30.05.26       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, gunakanlah segala sesuatu yang Anda miliki dengan cara yang bermanfaat untuk pelayanan Tuhan, dan dengan demikian, ciptakanlah masa depan Anda, karena kematian berada di atas kepala Anda.

Pertanyaan:
Meskipun Anda anak-anak mendengarkan pengetahuan, mengapa ada beberapa di antara Anda yang tidak mampu meresapkannya?

Jawaban:
Karena Anda tidak tahu cara untuk mengaduk samudra pengetahuan. Intelek Anda terikat dalam yoga terhadap badan dan relasi badan. Hanya ketika keterikatan dihilangkan dari intelek Anda, barulah Anda bisa meresapkan sesuatu. Keterikatan begitu kuat, sehingga benar-benar menjadikan Anda seperti monyet. Inilah sebabnya, Sang Ayah mengingatkan Anda tentang janji pertama Anda, “Lupakanlah badan Anda dan semua relasi badan, serta ingatlah Saya saja.”

Lagu:
Tidak ada yang seunik Tuhan Yang Polos.

Om Shanti.
Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan. Anda anak-anak dengan jelas memahami bahwa hanya Sang Ayah yang tak terbatas yang disebut Yang Esa, yang memperbarui hal-hal yang telah rusak. Krishna tidak bisa memperbarui hal-hal yang telah rusak. Tuhan dari Gita adalah Shiva, bukan Krishna. Shiva Baba adalah Sang Pencipta, sedangkan Krishna adalah ciptaan. Hanya Yang Esa, Sang Pencipta Surga, yang bisa memberi Anda warisan surga. Ini adalah kesalahan utama terbesar yang dibuat di Bharata. Tidak ada orang yang memanggil Shri Krishna sebagai “Baba”. Hanya dari Baba, warisan diterima, dan hanya Bharata yang menerimanya. Hanya di Bharata, Pangeran Shri Krishna dan Putri Radhe dikenang. Pujian hanya bagi Sang Ayah, Yang Esa, Yang Maha Tinggi. Shri Krishna adalah ciptaan yang tertinggi, master dunia. Itu disebut dinasti surya, dinasti devi-devta. Gita adalah kitab suci agama devi-devta yang asli dan abadi. Tidak ada orang yang diberi pengetahuan ini di zaman emas. Sang Ayah hanya menyampaikannya di zaman peralihan. Ini harus terlebih dahulu dibuktikan dengan gambar-gambar. Ada gambar keduanya. Tuhan dari Gita adalah Sang Pencipta, yang bebas dari kelahiran kembali, bukan Shri Krishna, yang adalah ciptaan. Anda tahu bahwa Shiva Baba membuat Anda menjadi seperti berlian. Ada juga ungkapan, “Ada orang yang bernilai serendah kerang dan ada orang yang bernilai semahal berlian.” Intelek Anda anak-anak harus selalu ingat bahwa Sang Ayah memberikan petunjuk: “Ingatlah Saya dan warisan!” Beliau adalah Sang Ayah yang tak terbatas. Sekalipun Krishna memang menjadi raja dunia, dia adalah master dari yang terbatas. Shiva Baba bukan raja. Sesungguhnya, ada banyak pujian Gita. Di samping itu, juga ada pujian Bharata. Bharata adalah tempat perziarahan agung bagi semua agama. Hanya saja, karena nama Krishna dimasukkan, maka nilai pentingnya hilang. Karena inilah, Bharata telah menjadi tak bernilai seperti kerang. Ini sudah ditakdirkan di dalam drama, tetapi Anda harus diperingatkan. Sang Ayah menerangkan dengan sangat jelas. Beliau memberi tahu Anda hal-hal yang mendalam setiap hari, jadi Anda harus mengubah gambar-gambar lama dan membuat gambar-gambar baru. Ini akan terus berlanjut sampai akhir. Anda anak-anak harus mengingat dengan sangat jelas dalam intelek Anda bahwa Shiva Baba sedang memberi Anda warisan. Beliau berkata, “Teruslah mengingat Saya saja, maka dosa-dosa Anda akan terhapus.” Dosa-dosa Anda tidak bisa terhapus dengan mengingat Krishna. Dia bukan Yang Mahakuasa. Hanya Sang Ayah adalah Yang Mahakuasa dan hanya Beliaulah yang memberi Anda warisan. Orang-orang terus mengingat Krishna. Sebagai contoh, Anda mungkin beranggapan bahwa Shri Krishna mengatakan ini, dan bahwa dia juga berkata, “Lupakanlah semua relasi badan Anda dan teruslah mengingat saya saja.” Namun, jiwa pasti mengingat ayahnya. Krishna bukan Sang Ayah dari semua jiwa. Semua hal ini harus diaduk dan diresapkan dengan intelek Anda. Ada beberapa orang yang tidak mampu meresapkannya karena mereka terperangkap dalam keterikatan. Anda telah bernyanyi, “Kami akan memutuskan hubungan dari semua yang lain dan hanya menghubungkan diri kepada-Mu. Milik kami hanyalah Yang Esa dan tidak ada yang lain.” Akan tetapi, keterikatan begitu kuat, sehingga benar-benar menjadikan Anda seperti monyet. Monyet memiliki banyak keterikatan dan keserakahan. Orang-orang kaya juga telah diberi penjelasan, “Kematian sudah di ambang pintu. Gunakanlah segala sesuatu yang Anda miliki untuk pelayanan Tuhan dan ciptakanlah masa depan Anda.” Akan tetapi, mereka terus saja terikat kepada segala sesuatu, seperti monyet, dan tidak mau melepaskan apa pun. Baba berkata, “Putuskanlah yoga intelek Anda dari badan Anda dan semua relasi badan! Ikutilah shrimat Sang Ayah!” Anda berkata, “Semua harta, anak, dan sebagainya ini telah diberikan oleh Tuhan.” Sekarang, Beliau sendiri telah datang dan berkata, “Seluruh harta, properti, dan sebagainya yang Anda miliki akan berakhir. ‘Kekayaan sebagian orang akan tetap terkubur di dalam tanah.’ Akan terjadi gempa bumi dan segala sesuatu akan hancur.” Ketika ada pesawat terbang yang kandas atau terjadi kebakaran di suatu tempat, para pencuri bergegas ke sana sebelum polisi datang. Sang Ayah menjelaskan, “Anak-anak, putuskanlah keterikatan Anda dari sosok berbadan. Jadilah penakluk keterikatan!” Kesadaran badan adalah musuh nomor satu. Devi-devta berkesadaran jiwa. Ketika Anda menjadi berkesadaran badan, Anda terperangkap dalam sifat-sifat buruk. Anda telah berkesadaran badan selama setengah siklus. Sekarang, Anda harus berlatih untuk menjadi berkesadaran jiwa. Manusia sama sekali tidak mengetahui hal-hal ini, maupun mengenal Tuhan. Mereka tidak mengenal jiwa maupun Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Tidak ada yang mengetahui berapa jumlah kelahiran yang dialami oleh jiwa, bagaimana jiwa-jiwa memainkan peran mereka, atau bahwa mereka adalah aktor. Inilah sebabnya, mereka disebut yatim piatu. Mereka mengatakan bahwa jiwa-jiwa melebur ke dalam cahaya. Akan tetapi, jiwa tak termusnahkan. Peran 84 kelahiran terekam di dalam jiwa. Mereka mengatakan bahwa jiwa adalah bintang, tetapi tidak memahami maknanya. Mereka berkata bahwa setiap jiwa adalah Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Mereka sama sekali tidak mengenal Sang Ayah. Tentang jiwa, mereka berkata bahwa bintang yang luar biasa berkilau di tengah-tengah dahi. Mereka tidak mengatakan apa pun mengenai Tuhan. Beliau disebut Sang Jiwa Yang Maha Tinggi dan Beliau tinggal di hunian tertinggi. Beliau adalah titik. Beliau bebas dari kelahiran kembali, sedangkan jiwa-jiwa harus mengalami kelahiran kembali. Tentang Tuhan, dikatakan, “Beliau adalah Sang Samudra Pengetahuan, Sang Samudra Kebahagiaan Tiada Tara, dan Sang Samudra Kesucian.” Siapa yang memberikan warisan kepada devi-devta? Sang Ayah. Pada saat ini, tidak ada orang yang penuh dengan semua kebajikan ilahi atau 16 derajat surgawi sempurna seperti devi-devta dahulu. Tidak ada yang mengetahui bagaimana devi-devta dahulu menerima warisan mereka. Hanya Sang Ayah yang datang dan menjelaskan kepada Anda. Hanya Beliaulah yang disebut Sang Samudra Pengetahuan. Beliau datang dan memberi Anda pengetahuan pada saat ini, kemudian itu menghilang. Selanjutnya, terdapat pemujaan; itu tidak bisa disebut pengetahuan. Keselamatan diterima melalui pengetahuan. Hanya ketika ada kemerosotan, barulah Sang Pemberkah Keselamatan Bagi Semua Jiwa, Sang Samudra Pengetahuan, bisa datang. Hanya Sang Ayah yang datang dan memandikan Anda dalam pengetahuan. Tidak bisa ada keselamatan melalui mandi dalam air. Bahkan hal-hal kecil ini pun harus diresapkan. Hal yang utama adalah bahwa gambar-gambar yang bagus harus dibuat berukuran besar, agar orang-orang bisa memahaminya dengan jelas. Tulisan pada gambar-gambar itu harus sangat jelas. Biarlah ini diingat dalam intelek mereka yang membuat gambar-gambar. Undanglah siapa pun untuk datang dan memahami pengenalan akan Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, dan mengklaim warisannya untuk 21 kelahiran di masa depan dari Sang Ayah. Brother dan sister, datanglah dan pahamilah bagaimana Anda bisa menerima kebahagiaan kedaulatan yang tak terbatas dari Sang Ayah parlokik. Pelajarilah cara mengklaim warisan Anda dari Sang Ayah yang tak terbatas di sini! Tidak perlu merasa takut dalam hal ini. Orang-orang terus memanggil-manggil, “Wahai, Sang Penyuci, datanglah!” Sang Ayah juga berkata, “Sifat buruk nafsu birahi adalah musuh terbesar. Jika Anda ingin pergi ke dunia yang suci, Anda benar-benar harus menjadi suci.” Mereka yang lahir melalui sifat buruk nafsu birahi disebut tidak suci. Di zaman emas dan perak, tidak ada racun; itu disebut dunia yang sepenuhnya tanpa sifat buruk. Di sana, sama sekali tidak ada sifat buruk nafsu birahi. Jadi, mengapa Anda bertanya bagaimana caranya anak-anak dilahirkan di sana? Jadilah tanpa sifat buruk, itu saja! Anak-anak akan lahir di sana sebagaimana mereka ditakdirkan. Mengapa Anda mempertanyakannya? Ingatlah Sang Ayah saja, maka dosa-dosa Anda dari banyak kelahiran akan terhapus. Ini adalah dunia jiwa-jiwa yang tidak suci, sedangkan itu adalah dunia jiwa-jiwa yang suci dan dermawan. Pahamilah ini dalam intelek Anda baik-baik. Tuhan datang dan memberi Anda buah dari pemujaan Anda. Hanya Sang Ayah yang memberikan keselamatan kepada semua orang dan menjadikan mereka master dunia. Sang Ayah berkata, “Sekarang, jadilah suci dan teruslah mengingat Saya saja. Ini adalah mantra yang agung.” Anda pasti akan menerima warisan dari Sang Ayah. Beliau berkata, “Ingatlah Saya saja, maka Anda akan menjadi satopradhan.” Anda harus menjelaskan gambar tangga. Hari demi hari, segala sesuatu terus mengalami peningkatan. Tulislah hal ini dengan sangat jelas: “Pendirian agama devi-devta yang asli dan abadi melalui Brahma.” Ketika agama devi-devta yang asli dan abadi ada, tidak ada agama-agama lain. Mereka yang akan pergi ke dunia yang suci hanyalah mereka yang suci. Semakin Anda memenuhi diri Anda dengan kekuatan, semakin awal Anda akan memasuki dunia yang suci. Tidak semua jiwa akan turun bersama-sama. Anda tahu bahwa di zaman emas dan perak hanya akan ada sangat sedikit devi-devta, kemudian populasi berkembang. Akan ada banyak rakyat. Mereka yang menjelaskan harus sangat pandai. Beri tahulah orang-orang, “Datanglah dan klaimlah warisan Anda dari Sang Ayah yang tak terbatas, Yang Esa, yang selama ini Anda panggil-panggil, ‘Wahai, Baba!’ Sesungguhnya, nama Beliau adalah Shiva.” Ketika Anda menyebutkan “Tuhan”, “Ishwara”, atau “Prabhu”, Anda tidak paham bahwa Beliau adalah Ayah Anda dan bahwa Anda menerima warisan dari Beliau. Dengan mengatakan, “Shiva Baba,” Anda mengingat warisan. Orang-orang berkata kepada Beliau, “Salam hormat kepada Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, Shiva.” Beri tahulah kami nama Sang Jiwa Yang Maha Tinggi! Tidak mungkin ada pribadi yang tidak memiliki nama dan wujud. Nama Beliau adalah Shiva. Jangan hanya mengatakan, “Salam hormat kepada Shiva.” Katakanlah, “Salam hormat kepada Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, Shiva.” Setiap kata harus diterangkan dengan sangat jelas. Anda tidak merasakan kebahagiaan hubungan dengan Sang Ayah ketika Anda hanya berkata, “Salam hormat kepada Shiva.” Orang-orang telah memberi diri mereka nama-nama ini. Anda tahu bahwa tidak ada manusia yang bisa disebut “Tuhan”. Brahma, Vishnu, dan Shankar disebut dewa. Hanya Sang Ayah, Sang Pencipta, adalah Yang Esa, yang tanpa citra jasmani. Sebagaimana seorang ayah lokik menciptakan anak-anak dan memberi mereka warisan, demikian juga, Sang Ayah yang tak terbatas memberi Anda warisan. Beliau menjadikan Bharata sebagai master dunia. Sang Penyuci seluruh dunia hanyalah Sang Ayah Yang Esa. Tak satu pun dari orang-orang itu mengerti bahwa para pendiri agama mereka juga tidak suci dan berada di kuburan. Sekarang adalah masa pelunasan bagi semua jiwa. Hanya Sang Ayah yang datang dan mengangkat semua jiwa. Khuda, Tuhan, hanya datang pada masa pelunasan. Hanya Beliaulah Sang Samudra Pengetahuan. Ada tertulis, “Anak-anak Sang Samudra telah hangus terbakar,” artinya: mereka telah menjadi jelek dan bersifat zaman besi karena duduk di atas tungku sifat buruk nafsu birahi. Jadi, bagaimana mereka bisa menjadi rupawan kembali? Sang Ayah berkata, “Dengan terus melakukan perziarahan ingatan.” Dengan menggunakan istilah “yoga”, orang-orang menjadi bingung. Sang Ayah berkata, “Ingatlah Saya, agar pikiran terakhir Anda menuntun Anda menuju destinasi Anda.” Beliau menerangkan dengan begitu jelas! Meskipun demikian, mengapa hal-hal ini tidak melekat dalam intelek Anda? Ini karena ada banyak kesadaran badan, sehingga tidak ada yang mampu meresapkannya. Sang Ayah menunjukkan metode yang sangat bagus kepada Anda. Apa yang dilakukan oleh Sang Ayah yang tak terbatas, yang diingat oleh semua jiwa, ketika Beliau datang ke sini? Beliau mengubah Bharata menjadi surga. Anda telah menerima warisan terbatas, kelahiran demi kelahiran. Sekarang, klaimlah warisan Anda yang tak terbatas dari Sang Ayah yang tak terbatas, untuk 21 kelahiran. Devi-devta dahulu memerintah di zaman emas dan perak. Ada dinasti surya, kemudian dinasti chandra, kemudian dinasti waisya, dan kemudian dinasti shudra. Ketika Anda menuliskan perkataan ini, akan menjadi jelas bahwa merekalah jiwa-jiwa yang mengalami kelahiran kembali dan memasuki berbagai klan yang berbeda. Sang Ayah menjelaskan kepada semua orang, tetapi karena Anda duduk di sini secara pribadi, dengan bertatap muka, Anda menjadi sangat bahagia. Jika itu tidak ada dalam keberuntungan sebagian orang, mereka tidak akan melakukan pelayanan apa pun. Seandainya mereka melakukan pelayanan, nama mereka akan diagungkan. Orang-orang akan berkata, “Anak-anak perempuan Baba sangat pandai! Mereka mampu melakukan segalanya. Mereka bahkan memberi kami warisan kedaulatan surga! Mereka juga memberi kami barang-barang ini.” Gambar-gambar ini bagaikan cermin di hadapan orang buta. Tidak ada hubungannya dengan sihir dan sebagainya dalam hal ini. Kesucian adalah yang utama. Anda paham bahwa inilah kelahiran terakhir Anda. Jika Anda ingin pergi ke surga, Anda benar-benar harus menjadi suci. Penghancuran sudah di ambang pintu. Anda benar-benar harus menjadi suci. Para saniyasi meninggalkan rumah dan keluarga mereka demi menjadi suci. Sang Ayah berkata, “Penghancuran sudah di depan mata Anda. Ingatlah Saya, maka perahu Anda akan menyeberang.” Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Gunakanlah segala sesuatu yang Anda miliki dengan cara yang bermanfaat sebelum penghancuran terjadi. Ini adalah masa pelunasan. Oleh sebab itu, Anda benar-benar harus menjadi suci.

2. Buanglah keterikatan Anda terhadap sosok-sosok berbadan serta jadilah penakluk keterikatan. Taklukkanlah kesadaran badan, musuh nomor satu. Putuskanlah intelek Anda dari semua yang lain dan hubungkanlah intelek Anda kepada Sang Ayah dalam yoga.

Berkah:
Semoga Anda menggunakan mantra ingatan untuk mencapai kesuksesan tak termusnahkan dalam pikiran dan perbuatan Anda serta menjadi perwujudan kesuksesan.

Anda anak-anak adalah pembawa pesan dari Pemerintah Yang Mahakuasa, oleh karena itu, jangan biarkan pikiran Anda terganggu saat mendiskusikan apa pun dengan siapa pun. Gunakanlah mantra ingatan. Ketika seseorang tidak bisa dikendalikan dengan kata-kata atau metode lain, mereka menggunakan mantra magis. Anda memiliki mata drishti kesadaran jiwa dan mantra "Manmanabhawa", yang dengannya Anda bisa membuat pikiran Anda menjadi nyata dan menjadi perwujudan kesuksesan.

Slogan:
Alih-alih menjadi berkesadaran perbuatan, jadilah berkesadaran jiwa.

Sinyal Avyakt: Alamilah Senantiasa Tahapan Kokoh Tak Tergoyahkan dan Konstan

Menjadi konstan bukan berarti kecepatan upaya Anda selalu sama. Menjadi konstan berarti terus-menerus mengalami tahapan terbang. Biarlah benang tak termusnahkan dari semua relasi selalu terhubung dengan Yang Esa. Satu Sang Ayah dan tidak ada yang lain – milikilah pikiran penuh tekad ini, dan jangan sampai satu pun relasi yang hilang. Ketika benang dari semua relasi terikat pada Yang Esa, Anda akan memiliki tahapan konstan secara alami.