26.03.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, hindarkanlah diri Anda dari pengaruh pergaulan buruk dan berilah
perhatian penuh kepada studi, maka tidak akan ada badai yang bisa datang kepada
Anda. Jangan menyalahkan Maya.
Pertanyaan:
Satu aspek
apa yang harus Anda perhatikan terus-menerus agar perahu Anda bisa menyeberang?
Jawaban:
“Baba, kami
siap melaksanakan perintah-Mu!” Teruslah selalu mengikuti perintah Sang Ayah,
maka perahu Anda akan menyeberang. Mereka, yang mengikuti perintah, terlindung
dari diserang oleh Maya. Gembok pada intelek mereka terbuka, dan mereka
mengalami kebahagiaan tanpa batas. Mereka tidak pernah melakukan perbuatan yang
salah.
Lagu:
Dengan
menemukan-Mu, saya telah menemukan seisi dunia.
Om Shanti.
Semua anak
yang termanis di semua center mendengar lagu ini. Anda semua mengerti bahwa Anda
sekali lagi sedang mengklaim kedaulatan dunia dari Sang Ayah yang tak terbatas,
sama persis seperti yang Anda lakukan 5000 tahun yang lalu. Kita telah
mengklaimnya setiap siklus. Kita mengklaim kerajaan, kemudian kehilangan
kerajaan. Anda anak-anak mengerti bahwa Anda sekarang telah duduk di pangkuan
Sang Ayah yang tak terbatas, yaitu menjadi anak-anak Beliau. Anda benar-benar
adalah anak-anak Baba. Selagi duduk di rumah, Anda membuat upaya. Teruslah
mempelajari studi ini untuk mengklaim status tinggi dari Sang Ayah yang tak
terbatas. Anda tahu bahwa Sang Samudra Pengetahuan, Sang Penyuci, Sang Pemberkah
Keselamatan Bagi Semua Jiwa, Shiva Baba, adalah Sang Ayah, Sang Pengajar, dan
Sang Satguru kita. Kita sedang mengklaim warisan dari Beliau. Oleh sebab itu,
kita harus membuat begitu banyak upaya untuk mengklaim status tinggi. Di jalan
ketidaktahuan, ketika anak-anak belajar di sekolah, mereka lulus dengan nilai
berurutan, sesuai dengan bagaimana mereka belajar. Di sana, tidak ada yang
mengatakan bahwa Maya mendatangkan rintangan bagi mereka atau bahwa badai-badai
Maya datang. Mereka mungkin tidak belajar dengan baik, atau mereka terjebak
dalam pergaulan buruk; mereka sibuk bermain-main. Itulah sebabnya mereka tidak
belajar, dan sebagai akibatnya, mereka gagal. Akan tetapi, itu tidak bisa
disebut sebagai badai Maya. Ketika perilaku seseorang tidak begitu baik, rapor
yang diberikan oleh pengajarnya mencantumkan keterangan bahwa perilakunya kurang
bagus dan bahwa dia telah menjadi rusak akibat pergaulan buruk yang diikutinya.
Maya, Rahwana, tidak bisa dipersalahkan dalam hal itu. Beberapa anak dari
orang-orang baik yang terkemuka menjadi sangat bagus, sedangkan yang lain
menjadi rusak, mulai minum-minum, dan sebagainya. Mereka menuju ke arah yang
salah dan kotor. Kemudian, ayah mereka mengatakan bahwa mereka telah menjadi
tidak layak. Ada banyak mata pelajaran dalam studi-studi yang lain. Di sini,
hanya ada satu jenis studi. Di sana, yang mengajar adalah manusia, sedangkan di
sini, Anda anak-anak tahu bahwa Tuhanlah yang sedang mengajar Anda. Jika Anda
belajar dengan baik, Anda bisa menjadi master dunia. Ada banyak anak; sebagian
di antara mereka tidak mampu belajar akibat pengaruh pergaulan buruk. Mengapa
Anda menyebut itu sebagai badai Maya? Jika seseorang tidak belajar karena
terpengaruh pergaulan buruk, apa yang bisa dilakukan oleh Maya, Sang Pengajar,
atau Sang Ayah? Ketika mereka tidak mampu belajar, mereka pulang ke rumah.
Sesuai dengan drama, mereka harus masuk ke dalam bhatthi lebih dahulu; mereka
datang dan berlindung. Ada beberapa anak yang dipukuli dan dikasari oleh
suami-suami mereka, sedangkan yang lain merasakan ketidaktertarikan. Mereka
tidak mampu tinggal di rumah, jadi mereka datang kemari. Akan tetapi, bahkan
setelah itu, mereka juga meninggalkan tempat ini. Mereka tidak mampu belajar,
jadi mereka mencari pekerjaan atau menikah. Di sini, mereka membuat-buat alasan
bahwa mereka tidak mampu belajar akibat badai Maya. Mereka tidak mengerti bahwa
kondisi mereka telah menjadi seperti itu akibat pengaruh pergaulan buruk, dan
bahwa mereka memiliki banyak sifat buruk yang kuat. Mengapa Anda mengatakan
bahwa Anda jatuh karena mengalami badai Maya? Segalanya tergantung Anda sendiri.
Ikutilah ajaran yang telah Anda terima dari Sang Ayah, Sang Pengajar, dan Sang
Satguru. Jika Anda tidak mengikutinya, itu berarti ada pengaruh pergaulan buruk,
atau intoksikasi sifat buruk nafsu birahi, atau kesadaran badan. Anak-anak dari
semua center mengerti bahwa mereka sedang belajar dengan Sang Ayah yang tak
terbatas untuk menerima kedaulatan dunia. Jika Anda tidak memiliki keyakinan ini,
mengapa Anda duduk di sini? Ada banyak ashram lain. Akan tetapi, di sana tidak
ada pencapaian. Tidak ada tujuan atau sasaran di sana. Mereka semua adalah
sekte-sekte dan aliran-aliran kecil, cabang-cabang dan ranting-ranting. Pohon
harus bertumbuh. Di sini, semuanya terkait. Mereka yang berasal dari pohon
devi-devta yang manis akan muncul. Siapa yang paling manis? Mereka yang menjadi
maharaja dan maharani zaman emas. Anda sekarang mengerti bahwa mereka yang
mengklaim nomor satu pasti telah belajar dengan sangat baik. Mereka memasuki
kerajaan dinasti surya. Ada banyak anak yang telah menyerahkan hidupnya dan
melakukan pelayanan sambil tetap tinggal di rumah. Perbedaannya begitu besar!
Sekalipun beberapa anak tinggal di sini, mereka tidak mampu mengajar. Jadi,
mereka menyibukkan diri dengan pekerjaan lain. Mereka akan mengklaim status
bangsawan yang kecil menjelang akhir. Sudah terbukti bahwa anak-anak yang
tinggal di luar, di rumah, bersama keluarga mereka, maju sangat pesat dalam
belajar dan mengajar orang lain. Tidak semuanya berumah tangga. Kumari dan kumar
tidak berumah tangga. Biasanya, mereka yang pensiun di usia 60 tahun menyerahkan
segalanya kepada anak-anak mereka, kemudian pergi dan tinggal bersama para sadhu
dan sebagainya. Dewasa ini, semua orang tamopradhan. Jadi, mereka tidak mau
melepaskan bisnis dan sebagainya sampai mereka sudah menjelang ajal. Di
masa-masa sebelumnya, mereka pensiun pada usia 60 tahun; mereka kemudian pergi
dan tinggal di Benares. Anda anak-anak mengerti bahwa tak seorang pun bisa
pulang ke rumah. Tak seorang pun mampu mengklaim keselamatan. Hanya Sang Ayah
adalah Sang Pemberkah Mukti dan Jeevan Mukti. Tidak semua jiwa mengklaim jeevan
mukti; sebagian hanya menerima mukti. Agama devi-devta yang asli dan abadi
sekarang sedang didirikan. Selanjutnya, tergantung pada upaya yang dilakukan
masing-masing orang. Dalam hal ini juga, para kumari memiliki peluang yang
sangat bagus. Mereka juga menjadi pewaris dari Sang Ayah parlokik. Di sini,
semua anak memperoleh hak untuk mengklaim warisan dari Sang Ayah. Di luar,
anak-anak perempuan tidak menerima warisan. Anak-anak laki-laki serakah terhadap
warisan. Ada beberapa orang yang merasa bahwa mereka harus mengklaim warisan
yang sudah pasti akan mereka terima itu, dan berpikir mengapa mereka harus
melepaskannya. Mereka mempelajari kedua jenis studi. Ada berbagai macam anak.
Anda mengerti bahwa mereka yang belajar dengan baik pasti mengklaim status
tinggi; mereka akan menjadi rakyat yang kaya raya. Anak-anak yang tinggal di
sini, nantinya harus tinggal di dalam istana. Mereka akan menjadi pelayan dan
pembantu. Kemudian, mereka mungkin akan menerima tiga, empat, atau lima
kelahiran dalam kerajaan pada akhir zaman perak. Mereka yang kaya, yang selalu
memiliki kekayaan sejak awal zaman emas, bernasib jauh lebih baik. Mereka yang
tinggal di rumah bersama keluarga mereka, berpeluang mengklaim status kaya.
Mereka berusaha mengklaim status kerajaan. Akan tetapi, jika Anda tergelincir
dan jatuh, Anda kemudian harus berupaya untuk mengklaim status tinggi di antara
rakyat. Itu juga merupakan status tinggi. Mereka yang tinggal di luar mampu
mengklaim status lebih tinggi dibandingkan mereka yang tinggal di sini.
Segalanya tergantung pada upaya yang Anda lakukan. Upaya tidak mungkin bisa
terus tersembunyi. Mereka yang menjadi rakyat paling kaya tidak akan tetap
tersembunyi. Bukan berarti bahwa mereka yang tinggal di luar menerima status
yang rendah. Mana yang lebih baik: mengklaim status bangsawan pada akhir, atau
status tinggi di antara rakyat sejak awal? Mereka yang tinggal di rumah bersama
keluarga mereka tidak mengalami badai Maya sebanyak di sini. Mereka yang tinggal
di sini mengalami banyak badai. Mereka memiliki keberanian dan duduk dalam
perlindungan Shiva Baba, tetapi mereka tidak belajar karena terpengaruh oleh
pergaulan buruk. Segalanya akan diketahui pada saat akhir. Status yang diklaim
masing-masing anak akan ditunjukkan lewat penglihatan. Semua anak belajar secara
berurutan. Beberapa anak mengelola center sendiri. Di beberapa tempat, mereka
yang belajar mampu mendahului mereka yang mengelola center. Segala sesuatu
tergantung pada upaya yang Anda lakukan. Bukan berarti badai-badai Maya datang;
tidak. Hanya saja, perilaku Anda tidak bagus dan Anda tidak mengikuti shrimat.
Hal yang sama juga terjadi dalam keluarga duniawi. Mereka tidak mengikuti
petunjuk pengajar atau orang tua mereka. Anda telah menjadi anak-anak Sang Ayah
yang tidak memiliki ayah Beliau sendiri. Di sana (di dunia luar), mereka harus
sering pergi ke luar. Beberapa anak terjebak dalam pergaulan buruk, sehingga
gagal. Apa gunanya mereka mengatakan bahwa ada badai Maya? Itu diakibatkan
kebodohan mereka sendiri. Mereka tidak mengikuti petunjuk, sehingga mereka gagal
akibat perilaku semacam itu. Ada banyak anak yang sangat serakah. Sebagian
memiliki amarah dan yang lain punya kebiasaan mencuri. Pada saat akhir,
segalanya akan diketahui: orang itu pergi karena perilaku yang sedemikian rupa.
Maka, bisa dipahami bahwa dia pergi dan bergabung dengan marga shudra. Jadi, dia
tidak bisa disebut Brahmana. Setelah meninggalkan studi, dia pergi dan kembali
menjadi shudra. Mereka yang telah mendengar bahkan sedikit saja pengetahuan,
akan menjadi salah seorang rakyat. Pohon ini sangat besar; mereka yang lain akan
muncul di satu atau lain tempat. Jiwa-jiwa yang berasal dari agama devi-devta
tetapi telah beralih ke agama-agama lain, akan muncul. Ada banyak jiwa yang akan
berdatangan, dan semua orang akan terheran-heran. Jiwa-jiwa dari agama lain juga
bisa mengklaim warisan mukti bagi diri mereka. Siapa pun boleh datang kemari.
Jika mereka ingin mengklaim status tinggi dalam kerajaan mereka sendiri, mereka
akan datang kemari dan mengklaim tujuan mereka. Baba telah memberi Anda
penglihatan tentang bagaimana jiwa-jiwa itu datang kemari dan mengklaim tujuan
mereka. Bukan berarti bahwa mereka hanya bisa mencapai tujuan mereka jika
tinggal di sini. Siapa pun dari agama mana pun bisa mengklaim tujuannya. Tujuan
yang mereka terima adalah: “Ingatlah Sang Ayah dan hunian kedamaian, maka Anda
akan mengklaim status tinggi dalam agama Anda sendiri.” Mereka tidak akan
menerima jeevan mukti maupun pergi ke sana. Hati mereka tidak akan tertuju pada
itu. Hanya mereka, yang benar-benar berasal dari agama ini, yang akan menujukan
hati mereka untuk pergi ke sana. Pada akhirnya, jiwa-jiwa harus mengenal Sang
Ayah. Di berbagai center, ada banyak anak yang tidak memperhatikan studi
baik-baik. Oleh sebab itu, bisa dipahami bahwa mereka tidak bisa mengklaim
status tinggi. Andaikata mereka memiliki keyakinan, tak seorang pun dari mereka
akan berkata bahwa mereka tidak punya waktu. Akan tetapi, karena ini tidak ada
dalam keberuntungan mereka, maka mereka berkata bahwa mereka tidak punya waktu
atau bahwa mereka memiliki urusan lain. Jika ini ada dalam keberuntungan mereka,
maka mereka mulai berupaya siang-malam. Selagi berkembang, karakter mereka
menjadi rusak akibat pergaulan buruk. Itu juga bisa disebut sebagai pertanda
buruk. Pertanda tertinggi berubah menjadi pertanda yang sedikit lebih rendah.
Mungkin, seiring perkembangan mereka, pertanda-pertanda buruk itu bisa
dihilangkan. Tentang beberapa anak, Baba berkata, “Mereka memiliki pertanda
paling buruk di atas kepala mereka; mereka bahkan tidak mau mendengarkan Tuhan.
Mereka mengira bahwa Brahma yang mengatakan hal-hal ini.” Beberapa anak tidak
menyadari Siapa yang sedang memberi mereka petunjuk. Karena berkesadaran badan,
mereka mengira bahwa yang memberikan petunjuk adalah orang yang berwujud jasmani.
Andaikan mereka berkesadaran jiwa, mereka pasti paham bahwa mereka harus
melakukan segala hal yang dikatakan Shiva Baba. Dengan demikian, tanggung jawab
ditanggung oleh Shiva Baba. Anda harus mengikuti petunjuk Shiva Baba. Dengan
menjadi berkesadaran badan, mereka melupakan Shiva Baba. Dengan begitu, Shiva
Baba tidak bisa bertanggung jawab. Perintah Beliau harus dipahami baik-baik.
Akan tetapi, mereka tidak mengerti Siapa yang sedang berbicara kepada mereka.
Bukan orang lain yang memberi Anda perintah. Hanya Sang Ayah yang mengatakan,
“Saya memberi Anda shrimat. Pertama-tama, ingatlah Saya dan resapkanlah
pengetahuan yang Saya berikan kepada Anda, kemudian inspirasilah orang lain
untuk melakukan hal serupa.” Lakukan bisnis ini saja. “Siap, Baba! Apa pun
perintah-Mu akan kami jalankan!” Mereka yang melayani raja-raja berkata,
“Kehendak Baginda siap kami laksanakan!” Raja-raja dahulu selalu memberikan
perintah, sedangkan di sini, perintah ini dari Shiva Baba. Anda harus selalu
mengatakan, “Kami siap menjalankan perintah-Mu, Shiva Baba!” Anda kemudian akan
terus bahagia, karena Anda paham bahwa Shiva Baba-lah yang memberi Anda perintah.
Ketika Anda mengingat Shiva Baba, gembok pada intelek Anda terbuka. Shiva Baba
mengatakan, “Kembangkan latihan ini, maka perahu Anda akan menyeberang.” Akan
tetapi, kesulitannya adalah Anda berulang kali lupa. Apa gunanya Anda mengatakan
bahwa Mayalah yang membuat Anda lupa? Anda sendiri yang lupa, dan inilah
sebabnya segala sesuatu yang Anda lakukan menjadi salah. Ada banyak anak yang
menyampaikan pengetahuan dengan sangat baik, tetapi mereka tidak beryoga untuk
menghapus dosa-dosa mereka. Ada banyak anak yang sangat bagus, tetapi sama
sekali tidak beryoga. Bisa diketahui dari perilaku mereka bahwa mereka tidak
terus beryoga, sehingga dosa-dosa mereka tetap ada, dan mereka harus menderita
sebagai akibatnya. Tidak ada hubungannya dengan badai dalam hal ini. Pahamilah
saja bahwa itu adalah kesalahan Anda sendiri karena Anda tidak mengikuti shrimat.
Anda telah datang kemari untuk mempelajari Raja Yoga. Anda tidak diajari yoga
untuk menjadi rakyat (praja yoga). Ada sang ibu dan sang ayah: ikutilah mereka,
maka Anda juga akan bisa duduk di atas takhta. Mereka sudah pasti akan menjadi
Lakshmi dan Narayana. Jadi, ikutilah sang ibu dan sang ayah. Orang-orang dari
agama lain tidak mengikuti sang ibu dan sang ayah. Mereka hanya percaya kepada
Tuhan, Sang Ayah. Di sini, Anda memiliki keduanya. Tuhan adalah Sang Pencipta.
Sang ibu adalah rahasia yang tersamar. Sang ibu dan sang ayah terus mendidik
Anda. Mereka menjelaskan kepada Anda: “Jangan lakukan itu, lakukanlah ini!” Jika
seorang pengajar menghukum Anda, dia melakukan itu di sekolah. Murid tidak bisa
mengatakan, “Anda tidak sopan terhadap saya!” Seorang ayah bahkan bisa menampar
Anda di hadapan lima atau enam anak. Anak tidak bisa berkata, “Mengapa Ayah
menampar saya di depan lima sampai enam anak?” Tidak, di sini, anak-anak diberi
ajaran. Jika Anda tidak mampu mengikutinya, tinggallah di rumah dan berupayalah.
Jika Anda melakukan disservice selagi duduk di sini, maka sedikit pendapatan
yang telah Anda akumulasikan juga akan lenyap. Jika Anda tidak mau belajar,
tinggalkanlah studi! “Saya tidak mampu melanjutkan ini!” Apa gunanya Anda
menghina Baba? Ada banyak anak; sebagian di antaranya akan belajar dan sebagian
yang lain pergi. Anda masing-masing harus terus terintoksikasi dengan studi Anda.
Sang Ayah berkata, “Jangan menerima pelayanan dari satu sama lain. Jangan ada
sedikit pun kesombongan. Menerima pelayanan pribadi dari orang lain merupakan
kesombongan badan.” Baba harus menjelaskannya kepada Anda. Jika tidak, ketika
sidang pengadilan digelar, Anda akan mengatakan, “Saya tidak tahu tentang hukum
dan peraturannya.” Inilah sebabnya, Sang Ayah menjelaskan segala sesuatu kepada
Anda. Nanti, Anda akan menerima penglihatan dan kemudian hukuman dijatuhkan;
hukuman tidak bisa diberikan tanpa adanya bukti. Baba menjelaskan banyak hal
kepada Anda, sama persis seperti yang dilakukan Beliau di siklus sebelumnya.
Keberuntungan tiap anak bisa terlihat. Ada anak yang melakukan pelayanan dan
menjadikan kehidupan mereka seperti berlian, sedangkan yang lain melenyapkan
keberuntungan mereka sendiri. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Ikutilah
ajaran yang Anda terima dari Sang Ayah, Sang Pengajar, dan Sang Satguru. Jangan
menyalahkan Maya, melainkan periksalah kelemahan Anda sendiri dan hilangkanlah
itu.
2. Tanggalkanlah
kesombongan dan tetaplah terintoksikasi dalam studi Anda. Jangan pernah menerima
pelayanan pribadi dari orang lain. Lindungilah diri Anda baik-baik dari pengaruh
pergaulan buruk.
Berkah:
Semoga Anda
senantiasa mengenakan mahkota cahaya dan semua aktivitas Anda dilakukan dengan
memberi sinyal melalui pikiran Anda.
Anak-anak yang
selalu ringan tidak akan pernah menyia-nyiakan pikiran atau waktu mereka. Mereka
hanya memiliki pikiran yang akan terwujud secara nyata. Sama seperti Anda
memperjelas sesuatu dengan membicarakannya, dengan cara yang sama, semua
aktivitas Anda bisa dilakukan melalui pikiran Anda. Ketika Anda menggunakan
metode ini, dunia jasmani akan menjadi alam halus. Untuk itu, akumulasilah
kekuatan keheningan dan selalu kenakan mahkota cahaya Anda.
Slogan:
Menjauhlah
dari daratan penderitaan ini, maka gelombang kesengsaraan tidak akan pernah
menghampiri Anda.
Sinyal Avyakt:
Jadikan Fondasi Keyakinan Anda Kuat dan Kokoh serta Jadilah Senantiasa Tanpa
Rasa Takut dan Tanpa Kekhawatiran
Ketika aki mobil
agak lemah, dan mobil tidak bisa berjalan sendiri, Anda harus meminta orang lain
untuk mendorongnya. Dengan cara yang sama, ketika Anda memiliki keyakinan kepada
Yang Esa dan merasa bisa menerima pertolongan dari Beliau, terimalah sedikit
pertolongan dari Yang Esa dan teruslah maju. Jangan terlalu memikirkan kelemahan
apa pun, karena hanya dengan demikian Anda bisa terus maju dengan bahagia.