27.05.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, Baba, Sang Kematian Besar, telah datang untuk memampukan Anda
menaklukkan kematian. Anda hanya mampu menaklukkan kematian dengan mantra “Manmanabhava”.
Pertanyaan:
Apa ajaran
khusus yang Baba ajarkan kepada Anda, para peziarah spiritual?
Jawaban:
Wahai,
peziarah spiritual, tanggalkanlah kesadaran badan dan jadilah berkesadaran jiwa!
Rahwana telah menjadikan Anda berkesadaran badan selama setengah siklus. Maka,
sekarang, jadilah berkesadaran jiwa! Hanya Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, bukan
siapa pun yang lain, mampu memberi Anda pengetahuan spiritual ini.
Lagu:
Salam hormat
kepada Shiva!
Om Shanti.
Anda
anak-anak mendengar pujian Ayah Anda. Orang-orang juga mengingat bahwa Tuhan
adalah Yang Maha Tinggi. Beliaulah Sang Ayah dari semua anak. Semua jiwa
bersaudara. Sang Ayah dari semua jiwa adalah Yang Esa, dan Yang Esa adalah Shiva
Baba. Sang Ayah telah menjelaskan kepada Anda, “Wahai, anak-anak, di jalan
pemujaan, Anda memiliki dua ayah: ayah duniawi dan Sang Ayah dari luar dunia ini.”
Ciptaan menerima warisan dari pencipta. Itu adalah warisan terbatas, sementara
warisan ini tak terbatas. Hanya ada satu Sang Ayah yang tak terbatas, dan dari
Beliau, Anda menerima warisan yang tak terbatas. Beliau tak berwujud jasmani dan
nama-Nya adalah Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, Shiva.
Orang-orang berkata, “Salam hormat kepada Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, Shiva.”
Beliau adalah Yang Maha Tinggi. Intelek Anda tertuju kepada Sang Ayah yang tak
berwujud jasmani. Beliau tinggal di hunian tertinggi, tempat asal Anda,
jiwa-jiwa. Sang Ayah juga tinggal bersama Anda di sana. Beliau adalah Sang
Pemberkah Keselamatan bagi Semua Jiwa. Bharata adalah tempat kelahiran Sang Ayah
Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Orang-orang merayakan hari
kelahiran Shiva di sini. Sang Ayah rohani disebut Sang Samudra Pengetahuan, Sang
Penyuci, Sang Pembebas, dan Sang Pemandu. Orang-orang Bharata tahu bahwa hanya
Beliaulah Sang Penghapus Kesengsaraan dan Sang Pemberkah Kebahagiaan. Ini adalah
daratan penderitaan. Dahulu, Bharata adalah daratan kebahagiaan. Sang Ayah duduk
di sini dan menjelaskan kepada Anda, anak-anak, “Wahai, orang-orang Bharata,
ketika dahulu ada agama devi-devta Anda yang asli dan abadi, Anda adalah master
dunia.” Mereka yang berasal dari agama devi-devta memiliki agama yang luhur dan
melakukan perbuatan luhur. Mereka sekarang telah menjadi korup dalam agama dan
perbuatan mereka; mereka tidak lagi bisa menyebut diri sebagai devi-devta yang
suci. Jalan pemujaan berlanjut hingga akhir zaman besi, di mana tidak ada
pengetahuan. Keselamatan diterima melalui pengetahuan. Sebelum Sang Ayah, Sang
Pemberkah Keselamatan bagi Semua Jiwa, datang, tak seorang pun bisa menerima
keselamatan. Sang Ayah berkata, “Saya datang pada zaman peralihan siklus.” Pada
saat ini, dunia tidak suci; tidak ada satu pun orang yang suci. Sekalipun
sanyasi menjadi suci, mereka tetap harus lahir kembali di sini. Mereka harus
lahir melalui racun; mereka tidak bisa pulang ke rumah. Ketika siklus menjelang
berakhir, Sang Ayah datang dan membawa Anda pulang. Ini disebut pengetahuan
spiritual. Sang Jiwa Yang Maha Tinggi memberi Anda pengetahuan spiritual. Hanya
Sang Jiwa Yang Maha Tinggi adalah Sang Samudra Pengetahuan dan Sang Penyuci.
Semua pengetahuan dalam kitab suci berasal dari jalan pemujaan. Sang Ayah
berkata, “Dengan mengadakan api persembahan, melakukan tapasya, pergi berziarah,
dan sebagainya, Anda telah terus menurun. Pada mulanya, Anda satopradhan.”
Ketika dahulu ada kesucian di Bharata, juga ada kedamaian dan kemakmuran. Ada
kesehatan dan juga kekayaan. Bharata dahulu surga, 5000 tahun yang lalu. Pada
masa itu, tidak ada agama lain. Hanya ada satu agama devi-devta yang asli dan
abadi, yang didirikan oleh Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha
Tinggi. Hanya Beliaulah yang mendirikan surga. Manusia tidak bisa melakukan ini.
Krishna tidak bisa disebut sebagai Sang Pencipta; tidak. Hanya Shiva, Yang Esa,
yang tak berwujud jasmani, adalah Sang Pencipta, sedangkan semua yang lain
adalah ciptaan-Nya. Hanya dari Sang Pencipta, ciptaan bisa menerima warisan.
Sang Ayah menjelaskan, “Sayalah Ayah Anda yang tak terbatas. Saya memberi Anda
warisan yang tak terbatas untuk 21 kelahiran. Saya mendirikan agama suci dinasti
surya dan chandra. Agama Brahmana adalah perucut.” Sang Ayah rohani adalah Yang
Maha Tinggi. Beliau menjadikan semua jiwa setara dengan-Nya. Sang Ayah adalah
Sang Samudra Pengetahuan dan Sang Samudra Kebahagiaan. Beliau juga menjadikan
Anda seperti itu. Bharata dahulu adalah daratan kebahagiaan, tetapi sekarang
telah menjadi daratan penderitaan. Tidak ada orang yang tahu bagaimana Sang Ayah
datang. Semua sejarah dan geografi sejak permulaan zaman emas hingga akhir zaman
besi ini adalah tentang Bharata. Lakshmi dan Narayana dahulu begitu sehat dan
kaya raya; mereka tidak pernah jatuh sakit. Anda sekarang sedang menerima ajaran
untuk menaklukkan kematian. Yang Esa, yang disebut Sang Kematian Besar, Kematian
Di Atas Segala Kematian, kini memampukan Anda untuk menaklukkan kematian. Anda
telah mendengar pujian, “Salam hormat kepada Shiva.” Anda tidak mungkin
mengatakan bahwa Sang Jiwa Yang Maha Tinggi berada di mana-mana atau bahwa
Beliau ada di dalam kucing dan anjing. Itu disebut penistaan agama. Mereka
menista Sang Ayah. Sekarang adalah zaman peralihan siklus. Ungkapan yang
mengatakan, “Ada orang-orang yang tidak memiliki cinta kasih terhadap Tuhan
dalam intelek mereka,” mengacu pada saat ini. Penghancuran sudah di ambang pintu.
Dalam Gita, tertulis, “Apa yang dahulu dilakukan oleh para Yadawa, Kurawa, dan
Pandava?” Shrimad Bhagawad Gita adalah permata dari semua kitab suci. Dari
sinilah semua kitab suci yang lain muncul. Anda paham bahwa Gita adalah kitab
suci untuk agama devi-devta. Sang Ayah berkata, “Saya datang dan mengubah Anda
dari shudra menjadi Brahmana, kemudian membuat Anda menjadi devi-devta sekali
lagi. Anda kemudian menjadi kesatria, waisya, dan shudra.” Sang Ayah menjelaskan
bagaimana Anda mengalami 84 kelahiran. Mereka yang pertama-tama memasuki zaman
emas pasti mengalami jumlah kelahiran maksimal. Anda, orang-orang Bharata,
mengalami jumlah kelahiran maksimal, yaitu 84 kelahiran. Kelahiran minimal
adalah satu kelahiran. Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan tentang hal ini
juga. Tak seorang pun, kecuali Sang Ayah, disebut Sang Samudra Pengetahuan.
Ketika Anda berbicara tentang Sang Penyuci, Sang Samudra Pengetahuan, intelek
Anda tertuju ke atas. Sang Ayah membebaskan semua jiwa dan membawa mereka pulang.
Sang Pemberkah Keselamatan bagi Semua Jiwa hanyalah Sang Ayah Yang Esa. Achcha,
lalu bagaimana semua orang bisa merosot? Siapa yang menjadikan Anda merosot?
Zaman emas disebut keselamatan, sedangkan zaman besi disebut kemerosotan. Sang
Ayah berkata, “Saya datang setiap siklus dan memberikan keselamatan kepada Anda
anak-anak. Anda tahu sejarah dan geografi seluruh dunia.” Sejarah dan geografi
yang mereka ajarkan di sekolah-sekolah itu tidak lengkap. Tidak ada yang tahu,
siapa yang dahulu memerintah di zaman emas dan perak. Ada patung-patung Lakshmi
dan Narayana, yang menunjukkan bahwa mereka dahulu memerintah. Anda bisa memberi
tahu semua orang, seberapa lama kerajaan-kerajaan itu berlanjut: dinasti Kristen
telah berlanjut selama 2000 tahun, dinasti Buddha berlanjut sekian lama, dan
dinasti Islam berlanjut sekian lama. Sebelum mereka ada, terdapat dinasti
chandra, yang berlangsung selama 1250 tahun. Dahulu hanya ada dinasti surya dan
chandra di zaman emas dan perak; tidak ada agama lain pada masa itu. Hanya
Andalah yang berasal dari dinasti surya dan chandra. Anda sekarang telah menjadi
dinasti Brahmana. Keseluruhan sandiwara ini didasarkan pada Bharata. Bharata
menjadi neraka dan surga. Ini tidak bisa dikaitkan dengan agama-agama yang lain.
Mereka tidak ada di surga. Ketika ada yang meninggal, orang-orang berkata bahwa
dia sudah menjadi penghuni surga, tetapi mereka tidak mengerti bahwa penghuni
neraka harus dilahirkan kembali di neraka. Penghuni surga akan dilahirkan
kembali di surga. Anda anak-anak paham bahwa Lakshmi dan Narayana dahulu adalah
penghuni surga. Bagaimana mereka meraih kerajaan mereka? Manusia tidak mungkin
bisa mengingat sesuatu yang berdurasi ratusan ribu tahun. Kitab-kitab suci dan
sebagainya tidak ada di zaman emas. Semua itu merupakan pernak-pernik jalan
pemujaan. Anda harus menuruni anak tangga. Anda memerlukan waktu 5000 tahun
untuk menuruni anak tangga; dari satopradhan, Anda melewati tahapan sato, rajo,
dan tamo. Di zaman emas, Anda 16 derajat surgawi sempurna. Kemudian, di zaman
perak, ada penurunan dua derajat. Campuran perak tercampur ke dalam jiwa. Anda
selanjutnya memasuki zaman perunggu, dan itulah sebabnya, ada campuran perunggu
yang mencemari jiwa. Sekarang ini, jiwa-jiwa sudah sepenuhnya tamopradhan;
campuran ketidaksucian mencemari jiwa. Hanya Andalah yang mengalami 84 kelahiran
penuh. Sang Ayah rohani, Shiva Baba, datang dan menjelaskan kepada Anda,
anak-anak rohani. Anda sekarang harus berkesadaran jiwa. Ketika Rahwana datang,
semua orang menjadi berkesadaran badan. Anda sekarang harus menyadari diri
sebagai jiwa. Kitalah yang telah mengalami 84 kelahiran dan terus memainkan
berbagai macam peran. Siklus 84 sekarang telah mencapai akhirnya. Bahkan
badan-badan pun telah mencapai kondisi lapuk total. Kerajaan Rahwana dimulai di
zaman perunggu. Kerajaan Rama ada di zaman emas. Anda berkesadaran jiwa di zaman
emas. Anda kemudian menjadi berkesadaran badan di zaman perunggu dan besi. Anda
tidak tahu mengenai jiwa maupun Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Sang Ayah
menjelaskan bahwa setiap jiwa adalah bintang. Bintang yang luar biasa berkilau
di tengah-tengah dahi; itu tidak bisa dilihat kecuali melalui penglihatan ilahi.
Jiwa benar-benar halus. Jiwalah yang meninggalkan badan lama dan mengambil badan
baru. Kita, jiwa-jiwa, telah mengalami 84 kelahiran. Sang Ayah Yang Maha Tinggi,
Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, juga merupakan titik; Beliau disebut Sang Samudra
Pengetahuan, Sang Penyuci, dan Yang Esa, yang berpengetahuan penuh. Sang Ayah
Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, memiliki pengetahuan tentang
permulaan, pertengahan, dan akhir dunia. Karena Beliau adalah Sang Benih, Beliau
disebut sebagai Yang Maha Benar, Yang Maha Hidup, dan Yang Maha Bahagia
(Sat-Chit-Anand). Sang Ayah pasti harus menyampaikan pengetahuan yang
dimiliki-Nya. Ini adalah pengetahuan spiritual. Sang Ayah dari semua jiwa datang
dan mengajar Anda, jiwa-jiwa. Anda harus menjadi berkesadaran jiwa. Shiva Baba
sedang mengajar kita. Hanya Beliaulah Yang Esa, yang berpengetahuan penuh. Baba
datang dan menciptakan ciptaan surga. Beliau menjadikan Anda layak untuk
menerima surga. Tidak ada manusia yang mengetahui rahasia siklus dunia ini.
Karena mereka tidak mengenal Sang Ayah, seperti inilah jadinya kondisi Bharata.
Ketika dahulu ada kesucian di Bharata, juga ada kedamaian dan kemakmuran.
Sekarang, ini adalah neraka. Oleh sebab itu, bagaimana mungkin ada yang bisa
pergi ke surga? Intelek mereka benar-benar telah menjadi seperti batu. Sang Ayah
berkata, “Saya pasti membawakan hadiah untuk anak-anak, bukan? Saya menjadikan
Anda master surga. Mereka yang dahulu mengklaim warisan pada siklus sebelumnya
akan mengklaimnya Kembali sekarang. Mereka akan berubah dari manusia menjadi
devi-devta.” Sesungguhnya, semua adalah anak-anak Prajapita Brahma. Shiva Baba
sekarang sedang menciptakan ciptaan melalui Brahma. Mereka terus menjadi Brahma
Kumar dan Brahma Kumari. Anda harus berupaya agar bisa mengklaim warisan Anda
dari Shiva Baba. Anda harus berubah dari tamopradhan menjadi satopradhan. Sang
Ayah berkata, “Anak-anak, ingatlah Saya, maka semua dosa Anda akan terhapus.”
Tak seorang pun, kecuali Sang Ayah, bisa memberikan pengetahuan spiritual ini
kepada Anda. Hanya Sang Ayah rohani yang memberikan pengetahuan kepada Anda,
jiwa-jiwa. Anda menempuh perziarahan spiritual. Anda menanggalkan kesadaran
badan dan menjadi berkesadaran jiwa. Jiwa-jiwa tak termusnahkan dan seluruh
peran terekam di dalam jiwa. Anda sekarang paham bagaimana Anda, jiwa-jiwa,
memainkan peran Anda selama 84 kelahiran. Kita berasal dari dinasti surya,
kemudian kita menjadi bagian dari dinasti chandra, dan kita sekarang harus
menjadi bagian dari dinasti surya kembali. Sang Ayah sekarang sedang memberi
Anda ajaran untuk menjadi satopradhan, “Teruslah mengingat Saya saja!” Tuhan
berkata, “Tuhan dari Gita adalah Shiva Baba, bukan Shri Krishna. Jiwa Krishna
juga sedang mempelajari ini, sekarang.” Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Teruslah
melakukan perziarahan spiritual dan inspirasilah orang lain untuk melakukannya
juga. Agar bisa menjadikan diri Anda satopradhan, ingatlah Sang Ayah Yang Esa.
Lakukanlah upaya penuh untuk menjadi berkesadaran jiwa.
2. Agar bisa
menaklukkan kematian, perhatikanlah ajaran Sang Ayah. Sadarilah diri Anda
sebagai jiwa dan berikanlah pengetahuan kepada jiwa-jiwa.
Berkah:
Semoga Anda
menjadi master maryada purshottam (manusia luhur yang mengikuti maryada
tertinggi) dengan mengikuti maryadas dan menjadikan tugas BapDada sebagai tujuan
Anda.
Dikatakan: Gilinglah
bahan-bahan Anda sendiri dan Anda akan merasakan intoksikasi. Jangan pernah
membiarkan pandangan Anda jatuh pada pencapaian orang lain. Alih-alih menjadikan
intoksikasi orang lain sebagai tujuan Anda, jadikan kebajikan ilahi dan tugas
BapDada sebagai tujuan Anda. Jadilah pembantu BapDada dalam menghancurkan
ketidakbenaran agama dan dalam menegakkan agama kebenaran. Mereka yang
menghancurkan ketidakbenaran agama tidak dapat melakukan sesuatu yang tidak
benar atau melanggar kode perilaku ilahi (maryada). Jiwa-jiwa seperti itu adalah
master maryada purshottam yang mengikuti maryadas tertinggi.
Slogan:
Jadilah penuh
dengan pengetahuan serta akhiri kebiasaan mengajukan pertanyaan sia-sia, maka
waktu Anda akan dihemat.
Sinyal Avyakt:
Alamilah Senantiasa Tahapan Kokoh Tak Tergoyahkan dan Konstan
Jika Anda memiliki
pikiran apa pun, cukup ajukan itu kepada mereka yang lebih senior daripada Anda
dan teruslah bergerak sambil bebas dari pikiran tersebut. Memberikan ide dan
sinyal adalah berbeda dengan mengalami pergolakan. Oleh karena itu, selalulah
tetap konstan. Cukup ajukan pikiran Anda dan jadilah bebas dari pikiran tersebut.
Secara konstan perhatikan bahwa Anda harus menjadi penakluk organ-organ fisik
Anda. Ketertarikan bahkan pada satu indera fisik Anda tidak akan membiarkan Anda
menjadi milik Sang Ayah. Itu juga tidak akan membiarkan Anda stabil dalam
tahapan yang konstan dan stabil.