31.01.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, Anda telah datang ke sini untuk mengambil kekuatan dari Sang Ayah
Yang Mahakuasa, yaitu Anda datang untuk menerima minyak pengetahuan yang
dituangkan ke dalam diri Anda, pelita-pelita.
Pertanyaan:
Mengapa ada
pujian tentang “Prosesi Shiva”?
Jawaban:
Karena ketika
Shiva Baba pulang, semua jiwa terbang mengejar Beliau. Di hunian tertinggi,
jiwa-jiwa seakan membentuk formasi sarang lebah. Anda, anak-anak yang menjadi
suci, pulang bersama Sang Ayah. Ada pujian mengenai prosesi ini karena adanya
kebersamaan dengan Beliau.
Om Shanti.
Anda
anak-anak terlebih dahulu hanya perlu memahami satu hal: kita semua bersaudara
dan Beliau adalah Sang Ayah kita semua. Beliau disebut Yang Mahakuasa. Anda
dahulu memiliki semua kekuatan dan memerintah dunia. Dahulu, ada kerajaan
devi-devta di Bharata, yaitu kerajaan Anda anak-anak. Anda dahulu adalah
devi-devta yang suci. Itu adalah marga atau dinasti Anda. Mereka semua tanpa
sifat buruk. Siapa yang tanpa sifat buruk? Jiwa-jiwalah yang tanpa sifat buruk.
Anda sekarang sekali lagi sedang menjadi tanpa sifat buruk. Anda mengingat Sang
Ayah Yang Mahakuasa dan menerima kekuatan dari Beliau. Sang Ayah telah
menjelaskan bahwa Anda jiwa-jiwa memainkan peran Anda sepanjang 84 kelahiran.
Kekuatan satopradhan yang dahulu Anda miliki terus menurun hari demi hari. Dari
satopradhan, Anda menjadi tamopradhan, sama seperti ketika daya baterai menurun,
maka mobil pun berhenti berjalan; baterai kehilangan dayanya. Baterai jiwa tidak
pernah menjadi sepenuhnya kehabisan daya; selalu masih tersisa sedikit kekuatan.
Pelita tanah liat dinyalakan ketika ada seseorang yang meninggalkan badan.
Mereka terus menuangkan minyak ke dalamnya agar pelita itu tidak padam. Ketika
daya baterai menurun, baterai itu diisi ulang. Anda anak-anak sekarang mengerti
bahwa Anda dahulu mahakuasa. Anda sekarang menghubungkan intelek Anda dalam yoga
kepada Sang Ayah Yang Mahakuasa sekali lagi, agar kekuatan Beliau memasuki Anda,
karena kekuatan Anda telah berkurang. Sedikit kekuatan pasti masih tersisa.
Seandainya kekuatan Anda sepenuhnya habis, badan Anda tidak mungkin tetap ada.
Jiwa-jiwa menjadi sepenuhnya suci dengan mengingat Sang Ayah. Di zaman emas,
daya baterai Anda penuh, kemudian daya itu menurun sedikit demi sedikit.
Garisnya menurun perlahan-lahan menuju zaman perak. Itu juga disebut derajat.
Maka, ada ungkapan bahwa jiwa-jiwa yang dahulu satopradhan selanjutnya mencapai
tahapan sato; kekuatan mereka berkurang. Anda mengerti bahwa di zaman emas, Anda
telah menjadi devi-devta dari manusia. Sang Ayah mengatakan, “Sekarang, ingatlah
saya dan Anda akan berubah dari tamopradhan menjadi satopradhan.” Anda sekarang
telah menjadi tamopradhan dan mengalami kekurangan kekuatan. Sekarang, dengan
mengingat Sang Ayah sekali lagi, Anda akan menerima kekuatan penuh. Anda
mengerti bahwa badan dan semua relasi badan Anda akan berakhir. Anda kemudian
akan menerima kerajaan yang tak terbatas. Sang Ayah tak terbatas. Jadi, Beliau
juga memberikan warisan yang tak terbatas kepada Anda. Saat ini, Anda tidak suci
dan hanya memiliki sedikit kekuatan. “Oh, anak-anak, sekarang, ingatlah Saya!
Sayalah Yang Mahakuasa. Anda menerima kerajaan yang mahakuasa dari Saya.” Di
zaman emas, devi-devta adalah master atas seisi dunia; mereka suci dan memiliki
kebajikan ilahi. Mereka tidak lagi memiliki kebajikan ilahi itu sekarang.
Baterai semua jiwa sekarang hampir sepenuhnya habis. Baterai semua jiwa sekarang
sedang diisi ulang. Tidak ada baterai jiwa mana pun yang bisa diisi ulang tanpa
beryoga dengan Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi. Sang Ayah
senantiasa suci. Di sini, semua jiwa tidak suci. Ketika Anda suci, baterai Anda
tetap penuh daya. Jadi, Sang Ayah mengatakan, “Ingatlah Yang Esa saja!” Tuhan
adalah Yang Maha Tinggi, sedangkan yang lainnya adalah ciptaan. Ciptaan tidak
bisa menerima warisan dari ciptaan. Hanya ada satu Sang Pencipta. Beliaulah Sang
Ayah yang tak terbatas. Semua ayah yang lainnya terbatas. Dengan mengingat Sang
Ayah yang tak terbatas, Anda menerima kedaulatan tak terbatas. Oleh sebab itu,
Anda anak-anak harus memahami dalam hati Anda bahwa Baba sedang mendirikan surga,
dunia baru, bagi Anda. Sesuai rencana drama, surga sedang didirikan. Anda tahu
bahwa zaman emas akan segera datang. Ada kebahagiaan yang konstan di zaman emas.
Bagaimana cara Anda menerimanya? Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan,
“Ingatlah Saya saja. Saya senantiasa suci. Saya tidak pernah mengambil badan
manusia. Saya tidak mengambil badan seorang dewa maupun manusia, yaitu Saya
tidak pernah memasuki siklus kelahiran dan kematian. Saya hanya datang dan
memasuki badan orang ini ketika dia menginjak usia 60 tahun, usia pensiun, untuk
memberikan kedaulatan surga kepada Anda anak-anak. Orang inilah yang telah
berubah dari sepenuhnya satopradhan menjadi tamopradhan.” Tuhan, Yang Maha
Tinggi, adalah yang nomor satu, kemudian dikatakan bahwa ada Brahma, Vishnu, dan
Shankar, penghuni alam halus. Anda menerima penglihatan tentang mereka. Alam
halus adalah alam di tengah-tengah, di mana tidak bisa ada badan fisik. Badan
halus hanya terlihat melalui penglihatan ilahi. Dunia manusia ada di sini. Akan
tetapi, mereka adalah malaikat hanya demi penglihatan. Ketika Anda anak-anak
menjadi sepenuhnya suci pada akhirnya, orang akan memperoleh penglihatan tentang
Anda. Anda akan menjadi malaikat-malaikat yang sedemikian rupa. Anda kemudian
akan datang kemari di zaman emas dan menjadi master dunia. Brahma ini tidak
mengingat Vishnu. Dia juga mengingat Shiva Baba, kemudian dia menjadi Vishnu.
Oleh sebab itu, Anda harus memahami hal ini. Bagaimana devi-devta mengklaim
kerajaan mereka? Di sana tidak ada perang dan semacamnya. Bagaimana mungkin
devi-devta melakukan kekerasan? Entah orang lain memercayai ini atau tidak, Anda
anak-anak sekarang mengingat Sang Ayah dan mengklaim kerajaan Anda. Dalam Gita,
juga disebutkan, “Oh, anak, tanggalkanlah kesadaran badan dan semua agama
jasmani, serta teruslah mengingat Saya saja!” Tuhan tidak memiliki badan,
sehingga Beliau tidak mungkin memiliki keterikatan. Beliau berkata, “Saya
meminjam badan orang ini untuk sementara waktu. Bagaimana lagi Saya bisa
menyampaikan pengetahuan? Saya adalah Sang Benih. Saya memiliki pengetahuan
tentang seluruh pohon. Tidak ada orang lain yang mengetahuinya.” Berapa panjang
durasi dunia? Bagaimana dunia didirikan, dipelihara, dan dihancurkan? Manusia
harus mengetahui hal ini. Manusialah yang belajar. Binatang tidak akan belajar.
Orang-orang itu mempelajari berbagai studi yang terbatas. Sang Ayah sedang
mengajarkan studi yang tak terbatas kepada Anda. Melaluinya, Beliau menjadikan
Anda master dari yang tak terbatas. Oleh sebab itu, Anda harus menjelaskan bahwa
tidak ada manusia atau makhluk berbadan yang bisa disebut Tuhan. Brahma, Vishnu,
dan Shankar memiliki badan halus. Nama-nama mereka sepenuhnya berbeda. Mereka
tidak bisa disebut Tuhan. Badan ini adalah singgasana dari jiwa Dada ini. Ada
singgasana abadi. Ini sekarang adalah singgasana Sang Ayah, Sosok Yang Abadi. Di
Amritsar, orang membuat “Singgasana Abadi”. Orang-orang penting pergi ke sana
dan duduk di Singgasana Abadi. Sang Ayah sekarang menjelaskan kepada Anda,
“Semua badan ini adalah singgasana dari jiwa-jiwa yang abadi. Jiwa bersifat
abadi dan tidak bisa ditelan oleh kematian. Akan tetapi, singgasana jiwa terus
berganti.” Sosok abadi, sang jiwa, duduk di singgasananya. Pada awalnya,
singgasana itu kecil, kemudian itu bertumbuh. Jiwa meninggalkan badan lama dan
mengambil badan baru. Jiwa bersifat abadi, tetapi memiliki sanskara baik dan
buruk. Itulah sebabnya, dikatakan, “Itulah buah dari karmanya.” Jiwa-jiwa tidak
pernah hancur. Hanya ada satu Sang Ayah dari semua jiwa. Anda harus memahami ini.
Apakah Baba menyampaikan hal-hal dari kitab suci kepada Anda? Tak seorang pun
bisa pulang ke rumah dengan mempelajari kitab-kitab suci dan sebagainya. Semua
jiwa akan pulang pada akhirnya, seperti sekawanan belalang atau lebah madu. Ada
juga ratu lebah; semua lebah mengikuti sang ratu. Ketika Sang Ayah pulang, semua
jiwa mengikuti di belakang Beliau. Di alam jiwa, semua jiwa seakan-akan
membentuk formasi sarang lebah, sedangkan di sini, ada kerumunan besar manusia.
Kerumunan besar ini juga harus berlari pulang ke rumah, suatu hari nanti. Sang
Ayah datang dan membawa semua jiwa pulang. Orang mengingat “Prosesi Shiva”. Anda
bisa disebut sebagai anak-anak atau mempelai wanita. Sang Ayah datang, mendidik
Anda anak-anak, dan mengajarkan perziarahan ingatan kepada Anda. Jiwa tidak bisa
pulang tanpa menjadi suci. Ketika Anda menjadi suci, Anda terlebih dahulu akan
pergi ke hunian kedamaian. Anda semua pergi dan tinggal di sana. Kemudian,
seiring dengan turunnya Anda dari sana ke sini, perlahan-lahan, jumlah Anda
bertambah. Anda akan terlebih dahulu mengejar Sang Ayah. Anda beryoga dengan
Beliau. Anda, para mempelai perempuan, beryoga dengan Sang Mempelai Pria.
Kerajaan harus diciptakan. Anda tidak turun semuanya bersama-sama. Itu adalah
dunia semua jiwa. Anda terus turun secara berurutan; pohon bertumbuh
perlahan-lahan. Pertama-tama, ada agama devi-devta yang asli dan abadi, yang
Sang Ayah dirikan. Baba terlebih dahulu membuat kita menjadi Brahmana. Dialah
Prajapita Brahma. Sebagai bagian marganya, Anda menjadi brother dan sister. Ada
banyak Brahma Kumar dan Brahma Kumari. Intelek mereka pasti memiliki keyakinan,
itulah sebabnya jumlah mereka begitu banyak. Berapa banyak jumlah Brahmana? Baik
yang kuat maupun yang lemah? Sebagian di antaranya menerima nilai 99% sedangkan
yang lainnya hanya memperoleh nilai 10%. Jadi, itu berarti mereka lemah. Di
antara Anda juga, mereka yang kuat pasti datang pada permulaan, sedangkan yang
lemah akan datang menjelang akhir. Ini adalah dunia aktor, dan dunia ini terus
berputar: zaman emas, zaman perak. Sekarang adalah zaman peralihan yang paling
luhur. Sang Ayah sekarang telah menjelaskan hal ini kepada kita. Sebelumnya,
kita keliru memahami bahwa durasi setiap siklus adalah ratusan ribu tahun. Sang
Ayah sekarang telah menjelaskan kepada kita bahwa satu siklus penuh berlangsung
selama 5000 tahun. Setengah siklus adalah kerajaan Rama dan setengah siklus
berikutnya adalah kerajaan Rahwana. Seandainya siklus berdurasi ratusan ribu
tahun, itu tidak bisa menjadi setengah dan setengah. Kebahagiaan dan penderitaan
sudah ditakdirkan di dunia. Kita menerima pengetahuan yang tak terbatas ini dari
Sang Ayah yang tak terbatas. Shiva Baba tidak memiliki nama badan. Badan ini
milik Brahma Dada. Di mana Baba? Baba telah meminjam badan ini untuk sementara
waktu. Beliau mengatakan, “Saya memerlukan mulut.” Di sini (di Mount Abu), juga
ada Gaumukh (mulut sapi). Air mengalir ke segala penjuru dari pegunungan. Mereka
menemukan mulut sapi di sini, dan air mengalir dari situ. Mereka menganggapnya
sebagai air Sungai Gangga. Bagaimana mungkin Sungai Gangga mengalir di sini?
Semua hal itu palsu. Ada ungkapan, “Badan semu, Maya semu, dan dunia pun semu.”
Ketika Bharata adalah surga, itu disebut daratan kebenaran, kemudian ketika
Bharata sudah menjadi tua, itu disebut daratan kepalsuan. Saat semua jiwa di
daratan kepalsuan ini telah menjadi tidak suci, mereka memanggil-manggil, “Baba,
sucikanlah kami dan bawalah kami pergi dari dunia tua ini.” Sang Ayah mengatakan,
“Semua anak Saya telah menjadi jelek akibat duduk di atas tungku sifat buruk
nafsu birahi.” Sang Ayah duduk di sini dan memberi tahu Anda anak-anak,
“Bukankah Anda dahulu master surga? Apakah Anda ingat?” Beliau menjelaskan
kepada Anda anak-anak, bukan kepada seisi dunia. Beliau hanya menjelaskan kepada
Anda, agar Anda tahu siapa Ayah Anda. Dunia ini disebut hutan duri. Duri
terbesar yang menusuk Anda adalah sifat buruk nafsu birahi. Sekalipun ada banyak
pemuja yang vegetarian, bukan berarti bahwa mereka tidak menuruti sifat buruk
nafsu birahi. Ada banyak orang yang hidup selibat sejak lahir; mereka belum
pernah memakan makanan yang tidak suci dari kecil. Bahkan para saniyasi pun
mengatakan, “Jadilah tanpa sifat buruk!” Mereka menginspirasi orang untuk
melakukan penanggalan yang terbatas. Mereka selanjutnya terlahir kembali dari
pasangan yang berumah tangga, kemudian mereka meninggalkan rumah dan keluarga
mereka dan pergi jauh. Apakah devi-devta, seperti Krishna dan lainnya,
meninggalkan rumah dan keluarga mereka? Tidak! Penanggalan orang-orang itu
terbatas, sedangkan penanggalan Anda tak terbatas. Anda menanggalkan seisi dunia,
termasuk semua kerabat Anda dan sebagainya. Surga sekarang sedang didirikan demi
Anda. Intelek Anda harus tertuju hanya kepada surga. Oleh sebab itu, Anda harus
mengingat Shiva Baba. Sang Ayah yang tak terbatas berkata, “Ingatlah Saya!
Manmanabhawa! Madhyajibhav!” Dengan demikianlah Anda menjadi devi-devta. Ini
adalah episode Gita yang sama. Ini juga zaman peralihan. “Hanya pada zaman
peralihan, Saya datang dan menyampaikan pengetahuan ini kepada Anda. Saya pasti
mengajarkan Raja Yoga kepada Anda pada zaman peralihan di siklus sebelumnya.
Dunia ini berubah dan Anda menjadi suci dari tidak suci.” Sekarang inilah zaman
peralihan yang paling luhur, ketika kita berubah dari tamopradhan menjadi
satopradhan. Pahamilah segalanya baik-baik dan milikilah keyakinan yang teguh.
Bukan manusia yang mengatakan ini. Ini adalah shrimat, petunjuk paling luhur
dari Tuhan. Semua petunjuk yang lain adalah petunjuk manusia. Dengan mengikuti
petunjuk manusia, Anda terus jatuh. Sekarang, dengan mengikuti shrimat, Anda
naik. Sang Ayah mengubah Anda dari manusia menjadi devi-devta. Petunjuk
devi-devta adalah petunjuk penghuni surga, sedangkan petunjuk-petunjuk yang lain
adalah petunjuk penghuni neraka. Itu disebut petunjuk Rahwana. Kerajaan Rahwana
tidak kalah hebat. Sekarang, seluruh dunia merupakan kerajaan Rahwana. Dunia ini
adalah pulau yang tak terbatas (Alengka), di mana terdapat kerajaan Rahwana.
Nantinya, dunia ini akan menjadi kerajaan suci devi-devta. Di sana, ada banyak
kebahagiaan. Ada begitu banyak pujian tentang surga! Mereka bahkan mengatakan,
“Orang itu sudah pergi ke surga.” Dengan demikian, tadinya dia pasti berada di
neraka. Jika dia pergi dari neraka, dia pasti akan kembali ke neraka. Pada saat
ini, tidak ada surga. Hal-hal ini tidak disebutkan dalam kitab suci mana pun.
Sang Ayah sekarang sedang memberi Anda seluruh pengetahuan dan mengisi ulang
daya baterai Anda. Maya kemudian memutus koneksinya. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan, dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Jadilah
suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda, dan isilah ulang daya baterai
Anda. Jadilah Brahmana yang teguh.
2. Tanggalkanlah
petunjuk mental Anda sendiri dan petunjuk manusia yang lain. Ikutilah petunjuk
Sang Ayah Yang Esa dan jadikan diri Anda luhur. Jadilah satopradhan dan
terbanglah pulang bersama Sang Ayah.
Berkah:
Semoga Anda
menjadi master pembuat hukum dan membuat unsur alam serta dunia menjadi
satopradhan dengan kekuatan kebenaran Anda.
Ketika Anda,
anak-anak, menyerap kekuatan kebenaran dan menjadi master pembuat hukum, unsur
alam akan kemudian menjadi satopradhan dan zaman ini akan menjadi zaman emas.
Semua jiwa menciptakan keberuntungan keselamatan mereka sendiri. Kebenaran Anda
bagaikan batu filsuf (zat yang mampu membuat logam biasa menjadi emas, memberi
keabadian, atau menyembuhkan penyakit.) Sama seperti batu filsuf mengubah besi
menjadi emas, demikian pula, kekuatan kebenaran menjadikan jiwa, unsur alam,
waktu, segala sesuatu dari semua relasi, sanskara, interaksi, juga makanan,
menjadi satopradhan.
Slogan:
Jiwa-jiwa
yogi adalah mereka yang tidak terpengaruh oleh gejolak unsur alam apa pun.
Sinyal Avyakt:
Tetaplah Terbebas dari Ikatan kemudian Alamilah Tahapan Jeevan Mukti
Jadilah pemutar
chakra kesadaran diri sehingga dengan demikian menjadi jiwa yang berada di bawah
kanopi. Kemudian, ketika Anda terbebas dari berbagai jenis putaran pikiran
sia-sia dari kesadaran badan, putaran relasi lokik dan alokik, putaran sifat dan
sanskara dari banyak kelahiran, dan putaran berbagai jenis daya tarik unsur alam,
Anda akan dengan mudah mampu membebaskan banyak jiwa dari berbagai jenis putaran
dan membuat mereka terbebaskan dalam hidup, dengan menggunakan kekuatan yang
telah Anda terima dari Sang Ayah.