami kelahiran kembali, maka nama, wujud, daratan, dan waktunya
juga berubah; bahkan ciri-ciri wajahnya pun berubah. Pada awalnya, anak kecil
sangatlah rupawan, kemudian dia bertumbuh dewasa. Dia kemudian meninggalkan
badannya dan mengambil badan yang kecil sekali lagi. Sandiwara ini sudah
ditakdirkan dan tidak bisa diubah di dalam drama. Ketika dia mengambil badannya
yang berikutnya, dia tidak bisa lagi dipanggil Krishna. Badannya yang berikutnya
diberi nama yang berbeda. Masa, wajah, tanggal, peristiwa, dan sebagainya pun
berubah. Sejarah dan geografi dunia berulang sama persis. Oleh sebab itu, drama
ini terus berulang. Anda harus melewati tahapan sato, rajo, dan tamo. Nama dunia
dan nama zaman terus berubah. Sekarang adalah zaman peralihan. Saya datang pada
zaman peralihan. Saya memberi tahu Anda sejarah dan geografi seisi dunia yang
sebenarnya.” Tak seorang pun yang lain mengetahui segala sesuatu sejak awal
sampai akhir. Karena tidak mengetahui durasi zaman emas, mereka telah mengatakan
tentang ratusan ribu tahun. Semua hal ini sekarang berada dalam intelek Anda.
Jadikanlah hal ini teguh dalam diri Anda: “Baba adalah Sang Ayah, Sang Pengajar,
dan Sang Satguru. Beliau memberi kita berbagai metode yang sangat bagus untuk
menjadi satopradhan sekali lagi.” Dalam Gita pun disebutkan, “Tanggalkanlah
semua agama jasmani, termasuk badan Anda sendiri, dan sadarilah diri Anda
sebagai jiwa! Anda pasti harus pulang ke rumah.” Di jalan pemujaan, mereka
melakukan begitu banyak upaya untuk menemukan Tuhan. Itu adalah hunian mukti,
tempat mereka terbebas dari keharusan untuk melakukan perbuatan. Kita pergi dan
duduk di alam jiwa. Saat seorang aktor pulang ke rumahnya, dia dibebaskan dari
perannya. Semua jiwa ingin memperoleh mukti. Tak seorang pun mampu memperoleh
kebebasan abadi. Drama ini abadi dan tak termusnahkan. Ada yang mengatakan bahwa
mereka tidak suka dengan peran datang-dan-pergi ini. Akan tetapi, tak seorang
pun bisa mengubahnya. Drama abadi ini sudah ditakdirkan. Tidak ada jiwa yang
bisa memperoleh kebebasan abadi. Semua hal itu adalah berbagai macam petunjuk
manusia. Ini adalah petunjuk luhur untuk menjadikan Anda paling luhur. Manusia
tidak semestinya disebut luhur (shri). Devi-devtalah yang disebut luhur; semua
orang menunduk hormat kepada (patung-patung) mereka. Itu karena mereka dahulu
luhur. Krishna dahulu adalah dewa, pangeran surga. Bagaimana mungkin dia bisa
datang ke sini? Dia tidak menyampaikan Gita. Orang-orang datang ke hadapan Shiva
dan memohon mukti dari Beliau. Shiva tidak memasuki kebebasan-dalam-hidup (jeevan
mukti) maupun ikatan-dalam-hidup. Itulah sebabnya, orang-orang memanggil-manggil
Beliau, untuk memohon mukti. Beliau juga memberikan jeevan mukti. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan, dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Kita semua
jiwa bersaudara. Jadikanlah pelajaran ini teguh dan inspirasilah orang lain
untuk melakukan hal serupa. Jadikanlah sanskara Anda sepenuhnya suci melalui
ingatan akan Baba.
2. Agar menjadi emas
murni 24 karat (satopradhan), ingatlah baik-baik falsafah mendalam tentang
karma, karma netral, dan karma berdosa dalam intelek Anda, dan jangan lagi
melakukan perbuatan berdosa.
Berkah:
Semoga Anda
menjadi master berpengetahuan penuh dan, alih-alih menari dalam ketakutan,
senantiasa menari dalam kebahagiaan.
Anak-anak master
berpengetahuan penuh tidak akan menari dalam ketakutan. Sekarang, ubahlah
sanskara menaiki tangga di satu saat dan turun di saat berikutnya, dan Anda akan
maju dengan sangat cepat. Cukup gunakan otoritas, pengetahuan, dan kerja sama
dari keluarga, serta teruslah menggenggam tangan Sang Ayah. Anda kemudian akan
terus menari dalam kebahagiaan: tidak akan ada lagi tarian ketakutan. Namun,
ketika Anda menggenggam tangan Maya, akan ada tarian ketakutan.
Slogan:
Mereka yang
pikiran dan perbuatannya agung adalah master mahakuasa.
Sinyal Avyakt:
Tetaplah Terbebas dari Ikatan kemudian Alamilah Tahapan Jeevan Mukti
Lakukan setiap
perbuatan, ciptakanlah setiap pikiran, dan ucapkan setiap kata sambil menjadi
seorang master trikaldarshi. Dengan demikian, tidak akan ada perbuatan yang
sia-sia atau tidak bermakna. Menjadi trikaldarshi berarti stabil dalam tahapan
pengamat tanpa keterikatan saat Anda bekerja dengan organ fisik Anda. Dengan
demikian, Anda tidak akan terpengaruh oleh perbuatan tersebut. Teruslah tidak
terikat pada pekerjaan Anda dan jangan terikat oleh perbuatan Anda, maka Anda
akan mencapai tahapan tertinggi Anda.